Dari Mini Golf hingga Coaching Clinic, Cara Indonesia Golf Festival 2026 Kenalkan Golf ke Publik
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Golf kerap dipersepsikan sebagai olahraga mahal yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu. Biaya bermain, akses ke lapangan, dan kebutuhan peralatan membuat sebagian masyarakat belum memiliki kesempatan untuk mencoba olahraga ini.
Padahal, mengenal golf tidak selalu harus dimulai dengan bermain di lapangan berstandar profesional atau membeli satu set stik sendiri.
Pengalaman seperti mini golf, latihan putting, dan golf simulator dapat menjadi pintu masuk bagi pemula. Melalui aktivitas tersebut, pengunjung bisa mempelajari dasar permainan, mencoba memukul bola, serta memahami teknik sederhana sebelum memutuskan untuk berlatih lebih serius.
Coaching clinic bersama pelatih atau pegolf berpengalaman juga dapat membantu peserta mengenal aturan dan keterampilan dasar secara langsung.
Pendekatan yang lebih interaktif itu menjadi bagian dari Indonesia Golf Festival (IGF) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 23–25 Oktober 2026. Selain menghadirkan produk dan teknologi golf, festival ini menargetkan masyarakat yang ingin mengenal olahraga tersebut dari dekat.
Penyelenggara membidik 30.000 pengunjung dan nilai transaksi Rp20 miliar, sekaligus berupaya memperluas partisipasi publik dalam ekosistem golf nasional.
Mini Golf hingga Coaching Clinic untuk Pemula
Indonesia Golf Festival 2026 menghadirkan sejumlah aktivitas yang dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat produk di area pameran, tetapi juga mencoba pengalaman bermain golf. Program yang disiapkan mencakup mini golf, latihan putting, golf simulator, golf fitting, demonstrasi produk, serta coaching clinic.
Mini golf memungkinkan pemula mencoba memasukkan bola ke lubang melalui lintasan yang lebih sederhana dibandingkan lapangan golf standar. Sementara itu, putting membantu peserta mempelajari pukulan pendek yang digunakan untuk mengarahkan bola ke lubang.
Golf simulator memberikan pengalaman bermain secara digital, sedangkan golf fitting membantu menyesuaikan karakteristik stik dengan kebutuhan dan postur pemain.
Coaching clinic menawarkan kesempatan untuk mempelajari teknik dasar melalui arahan instruktur. Pendekatan seperti ini penting bagi masyarakat yang belum familier dengan golf karena memberikan pengalaman awal tanpa mengharuskan mereka langsung mengikuti permainan penuh di lapangan.
Selain kegiatan untuk pemula, festival juga menghadirkan kesempatan bertemu pegolf profesional, diskusi bersama praktisi, peluncuran produk, lelang peralatan, serta kegiatan komunitas. Lebih dari 27 komunitas golf disebut akan dilibatkan dalam rangkaian acara.
Penyelenggara turut memasukkan program wellness gathering yang melibatkan sektor kesehatan dan kebugaran, seperti fisioterapi, pilates, dan yoga.
Kehadiran kegiatan pendukung tersebut memperlihatkan hubungan golf dengan aspek kebugaran dan gaya hidup aktif, meskipun kebutuhan latihan setiap orang tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisiknya.
Target 30.000 Pengunjung dan Transaksi Rp20 Miliar
Indonesia Golf Festival 2026 memasuki tahun kedua dengan skala penyelenggaraan lebih besar. Dalam konferensi pers di DBS Bank Tower, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/10/2026), Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) bersama PT Satu Tujuan Event (SATUE) menyampaikan target pengembangan festival tahun ini.
Mengusung tema “Elevate the Game, Expand the Sport”, IGF 2026 menargetkan lebih dari 120 peserta pameran dan 150 merek. Area penyelenggaraan diperluas menjadi sekitar 10.000 meter persegi, dua kali lipat dari luas sekitar 5.000 meter persegi pada edisi sebelumnya.
Sebagai pembanding, berdasarkan data penyelenggara, IGF 2025 diikuti 82 peserta pameran dan lebih dari 100 merek, dengan jumlah pengunjung mencapai 23.488 orang. Nilai transaksi saat itu diperkirakan berada pada kisaran Rp10 miliar hingga Rp15 miliar.
Untuk edisi 2026, penyelenggara menargetkan 30.000 pengunjung dan transaksi Rp20 miliar. Angka tersebut merupakan sasaran yang ingin dicapai, bukan hasil transaksi yang sudah terealisasi.
Ketua Umum APLGI, Budiarsa Sastrawinata, memandang festival sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai pihak dalam industri golf, mulai dari pengelola lapangan, produsen peralatan, penyedia teknologi, komunitas, hingga calon konsumen.
“Golf bukan hanya olahraga eksklusif, tetapi juga dapat dinikmati bersama keluarga dan menjadi bagian dari gaya hidup,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam konferensi pers.
Di sisi bisnis, acara ini menyediakan ruang bagi pelaku industri untuk memperkenalkan produk, membangun relasi, dan mencari mitra melalui program business matching. Pengunjung juga dapat menemukan beragam peralatan dan layanan golf di satu lokasi.
BCA turut hadir sebagai official bank sponsor. Berdasarkan informasi penyelenggara, tersedia penawaran cicilan 0 persen dan cashback hingga Rp1,5 juta dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Fasilitas tersebut merupakan penawaran transaksi, bukan ukuran keterjangkauan golf secara keseluruhan, karena biaya bermain dan berlatih tetap bergantung pada lokasi serta layanan yang dipilih.
Wisata Golf dan Regenerasi Jadi Tantangan Berikutnya
Pengembangan golf tidak hanya berkaitan dengan penjualan peralatan atau penyelenggaraan turnamen. Industri ini juga bersinggungan dengan pariwisata, perhotelan, transportasi, jasa pelatihan, dan pengelolaan fasilitas olahraga.
Dalam konferensi pers, perwakilan asosiasi menyoroti peluang wisata golf Indonesia melalui kolaborasi antara pengelola lapangan, hotel, agen perjalanan, resor, dan pelaku usaha lainnya.
Paket wisata terpadu dapat menghubungkan aktivitas bermain golf dengan perjalanan dan akomodasi, meskipun pengembangannya membutuhkan perencanaan serta pasar yang sesuai.
Pengenalan golf kepada pelajar dan mahasiswa juga menjadi perhatian. Penyelenggara menyebut kegiatan prafestival di sekolah dan perguruan tinggi dilakukan untuk memberi kesempatan kepada generasi muda mencoba olahraga tersebut. Selain menjadi atlet, mereka dapat mengenal peluang karier di bidang pengelolaan lapangan, pelatihan, peralatan, dan bisnis pendukung.
- ist
Namun, memperluas akses golf tidak cukup hanya dengan membuat masyarakat tertarik mencoba. Kesempatan berlatih dengan biaya yang terjangkau, tersedianya fasilitas untuk pemula, dan jalur pembinaan yang jelas juga menentukan apakah ketertarikan tersebut dapat berkembang menjadi partisipasi jangka panjang.
Melalui Indonesia Golf Festival 2026, APLGI dan SATUE berupaya mempertemukan pengalaman bermain, edukasi, komunitas, dan transaksi industri dalam satu acara. Mini golf, putting, dan coaching clinic menjadi cara untuk memperkenalkan olahraga ini kepada masyarakat yang belum pernah mencobanya, sedangkan pameran dan business matching menyasar kebutuhan pelaku usaha.
Pada akhirnya, target 30.000 pengunjung dan transaksi Rp20 miliar menjadi tolok ukur komersial festival. Namun, dampak yang lebih luas akan terlihat dari kemampuannya membuka akses bagi pemula, menumbuhkan komunitas baru, dan mendorong ekosistem golf Indonesia berkembang melampaui pasar yang selama ini sudah mengenalnya. (udn)
Load more