Ibadah Tidak Akan Sah Jika Mandi Junub Salah, Ini Cara Sesuai Sunnah yang Dibagikan oleh Ustaz Abdul Somad
- Istimewa/Tangkapan Layar YouTube
Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya menjelaskan tata cara mandi junub sesuai sunnah.
Mandi junub adalah mandi wajib yang harus dilakukan oleh seorang Muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar.
Mandi junub dilakukan jika ada sesuatu yang keluar dari lubang kemaluan baik sengaja atau tidak sengaja.
Ilmu tentang mandi jubub sangat penting untuk diketahui setiap umat Islam karena menyangkut sah atau tidaknya ibadah lainnya.
Hal ini karena untuk melakukan shalat, maka seorang Muslim haruslah bersih dari hadas besar maupun kecil.
![]()
Ibadah Tidak Akan Sah Jika Mandi Junub Salah, Ini Cara Sesuai Sunnah yang Dibagikan oleh Ustaz Abdul Somad (Sumber: istockphoto.com)
Di antara penyebab seseorang harus melakukan mandi junub adalah karena mengeluarkan mani dari alat kelaminnya, atau selesai masa haid dan nifas.
Agar tidak keliru, dan ibadah lainnya sah, simak tata cara mandi junub sesuai sunnah yang dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad berikut ini.
Menurut penjelasan Ustaz Abdul Somad, dalam mandi junub yang terpenting adalah membasahi semua anggota tubuh secara sempurna.
"Asal semua sudah basah, sah," jelas Ustaz Abdul Somad, dikutip tvOnenews.com pada Minggu (28/1/2024) edari kanal YouTube CAHAYA ISLAM.
Dengan basahnya seluruh tubuh dan diawali dengan niat mandi wajib, maka itu sudah dianggap sebagai mandi junub.
![]()
Ibadah Tidak Akan Sah Jika Mandi Junub Salah, Ini Cara Sesuai Sunnah yang Dibagikan oleh Ustaz Abdul Somad (Sumber: ANTARA/Shutterstock/Maridav)
Untuk urutan bagian tubuh yang harus dibasahi terlebih dahulu, Ustaz Abdul Somad menyebut bahwa bebas dan tidak terikat di salah satu bagian tubuh dalam mandi junub.
"Yang mana duluan basah? terserah," ujarnya.
Kemudian Ustaz Abdul Somad memberi contoh jika seseorang ingin mandi junub maka bisa melakukannya dengan langsung menceburkan diri ke sungai atau kolam renang dengan diawali niat mandi wajib.
"Kalau cerita rukunnya saja yang penting semua basah," jelasnya.
Namun jika ingin melakukan mandi junub dengan sempurna dan lengkap dengan sunnah-sunnahnya, maka ada urutan yang harus dilalui.
"Pertama kali basuh tangan," kata Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad menyebutkan bahwa perlu membasuh tangan terlebih dahulu sebelum memulai mandi junub agar kotoran-kotoran lainnya bisa hilang.
Setelah itu, basuhlah kemaluan dengan air yang suci dan mensucikan.
Lanjutkan dengan berwudhu layaknya wudhu untuk sholat.
Selanjutnya bisa basahi sedikit demi sedikit bagian tubuh dan lanjutkan ke bagian yang lainnya.
"Basahi kaki sebelah kanan, sampai ke mata kaki, sampai ke betis, sampai ke lutut, sampai ke pinggang, sampai ke perut, sampai basah," jelas Ustaz Abdul Somad.
Kenapa tidak boleh langsung mengguyur tubuh saat mandi junub?
Ternyata ada hikmahnya mengikuti tata cara mandi junub sesuai sunnah kata Ustaz Abdul Somad.
Di antaranya adalah menghindari bahaya stooke karena langsung mengguyur kepala saat mandi junub bisa membuat darah mengalir cepat ke kepala.
Namun jika dilakukan secara bertahap sesuai sunnah, itu jauh lebih aman dan potensi stroke bisa dihindari menurut Ustaz Abdul Somad.
Niat Mandi Junub
![]()
Ibadah Tidak Akan Sah Jika Mandi Junub Salah, Ini Cara Sesuai Sunnah yang Dibagikan oleh Ustaz Abdul Somad (Sumber: Pixabay)
Adapun lafadz niat dalam mandi junub adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala
Artinya:
"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Sunnah Mandi Junub
Ada sejumlah kesunnahan yang bisa dilakukan saat melaksanakan mandi junub.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah, di antaranya adalah sebagaimana berikut:
1. Membasuh tangan hingga tiga kali.
2. Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.
3. Berwudhu dengan sempurna.
4. Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu melakukan niat menghilangkan hadats besar.
5. Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali.
7. Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali.
8. Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya).
9. Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, kalau pun tersentuh, sebaiknya berwudhu lagi.
Dalil yang Mewajibkan Mandi Junub
![]()
Ibadah Tidak Akan Sah Jika Mandi Junub Salah, Ini Cara Sesuai Sunnah yang Dibagikan oleh Ustaz Abdul Somad (Sumber: istockphoto.com)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكٰرٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْا ۗوَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا
Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā taqrabuṣ-ṣalāta wa antum sukārā ḥattā ta‘lamū mā taqūlūna wa lā junuban illā ‘ābirī sabīlin ḥattā tagtasilū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a falam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum, innnallāha kāna ‘afuwwan gafūrā(n).
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati shalat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
Itulah cara mandi junub yang sebaiknya diketahui oleh setiap Muslim.
Disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam, agar Anda senantiasa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.
Wallahu’alam
(far/put)
Load more