News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kalau Belum Tidur Sudah Bolehkah Lakukan Shalat Tahajud? Syekh Ali Jaber Pernah Bilang Akan Lebih Baik Bila…

Ketika seseorang yang baru memulai untuk merutinkan shalat tahajud, pasti merasa berat saat akan melakukannya pertama kali. Bolehkah dilakukan sebelum tidur?
Selasa, 2 Januari 2024 - 20:14 WIB
Syekh Ali Jaber jelaskan lakukan mengenai shalat tahajud
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Ketika seseorang yang baru memulai untuk merutinkan shalat tahajud, pasti merasa berat saat akan melakukannya pertama kali. 

Awalnya pasti belum terbiasa untuk mengerjakan shalat tahajud pada sepertiga malam, salah satu alasannya yaitu sulit untuk bangun dari tidur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, bagi orang yang mengerjakan shalat tahajud di sepertiga malam akan mendapatkan kemuliaan yang begitu dahsyat.

Tak sedikit orang yang waktunya terlewat lantaran bangun kesiangan dan terbangun ketika memasuki waktu subuh.

Sebab, banyak yang beranggapan bahwa shalat tahajud harus tidur dulu. Kemudian waktu tahajud terlewat karena bangun kesiangan.

Untuk menyiasatinya banyak dari mereka yang memutuskan untuk tidak tidur sebelum shalat tahajud. 

Lalu, benarkah shalat tahajud harus didahulukan dengan tidur?

Seorang pendakwah, Syekh Ali Jaber menjelaskan mengenai hal tersebut, seperti apa penjelasannya? simak informasinya berikut ini.

Menurut Syekh Ali Jaber pada video dari kanal YouTube Syekh Ali Jaber, menjelaskan mengenai shalat tahajud.


Syekh Ali Jaber. (Ist)

Syekh Ali Jaber pernah menerangkan bahwa shalat tahajud itu sebenarnya ringan untuk dikerjakan. Bahkan shalat tahajud tidak perlu dilakukan hingga berpuluh-puluh rakaat.

Sehingga sebenarnya kerjakan shalat tahajud sebenarnya sangat ringan.

"Tahajud tidak harus dua puluh rakaat," ujar Syekh Ali Jaber.

"Dua rakaat lalu ditutup dengan shalat witir sudah dianggap shalat tahajud," lanjutnya.

Lalu bagaimana dengan tidur sebelum shalat tahajud?

Banyak orang yang tidak bisa shalat tahajud karena ketiduran dan ketika bangun sudah masuk waktu subuh.

Karena dianggap shalat tahajud harus tidur dulu maka mereka tidur tapi bangunnya malah kesiangan.

Bagaimana penjelasan Syekh Ali Jaber tentang hal ini?

Syekh Ali Jaber sendiri menyinggung soal anggapan bahwa shalat tahajud harus tidur walau hanya menutup mata sebentar.

"Ada orang bilang, harus tidur dulu walaupun hanya tutup mata sebentar lalu dibuka lagi, ini ilmu baru di Indonesia," kata Syekh Ali Jaber.

"Saya pernah share satu video, ada komentar dari jemaah, Shalat tahajud harus tidur dahulu, walaupun hanya tutup mata sebentar lalu buka lagi," lanjutnya.

Kemudian Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa shalat malam atau tahajud itu tidak harus tidur terlebih dahulu.

"Dan shalat tahajud atau shalat malam pun tidak harus tidur terlebih dahulu," jelas Syekh Ali Jaber.

Semua kembali pada kemampuan masing-masing, apakah terbiasa dan mampu untuk tidur dulu atau tidak.

Karena terkadang ada yang sulit bangun shalat tahajud jika sudah tidur.

Walau begitu, Syekh Ali Jaber tetap mengatakan bahwa yang lebih afdol adalah yang tidur dulu sebelum shalat tahajud.

"Kembali kepada kemampuan. Ada yang biasa tidur, lalu bangun tengah malam, sepertiga malam terakhir itu lebih afdol," terang Syekh Ali Jaber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara jika memang tidak sanggup bangun apabila sudah tidur, maka Syekh Ali Jaber menganjurkan untuk kerjakan shalat tahajud terlebih dahulu daripada tidak sama sekali.

"Tapi ada yang tau dirinya, kalau dia tidur mana bisa bangun, daripada tidak melaksanakan sholat tahajud malam itu, karena ketiduran, mending shalat dulu," lanjutnya. (far/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT