Di Hari Jumat, Perempuan Shalat Dzuhur Harus Nunggu Shalat Jumat Selesai atau Langsung? Ternyata Kata Buya Yahya...
- YouTube
tvOnenews.com - Pada hari Jumat, kapan waktu shalat dzuhur bagi wanita, apakah harus menunggu shalat Jumat selesai?
Atau boleh wanita langsung shalat dzuhur tanpa harus menunggu shalat Jumat selesai dilaksanakan?
Perhatikan baik-baik agar tidak keliru dalam melaksanakan shalat dzuhur di hari Jumat.
Karena biasanya ada keraguan untuk melakukan shalat dzuhur di hari Jumat karena menganggap harus menunggu shalat Jumat selesai.
![]()
Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, berikut penjelasan Buya Yahya tentang kapan waktu wanita shalat dzuhur di hari Jumat.
Terkait dengan hal ini, Buya Yahya menjelaskan terlebih dahulu ada dua jenis halangan orang yang tidak wajib shalat Jumat.
"Orang yang tidak wajib shalat Jumat ada dua udzurnya," jelas Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, ada halangan yang bersifat abadi, ada juga halangan yang sifatnya sementara atau bisa hilang.
"Ada udzur abadi, udzur yang bisa hilang," kata Buya Yahya.
Di antara udzur abadi atau yang tidak akan hilang adalah karena dirinya seorang perempuan yang tentu tidak akan mungkin berubah menjadi laki-laki.
"Udzur yang enggak akan berubah, contohnya wanita selamanya akan menjadi perempuan, enggak akan berubah jadi laki-laki," tegas Buya Yahya.
"Selagi perempuan, sampai kapanpun dia tidak wajib Jumatan," lanjutnya.
Maka beda hukumnya dengan orang yang sedang sakit karena masih ada peluang sakitnya bisa sembuh.
"Beda dengan orang yang sakit, sakit bisa sembuh atau tidak," kata Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, jika halangannya bersifat sementara seperti penyakit, maka dianjurkan shalat dzuhur menunggu shalat Jumat selesai.
Dengan harapan sakitnya sembuh ketika masih berlangsung shalat Jumat sehingga ia bisa langsung bergabung.
"Kalau si sakit, maka hendaknya menunggu shalat Jumat berakhir baru dia melakukan shalat dzuhur," jelas Buya Yahya.
Lain hal dengan perempuan, karena selamanya ia tetap perempuan maka beda hukumnya dengan orang yang sakit.Ā
"Tapi kalau perempuan, enggak akan berubah jadi laki-laki, maka mulai adzan boleh shalat dzuhur, anda boleh adzan langsung shalat dzuhur," ujar Buya Yahya.
Load more