News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Main-main, Ini Keistimewaan Memberikan Nama Muhammad dan Ahmad kepada Anak, habib Novel Alaydrus Ungkap Syafaatnya

Dalam sebuah kesempatan ceramahnya, Habib Novel Alaydrus menjelaskan soal keistimewaan tentang memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepada anak atau cucu. (8/11)
Rabu, 8 November 2023 - 05:38 WIB
Keistimewaan memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepada anak, habib Novel Alaydrus ungkap syafaatnya.
Sumber :
  • Tangkapan layar

tvOnenews.com - Dalam sebuah kesempatan ceramahnya, Habib Novel Alaydrus menjelaskan soal keistimewaan tentang memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepada anak.

Setiap orang tua yang telah mendambakan kehadiran anak di dalam kehidupan rumah tangganya, tentu mengharapkan hal kebaikan juga dalam hidup sang anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nah harapan tersebut bisa didoakan salah satunya melalui pemberian nama kepada si anak.


Habib Novel Alaydrus, keistimewaan memberikan nama Muhammad kepada anak. 

Nama tak hanya sebagai identitas yang melekat pada diri seseorang sejak lahir ke dunia hingga pada kematiannya.

Tetapi juga memberi pengaruh kuat dalam terbentuknya karakter si anak, olah karena itu setiap orang tua hendaknya memberikan nama yang baik kepada anak-anak mereka.

Pasangan muslim pada umumnya memberikan nama anak mereka yang berhubungan dengan Islam, dan salah satunya adalah memberikan nama Muhammad atau Ahmad. 

Ternyata ada keistimewaan memberikan nama Ahmad dan Muhammad kepada seorang anak. Hal itu dijelaskan secara detail oleh Habib Novel Alaydrus.

"Nama Ahmad atau Muhammad ini adalah nama yang sangat indah, karena itu kita dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam untuk memberikan anak kita nama yang baik, di antaranya adalah nama Muhammad atau Ahmad," ungkapnya.

"Sungguh Nabi Muhammad SAW telah bermurah hati mengizinkan namanya kita pakai, bayangkan namanya dizinkan untuk kita pakai, untuk nama kita, nama anak kita, nama cucu kita" terangnya.

Habib Novel Alaydrus mengatakan bahwa ini merupakan suatu kehormatan bagi kita seharusnya, dan maka dari itu seharusnya kita berbangga kalau punya nama Muhammad.

Dijelaskan oleh Habib Novel bahwa punya nama Ahmad atau Muhammad itu dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas Radiallahu ta'ala anhu.

"Dihadapan Allah ta'ala diberhentikan dua orang hamba kemudian keduanya diperintahkan untuk masuk surga," ucap Habib Novel.

"Maka keduanya pun berkata,'Ya Tuhan kami, apa yang menyebabkan kami pantas masuk surga, padahal kami tidak punya amal yang pantas untuk masukkan kami ke dalam surga," sambungnya.

Maka Allah pun menjawab, Wahai hambaku kalian berdua, masuklah ke dalam surga karena aku telah berjanji kepada diriku sendiri, aku tidak akan memasukkan seseorang yang namanya Ahmad atau Muhammad ke dalam neraka.


Pendakwah, Habib Novel Alaydrus. 

Lanjut ulama asal Surakarta ini mengatakan bahwa hadis di atas merupakan keistimewaan kalau kita punya nama Muhammad atau Ahmad.

"Maka kalau anak kita ada namanya Muhammad atau Ahmad, nama itu sendiri telah menjadi syafaat," ungkapnya.

Di mana itu disebutkan oleh Rasulullah SAW (Shallallahu’alaihi Wasallam) dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Rofi'i.

"Kata Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam barangsiapa lahir anak laki atau punya anak laki-laki, kemudian dia namakan anaknya itu Muhammad,"

"Cinta kepadaku dan ingin mengambil berkah dariku, maka dia dan bayinya itu (anaknya) masuk surganya Allah SWT," ucap jelaskan Habib Novel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda.

"Siapa yang punya tiga anak, kemudian tidak menamakan salah satu anaknya dengan nama Muhammad, maka dia telah meninggalkan aku," baca Habib Novel Alaydrus dalam Hadis. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT