News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tapak Tilas Seniman Serba Bisa Rima Melati Terutama atas Andilnya Dalam Mengembangkan Sinema di Indonesia

Rima Melati, banyak orang mengenalnya sebagai salah satu sosok senior di industri hiburan terutama atas andilnya dalam mengembangkan sinema di Indonesia.
Jumat, 24 Juni 2022 - 02:18 WIB
Rima Melati membawakan Busana Rancangan Lindy Ann
Sumber :
  • Antara

Jakarta - Rima Melati namanya, banyak orang mengenalnya sebagai salah satu sosok senior di industri hiburan terutama atas andilnya dalam mengembangkan sinema di Indonesia.

Bernama asli Maryolien Tambayong, Rima Melati lahir dengan banyak pengaruh seniman termasuk dari ibunya yang merupakan seorang perancang busana Non Kawilarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rima yang belia benar-benar merambah banyak kecakapan mulai dari mendalami peragawati, masuk ke dunia tarik suara, hingga berkarier cukup panjang di industri perfilman. Dalam dunia peragawati, Rima adalah pelopor yang mengenalkan banyak mode fesyen baru termasuk yang kebarat-baratan.

Membuat para wanita bisa mendobrak stigma dan bisa merasakan kebebasan berekspresi lewat fesyen pilihannya. Ia juga membuat grup bernama "The Prof" bersama dengan rekan sejawatnya Sumi Hakim dan Gaby Mambo.

Dalam wawancara langsung bersama Sumi Hakim, Rima dikenal sebagai sosok yang mengenalkan wajah peragawati Indonesia ke mata internasional.

"Dialah yang memulai fashion show pertama di Indonesia, membuat kita bisa jadi peragawati bisa fashion show ke Hawaii, Eropa, mempromosikan Indonesia, " ujar Sumi mengenang sang sahabat.

Beralih membahas andilnya di industri tarik suara, kala dirinya masih akrab disapa Lintje Tambayong, Rima dikenal sebagai salah satu anggota grup musik "Baby Doll" yang kemudian namanya diganti oleh Presiden Soekarno menjadi Boneka Dara.

Grup itu menjadi grup favorit pemimpin nomor satu di Indonesia kala itu dan berhasil mencuri perhatian masyarakat sebagai grup musik wanita populer di Indonesia.


Layar Lebar

Untuk andil dan prestasinya di dunia perfilman, Rima tak perlu lagi diragukan. Ia memulai debut kariernya di industri perfilman melalui film "Djuara Sepatu Roda" pada 1958 dan terus mencetak karya- karya di layar lebar hingga 2016 dengan penampilannya di film "Senjakala di Manado" (2016).

Berkat bakatnya mendalami peran dalam dunia lakon, Rima bahkan pernah menyabet predikat "Pemeran Utama Wanita Terbaik" dalam filmnya "Intan Berduri" pada 1973 bersama lawan mainnya kala itu Benyamin Sueb yang memenangkan "Pemeran Utama Pria Terbaik" di ajang Festival Film Indonesia.

Dalam hal penghargaan internasional, sang aktris senior juga menorehkan karya yang membanggakan karena menyabet "Best Supporting Actress" di film "Ungu Violet" dalam ajang Festival Film Asia Pasifik ke- 50.

Meski sudah terkenal berkat penampilannya di layar-layar lebar, Rima Melati juga tetap aktif tampil di layar kaca.

Berbagai sinema elektronik (sinetron) pernah ia jajal mulai dari tahun 90-an hingga menuju akhir 2000-an, beberapa yang populer di antaranya seperti "Mentari di balik Awan", "Wulan", "Candy", hingga "Safira".

Total ada sekitar 100 judul film dan belasan sinetron yang melibatkan Rima Melati sebagai bintangnya, ia pun berhasil dikenal sebagai aktris Tanah Air di lintas generasi.

Petarung sejati 

Predikat petarung sejati nampaknya layak disematkan untuk Rima Melati karena ia tak hanya bertarung menaklukkan berbagai jenis bidang pekerjaan di industri hiburan.

Tapi juga dalam hal menaklukkan berbagai badai kehidupan lewat penyakit- penyakit ganas yang menyerangnya.

Banyak masyarakat sudah mengetahui bahwa Rima Melati aktif dalam hal mengedukasi wanita agar terhindar dari kanker payudara.

Hal itu dikarenakan ia merupakan seorang penyintas, hal itu pernah tercatat dalam dokumentasi Koran Tempo di 1989 yang menyebutkan bahwa sang aktris pernah mengidap Carcinoma Mammae kanker payudara Stadiun 3B.

Meski merupakan pukulan telak, namun rupanya Rima mampu melewatinya dan benar-benar pulih seratus persen melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya itu.

Sifat petarung sejatinya bahkan tetap dipegang teguh saat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya ia masih rutin menjalani perawatan berharap bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Anaknya Aditya Tumbuan mengungkap bahwa sang ibu mengalami komplikasi infeksi yang bermula dari punggung, merembet ke organ vital lainnya seperti paru- paru dan ginjal.

Bahkan dalam perawatan intensif di Rumah Sakit terakhirnya yaitu RSPAD Gatot Subroto, Rima masih mampu menjalani terapi cuci darah terhitung tujuh kali banyaknya dengan harapan bisa mencapai kesembuhan.

Dalam berbuat kebaikan pun, bisa dibilang Rima Melati merupakan petarung karena normalnya manusia akan membantu sesamanya yang ia kenal.

Namun sosok Rima Melati rupanya tak hanya gemar membantu orang yang dikenalnya tapi juga orang yang tidak dikenalnya. Kebaikan hatinya itu menyentuh banyak orang di sekitarnya tak cuma anak dan sanak saudaranya, tapi juga sahabat-sahabat serta koleganya yang lain.

"Semua yg datang ke rumah sakit, berbicara positif. Dia selalu membantu orang, selalu care sama orang. Jadi mungkin itu pesannya untuk kami. Orang yang tidak terlalu kenal pun dia bantu. Jadi ini pesannya ya buat kami anak-anaknya, bahwa memang diwajibkan meniru ibu," kata Aditya Tumbuan menyaksikan kebaikan sang bunda.

Dengan begitu gigih dan berkesannya sosok Rima Melati, maka cocoklah Rima disematkan gelar sebagai petarung sejati.

Kini sang seniman serba bisa itu pun telah berpulang ke pangkuan yang Kuasa, sosoknya akan tetap membekas di setiap hati penggemar dan orang- orang yang mengenalnya.

Kisah keuletan dan kerajinannya bisa menjadi nilai yang kita petik dan contoh bermanfaat sebagai salah satu pembaca kisah hidupnya. (ant/ade)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT