Sunan Kalijaga Ungkap Pengakuan Aron Ashab Diduga Diculik 6 Bulan di Tasikmalaya, Alami Kekerasan
- Instagram/aronashab
tvOnenews.com - Aktor sekaligus musisi Aron Ashab membuat geger media sosial setelah muncul kembali pada 14 Oktober 2026, usai lama tidak terdengar kabarnya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Aron mengungkapkan dugaan penculikan, penyekapan, hingga kekerasan fisik yang disebutnya dialami selama sekitar enam bulan.
Kemunculan Aron menjadi sorotan lantaran unggahan terakhirnya sebelum itu tercatat pada 2 November 2025.
Dalam pengakuannya, ia juga menceritakan upaya melarikan diri dari tempat yang disebutnya sebagai lokasi penyekapan hingga akhirnya kembali ke Jakarta.
Aron dikabarkan telah menemui pengacara Sunan Kalijaga untuk berkonsultasi mengenai persoalan tersebut.
Sunan pun mengungkapkan sejumlah keterangan yang didapatnya langsung dari Aron saat bertemu di sebuah restoran di kawasan Senayan, Jakarta.
Menurut Sunan, Aron mengaku dibawa dari Jakarta oleh sejumlah orang ke sebuah tempat di daerah pedalaman Tasikmalaya, Jawa Barat.
Di lokasi tersebut, ia disebut tinggal bersama puluhan orang lain yang menurut cerita Aron memiliki latar belakang berbeda.
"Dia cerita bahwa dia diambil dari Jakarta oleh beberapa orang, dibawa ke daerah Tasik pedalaman sana, Tasik Jawa Barat ya, dibawa untuk dimasukin ke satu tempat," kata Sunan Kalijaga saat menjelaskan keterangan Aron.
Sunan mengaku masih mempertanyakan alasan Aron dibawa ke tempat tersebut.
Pasalnya, berdasarkan cerita yang diterimanya, Aron merasa tidak mengetahui kesalahan apa yang membuat dirinya harus berada di lokasi itu selama berbulan-bulan.
"Saya juga bingung, Bang. Saya salah saya apa? Kok tiba-tiba diambil dimasukin ke tempat tersebut," ujar Sunan, mengulang cerita Aron kepadanya.
- Instagram/aronashab
Aron Ashab Mengaku Berusaha Melarikan Diri
Sunan mengatakan, berdasarkan penuturan Aron, dirinya berusaha menjalin hubungan baik dengan orang-orang di tempat tersebut agar mendapatkan kepercayaan.
Upaya itu disebut dilakukan untuk membuka kesempatan keluar dari lokasi yang selama ini ditempatinya.
Setelah memperoleh kesempatan untuk keluar bersama pengelola tempat tersebut, Aron disebut berusaha melarikan diri dan mencari bantuan agar bisa kembali ke Jakarta.
Sunan juga mengaku sempat bertanya kepada Aron mengapa dirinya tidak melapor kepada polisi di wilayah setempat.
Aron, menurut Sunan, mengaku takut laporannya justru membuat dirinya dituduh sebagai orang yang melarikan diri dari tempat tersebut.
"Kenapa kamu enggak lapor polisi di sana?" tanya Sunan kepada Aron.
"Saya takut, Bang. Jangan-jangan nanti saya laporin, polisinya malah manggil orang tersebut dan dia bilang ini pasien saya atau tahanan saya yang kabur," ujar Sunan menirukan jawaban Aron.
Sunan kemudian menjelaskan bahwa ketakutan tersebut membuat Aron memilih memikirkan cara untuk kembali ke Jakarta terlebih dahulu.
Sunan Kalijaga Sebut Ada Dugaan Kekerasan
Selain dugaan penculikan dan penyekapan, Sunan mengungkapkan bahwa Aron juga bercerita mengenai perlakuan yang dialaminya selama berada di lokasi tersebut. Salah satunya, Aron disebut mengaku mengalami kekerasan fisik.
Sunan turut menyinggung cerita mengenai kegiatan pembinaan yang dijalani Aron.
Menurut penuturan yang diterimanya, Aron mengaku diwajibkan melaksanakan shalat hingga 120 rakaat dalam sehari.
Namun, Sunan menegaskan bahwa dirinya masih perlu menggali informasi lebih jauh untuk memahami secara utuh peristiwa yang dialami Aron, termasuk mengenai pengelola tempat tersebut dan alasan Aron dibawa ke sana.
"Ada kekerasan, ada kekerasan-kekerasan itu," kata Sunan saat menceritakan jawaban Aron ketika ditanya mengenai perlakuan yang dialaminya.
Sunan mengaku belum mengetahui secara pasti nama maupun status tempat tersebut.
Ia pun tidak ingin terburu-buru menyebutnya sebagai padepokan ataupun penjara karena belum memperoleh informasi yang cukup untuk memastikan hal itu.
Menurut Sunan, hal yang paling mendasar untuk ditelusuri adalah alasan Aron dibawa dan ditempatkan di sana selama enam bulan.
"Kita enggak usah ngomong yang lain deh. Kita enggak usah ngomong istilahnya warga binaan di situ yang lain. Tapi Aron sendiri diambil, dimasukin ke sana atas dasar apa? Apa salahnya Aron?" ujar Sunan.
Aron Ashab Disebut Mengalami Trauma
Sunan juga menilai kondisi Aron setelah kembali ke Jakarta perlu menjadi perhatian.
Berdasarkan pengamatannya saat bertemu, Aron terlihat masih mengalami ketakutan dan kebingungan ketika menceritakan pengalamannya.
Ia menyebut Aron menunjukkan tanda-tanda trauma setelah keluar dari tempat tersebut.
Meski demikian, Sunan belum dapat menjelaskan secara terperinci kondisi Aron karena pertemuan mereka berlangsung pada malam hari dan belum sempat membahas seluruh kronologi.
Sunan mengatakan, dirinya masih berencana melanjutkan diskusi dengan Aron untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap.
Ia juga mengingatkan agar Aron menyampaikan hal-hal yang benar-benar dialami dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tolong kamu ceritakan apa yang kamu alami, tidak dilebihkan atau tidak dikurangi. Tapi betul-betul apa yang kamu alami," kata Sunan mengulang pesannya kepada Aron.
Ia menilai keterangan Aron berpotensi menjadi pintu awal untuk menelusuri dugaan peristiwa tersebut lebih lanjut.
Sunan juga tidak menutup kemungkinan Aron dapat membantu mengungkap pengalaman serupa apabila ada pihak lain yang memberikan keterangan.
Sunan Kalijaga Buka Kemungkinan Tempuh Jalur Hukum
Terkait langkah hukum, Sunan menyebut tidak menutup kemungkinan Aron akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Menurutnya, dugaan pengambilan paksa dan pembatasan kebebasan seseorang tanpa dasar yang jelas perlu ditelusuri lebih lanjut.
Ia juga mempertanyakan apakah ada alasan hukum yang mendasari penempatan Aron di lokasi tersebut selama enam bulan.
"Ketika kita dirampas kemerdekaannya tanpa kita mengetahui apa salah kita, tanpa adanya putusan hukum yang inkrah, kan kita bingung, salah kita apa," ujar Sunan.
Sunan menegaskan, informasi mengenai dugaan penculikan, penyekapan, dan kekerasan tersebut masih berdasarkan cerita Aron yang diterimanya saat konsultasi.
Ia mengaku belum mengetahui seluruh detail kejadian, termasuk identitas lengkap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Hingga informasi dalam bahan ini disusun, pengakuan Aron dan keterangan Sunan tersebut belum terverifikasi secara independen.
Karena itu, kronologi kejadian, status tempat yang dimaksud, serta dugaan keterlibatan pihak lain masih perlu ditelusuri lebih lanjut. (gwn)
Load more