Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi
- YouTube HERRI PRAS
Herri kemudian mengutip komentar warganet yang menyebut dirinya beruntung memiliki kemampuan bela diri sehingga masih bisa bangkit setelah mengalami tindakan fisik tersebut.
“Katanya yang berkomentar sampai bilang, ‘Untung bukan orang biasa. Kalau orang biasa diperlakukan seperti itu sudah enggak bisa bangun itu.’ Tapi saya bisa langsung bangun karena apa? Ya memang pesilat begitu. Selain bisa nendang, dia harus bisa ditendang. Bagaimana kalau ditendang dia jatuh bisa bangkit lagi. Dia tidak masalah ditendang, dipukul,” lanjut Herri.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan kemampuan bela diri, melainkan dugaan tindak pidana yang menurutnya harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Cuman yang jadi masalah adalah tindak pidana kalian yang harus kalian pertanggung jawabkan di mata hukum. Dan kita akan proses itu terus. Kenapa? Agar tidak ada kelakuan semacam ini lagi. Gruduk sana, gruduk sini, main kekerasan, main hakim sendiri agar tidak ada,” tegasnya.
Herri juga meminta agar persoalan diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan. Ia turut menyinggung pernyataan Ustaz Abdul Somad mengenai olahraga tinju dan tindakan saling memukul.
“Kalau memang salah dari segi mata hukum, selesaikan secara hukum, bukan secara kekerasan seperti ini. Dan tak perlu framing-framing takut ya. Karena bela diri bukan digunakan untuk seperti itu. Sebagaimana dinyatakan oleh Abdul Somad di video ini,” ungkap Herri.
Dalam video yang ditampilkan, Abdul Somad menyampaikan pandangannya mengenai olahraga tinju dan tindakan kekerasan.
“Apa hukum olahraga tinju dan semacamnya? Juga bagi yang menyaksikan zalim menganiaya orang, memukul orang, menghabiskan waktu. Sedangkan catur dan dadu saja dalam mazhab Hanafi diharamkan melalaikan salat. Padahal tak ada yang terluka karena main catur. Tak ada yang terzalimi karena main dadu. Tapi diharamkan. Apalagi ini,” demikian pernyataan Abdul Somad.
Herri kemudian mempertanyakan sikap pihak yang mengaku membela ulama, tetapi menurutnya justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan nasihat ulama tersebut.
“Main catur saja yang tidak melukai orang haram. Apalagi pukul-pukulan dan tendang-tendangan katanya. Dan kalian dengan alibi membela ulama kalian dengan cara yang dilarang oleh ulama kalian sendiri. Apa agak mikir jadi orang? Tapi kan pesilat. Dengarkan saja ulama kalian melarang. Nantang saya di MMA. Apa fatwa dari MUI tentang MMA sejenis pertarungan itu? Apa fatwa MUI tentang MMA? Baca ini,” katanya.
Load more