News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Fakta Grup Qasidah Nasida Ria, Sudah 3 Kali Tampil Di Jerman

Grup Qasidah legenda asal Semarang, Nasida Ria belakangan ini menjadi perhatian publik karena tampil di sebuah event musik di Kassel, Jerman pada Sabtu lalu.
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:28 WIB
Grup qasidah Nasida Ria, berswafoto bersama penggemar
Sumber :
  • instagram/Nasida Ria Semarang

tvOnenews -  Grup Qasidah legenda asal Semarang, Nasida Ria belakangan ini menjadi perhatian publik karena tampil di sebuah event musik di Kassel, Jerman pada Sabtu (18/6) lalu.

Dengan penampilan mereka dalam acara musik 5 tahunan bertajuk Opening Week Music Program Documenta Fifteen tersebut, Nasida Ria mengubah pandangan masyarakat terhadap musik qasidah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya populer di tanah air, musik qasidah juga mampu menggema dan menyapa penggemarnya di luar negeri. Bahkan ini bukan pertama kalinya Nasida Ria tampil di luar negeri. Dilansir dari beberapa sumber, berikut 5 fakta grup qasidah Nasida Ria.

1. Lahir pada tahun 1975

Perjalanan Nasida Ria dimulai sejak tahun 1975. Grup qasidah ini dibentuk oleh salah satu pemuka agama asal Semarang, HM Zain. Ia mengajak istri dan para muridnya untuk berlatih musik Qasidah.

Nama Nasida Ria sendiri berarti nyanyian yang gembira. Anggota mereka awalnya berjumlah sembilan orang dan hanya menggunakan rebana. Sampai akhirnya Wali Kota Semarang periode 1980-1990, Imam Soeparto Tjakrajoeda menyumbang beberapa alat musik.

Dengan paduan alat musik qasidah tradisional dan modern seperti gitar, bass, dan biola, Nasida Ria mampu menyuguhkan musik qasidah modern.

2. Bukan pertama kali tampil di luar negeri

Penampilan Nasida Ria di event musik Kassel, Jerman kemarin bukanlah penampilan pertama mereka di panggung Internasional. Sebelumnya mereka sudah pernah tampil di Jerman sebanyak dua kali.

Pada 1994, mereka tampil di festival musik Islam internasional bernama Die Garten des Islam di Kota Berlin. Dua tahun berselang, pada tahun 1996 mereka kembali tampil di Festival Heimatklange yang selenggarakan di 3 kota Berlin, Mülheim dan Düsseldorf.

Mereka juga pernah tampil dalam acara peringatan 1 Muharram di negara tetangga, Malaysia.

3. Personel tiga generasi

Anggota grup Qasidah Nasida Ria saat ini merupakan generasi ketiga. Saat ini, total mereka memiliki 12 personel dengan manajeri langsung oleh Choliq Zain, anak dari HM Zain.

Tersisa satu anggota dari generasi pertama yang masih bertahan hingga sekarang adalah Rien Djamain. Di grup qasidah ini ia memainkan alat musik bass.

4. Membawa pesan sosial dan debut dengan lagu berbahasa Arab

Sudah bukan rahasia lagi jika lagu-lagu yang dibawakan grup qasidah Nasida Ria ini berisi pesan-pesan sosial. Sebut saja beberapa yang paling populer adalah lagi "Perdamaian", "Dunia dalam Berita", "Bila Bom Nuklir Diledakkan", dan "Kota Santri" yang mereka bawakan di Jerman kemarin.

Meski sekarang ini semua lagu yang dibawakan berbahasa Indonesia, siapa sangka Nasida Ria saat debut pertama kali membawakan lagu berbahasa Arab. Salah satunya berjudul "Alabaladil Makabul".

Namun, seiring berjalannya waktu mereka beralih menggunakan bahasa Indonesia agar mudah diterima masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Mengikuti perkembangan zaman

Kesuksesan grup qasidah Nasida Ria mampu eksis hingga saat ini adalah karena mampu mengikuti perkembangan zaman. Dalam perjalanannya yang sudah sampai 47 tahun mereka memanfaatkan perkembangan teknologi, salah satunya adalah mempromosikan musik melalui platform digital dan sosial media. (Mzn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT