Sejarah Ka’bah: Benarkah Sejak Zaman Nabi Ibrahim AS? MasyaAllah Ustaz Adi Hidayat Sebut Sudah Ada Sebelum Manusia Diturunkan
- ANTARA
Artinya:
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Kemudian Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa jarak antara zaman Nabi Adam hingga Nabi Nuh adalah waktu yang sangat jauh.
“Kalau dari Nabi Nuh ke Nabi Adam tidak mudah, ada sekitar 5 generasi, setiap generasi bisa ribuan tahun, hancur tersisa pondasi setelah banjir di zaman Nabi Nuh,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
![]()
Ilustrasi Ka'bah (ant)
Hingga kemudian pada zaman Nabi Ibrahim turunlah perintah Allah SWT untuk meninggikan pondasi Ka’bah.
“Zaman Nabi Ibrahim AS diperintahkan beliau dengan dibantu putranya Ismail AS untuk meninggikan kembali pondasi bangunan Ka’bah, muncullah Al Baqarah ayat 127,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Isi Lengkap Surah Al Baqarah Ayat 127
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
![]()
Ilustrasi Jermaah Haji yang Mencium Ka'bah (Twitter/HaramainInfo)
Maka berdasarkan ayat tersebut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim bukan membangun namun meninggikan Ka’bah.
“Jadi bukan membangun, tapi meninggikan pondasi ka’bah yang runtuh,” tegas Ustaz Adi Hidayat.
Tempat dimana Nabi Ibrahim menapakkan kakinya saat meninggikan Ka’bah disebut dengan maqam, sementara batu-batu yang disusun oleh Nabi Ismail disebut dengan hijir Ismail.
“Ibrahim AS ketika mulai melangkah menapakkan kakinya untuk membangun, maka tapak kaki pertamanya disebut maqam sampai saat ini masih ada maqam-nya,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Load more