GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Untuk Pasangan yang Baru Menikah, Kenali Risiko Menunda Kehamilan

Menunda kehamilan tidak menimbulkan penyakit tertentu, asal dilakukan dengan cara yang benar, salah satunya yakni menggunakan alat kontrasepsi.
Senin, 22 Agustus 2022 - 07:06 WIB
ilustrasi
Sumber :
  • pixabay

Sejumlah pasangan muda yang baru saja menikah, sering memilih menunda untuk memiliki momongan atau menunda kehamilan. Keputusan untuk menunda memiliki momong bukan tanpa alasan atau tanpa pertimbangan, mulai dari pertimbangan kondisi ekonomi hingga belum siap menjadi orang tua.

Memang tak ada yang salah memutuskan untuk menunda memiliki momongan. Namun alangkah baiknya jika menunda kehamilan ini disepakati bersama sebelum pernikahan, dan sampai kapan hal tersebut akan berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menunda kehamilan tidak menimbulkan penyakit tertentu, asal dilakukan dengan cara yang benar, salah satunya yakni menggunakan alat kontrasepsi.

Meski demikian, bukan pula menunda kehamilan tidak berdampak pada hal lainnya. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan beberapa hal sebelum memutuskan menunda memiliki momongan.

Dilansir dari thehealthsite, terdapat beberapa alasan mengapa menunda kehamilan pertama bukanlah pilihan tepat. 

 

1. Kesuburan menurun seiring bertambahnya usia

Jumlah sel telur pada ovarium akan semakin berkurang, seiring dengan bertambahnya usia. Dapat diartikan, menunda kehamilan pertama setelah menikah membuat perempuan selangkah lebih dekat dengan ketidaksuburan.

Menurunnya ovulasi (proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim untuk kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi) sering kali terjadi pada perempuan berusia di atas 30-an. Selain itu, bertambahnya usia juga dikaitkan dengan endometriosis (penyumbatan saluran telur).

 

2. Risiko cacat lahir

Saat ini banyak terdapat metode perawatan modern untuk mengatasi masalah kesuburan, namun tetap saja tak mengurangi adanya risiko bayi cacat lahir. Menunda kehamilan pertama meningkatkan risiko bayi mengalami Down’s syndrome, yaitu kelainan kromosom dengan perbandingan 1:1000 di usia 30-an, 1:100 di usia 40-an dan seterusnya.

Seiring bertambahnya usia, kemungkinan keguguran dan lahir mati juga meningkat. Inilah mengapa kehamilan setelah usia 30 tahun berbahaya bagi ibu dan bayi.

 

3. Komplikasi selama persalinan

Dengan usia perempuan berumah tangga yang semakin bertambah, maka akan membutuhkan usaha lebih keras dalam proses persalinan. Seiring bertambahnya usia, kondisi rahim juga ikut menua. Dengan begitu kondisi rahim mungkin tidak dapat bekerja seefektif seperti perempuan yang usianya 20-an

 

4. Kondisi kesehatan menurun

Kondisi kesehatan perempuan biasanya dipengaruhi oleh pertambahan usia. Apabila tidak menerapkan gaya hidup sehat, kemungkinan kondisi kesehatan akan semakin menurun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi kesehatan yang kurang baik dapam membuat perempuan sulit hamil. Bahkan apabila memiliki bayi pertama memiliki cacat genetik, maka ada kemungkinan sebesar 25% bayi kedua juga akan menderita hal yang sama.

Melihat risiko-risiko diatas, ada baiknya jika pasangan segera merencanakan kehamilan diawal-awal pernikahan.  (Rbo/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Tangkap Empat Begal Bersenpi, Beraksi di Jakarta-Bekasi dan Pernah Tembak Korban

Polda Metro Jaya Tangkap Empat Begal Bersenpi, Beraksi di Jakarta-Bekasi dan Pernah Tembak Korban

Tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku begal yang beraksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, dan videonya sempat viral di media sosial pada beberapa waktu lalu.
Dukung Presiden Prabowo, PP ISMAHI Tekankan Pentingnya Persatuan Nasional

Dukung Presiden Prabowo, PP ISMAHI Tekankan Pentingnya Persatuan Nasional

Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (PP ISMAHI) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam memperkuat persatuan nasional dan menjaga stabilitas negara di tengah tekanan ekonomi global.
Trending Topic: Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan, hingga Kabar Baik untuk Warga Jabar dari KDM

Trending Topic: Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan, hingga Kabar Baik untuk Warga Jabar dari KDM

Berikut tiga rangkuman berita terpopuler paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari keputusan Dedi Mulyadi hingga penghargaan didapat Sherly Tjoanda.
Resmi Masuk Jerman, Platform Logistik On-Demand Ini Siap Bikin UKM Berlin Makin Gesit

Resmi Masuk Jerman, Platform Logistik On-Demand Ini Siap Bikin UKM Berlin Makin Gesit

Platform logistik on-demand resmi masuk Jerman lewat Berlin, menawarkan pengiriman fleksibel untuk UKM di tengah kebutuhan layanan cepat dan transparan.
Puji Pelayanan Haji 2026, Timwas DPR: Negara Benar-Benar Hadir Layani Jemaah

Puji Pelayanan Haji 2026, Timwas DPR: Negara Benar-Benar Hadir Layani Jemaah

Anggota Timwas Haji DPR RI, Nurdin Halid, menyebut layanan haji tahun ini mengalami lonjakan kualitas sejak pengelolaan dialihkan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.
Dari Hafalan Hadis hingga Medali Internasional: Ratusan Santri Rayakan Kelulusan di Gedung KH. Noer Alie Bekasi

Dari Hafalan Hadis hingga Medali Internasional: Ratusan Santri Rayakan Kelulusan di Gedung KH. Noer Alie Bekasi

Sebanyak 289 santri dari jenjang Madrasah Aliyah Pusat Putra, Putri, serta Madrasah Tahfiz Attaqwa Bekasi secara resmi dilepas untuk melanjutkan pengabdian ke masyarakat dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Trending

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Bos Sassuolo berbicara tentang situasi Jay Idzes menjelang bursa transfer musim panas. Sang kapten Timnas Indonesia bisa pindah setelah musim ini berakhir.
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT