GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Israel Hancurkan Seluruh Universitas di Gaza

Pada 2015, pakar lingkungan Palestina Abeer al-Butmeh dan organisasinya menemukan banyak jejak bahan kimia di lahan pertanian Gaza.
Sabtu, 16 Maret 2024 - 04:21 WIB
Warga Palestina dengan gerobak yang ditarik hewan mengambil air dari tempat desalinasi air di Jalur Gaza (27/10/2023).
Sumber :
  • ANTARA

Istanbul, tvOnenews.com - Pada 2015, pakar lingkungan Palestina Abeer al-Butmeh dan organisasinya menemukan banyak jejak bahan kimia di lahan pertanian Gaza.

Hal itu terjadi karena pada tahun sebelumnya Israel melancarkan perang selama 50 hari di Gaza, yang menewaskan sedikitnya 2.251 warga Palestina saat mereka membombardir wilayah kantong tersebut.

Al-Butmeh dan rekan-rekannya dari jaringan LSM Lingkungan Palestina - Friends of Earth Palestine (PENGON-FoE Palestine) melakukan analisis dampak lingkungan di Gaza dan menemukan banyak daerah yang menjadi sasaran rudal dan bom Israel menjadi "tidak subur dan membutuhkan rehabilitasi intensif."

Mereka juga mendapati kualitas udara di sebagian besar kawasan menurun karena partikel dan bahkan timbal, sementara jumlah hewan dan burung liar pun berkurang.

Serangan hama, hewan pengerat, dan serangga juga banyak ditemukan di beberapa daerah, dan para nelayan melaporkan penurunan jumlah ikan tertentu dan kenaikan populasi dari spesies lainnya.

Mengenai kualitas air, para ahli tersebut memperingatkan akan ada polusi logam berat pada masa depan.

"Kami menemukan bahwa sebagian besar lahan pertanian menjadi tidak subur untuk digunakan. Jadi, serangan ini mencemari air, merusak pertanian, dan keanekaragaman hayati," kata Butmeh dalam wawancara kepada Kantor Berita Anadolu.

Sepuluh tahun kemudian, ketika Israel melancarkan serangan paling mematikan di Gaza, aktivis Palestina itu khawatir akan ada konsekuensi yang lebih parah dan berjangka panjang terhadap lingkungan di wilayah tersebut.

"Dampak perang ini akan berlangsung sangat lama," kata dia, berbicara tentang penggunaan senjata dan artileri dalam jumlah besar oleh Israel dan menyebutnya sebagai "tindakan yang paling kejam."

Diperkirakan, Israel, yang dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, telah menjatuhkan lebih dari 65.000 ton bahan peledak di Gaza sejak 7 Oktober tahun lalu.

Tentara Zionis telah menewaskan lebih dari 31.300 warga Palestina, melukai lebih dari 73.100 lainnya, dan meluluhlantakkan daerah kantong tersebut.

"Mereka menargetkan Gaza dengan bom dan senjata lainnya. Mereka menggunakan senjata ilegal dan terlarang seperti fosfor putih. Jadi mereka telah merusak seluruh elemen kehidupan," kata Butmeh.

Dampak dari ribuan ton bahan kimia yang menembus air tanah dan tanah itu sendiri tidak terbayangkan, kata dia.

Peringatan yang sama datang dari David Boyd, pelapor khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Lingkungan Hidup, yang mengatakan kepada Anadolu bahwa "operasi militer di Gaza mempunyai konsekuensi yang sangat buruk bagi iklim dan lingkungan."

Hal itu termasuk "polusi karbon dalam jumlah besar, polusi udara, air, dan tanah, dan memaparkan warga Palestina pada berbagai macam zat beracun," katanya.

Juga akan ada dampak buruk dari "energi dan material yang digunakan, serta polusi dan emisi yang dihasilkan dalam produksi dan penggunaan kendaraan serta senjata militer," ia menambahkan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jay Idzes Cs Dapat Pujian Legenda Italia usai Bawa Sassuolo Raih Kemenangan Perdana di Serie A

Jay Idzes Cs Dapat Pujian Legenda Italia usai Bawa Sassuolo Raih Kemenangan Perdana di Serie A

Jay Idzes tampil penuh saat Sassuolo meraih kemenangan perdana di Serie A musim ini. Performa tim asuhan Alberto Aquilani pun dapat apresiasi dari sang pelatih.
Waspada Dampak Nyata Karhutla pada Anak-anak sampai Lansia

Waspada Dampak Nyata Karhutla pada Anak-anak sampai Lansia

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Sebab wilayah yang mengalami pun bertambah.
Bukan Jay Idzes, Pelatih Sassuolo Terpesona dengan Pemain Ini saat Kalahkan Torino 2-1 di Liga Italia

Bukan Jay Idzes, Pelatih Sassuolo Terpesona dengan Pemain Ini saat Kalahkan Torino 2-1 di Liga Italia

Jay Idzes tampil penuh saat Sassuolo meraih kemenangan perdana di Serie A musim ini. Namun, Alberto Aquilani justru memberi sorotan khusus kepada sosok berbeda.
Elkan Baggott Main, Pelatih Millwall FC Murka Usai Dihancurkan Southampton 5-1: Sangat Mengecewakan

Elkan Baggott Main, Pelatih Millwall FC Murka Usai Dihancurkan Southampton 5-1: Sangat Mengecewakan

Pelatih Millwall FC, Alex Neil, kecewa setelah anak asuhnya dihantam Southampton 1-5. Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, turut tampil dalam laga tersebut.
Emil Dardak Kembali Terpilih Jadi Ketua DPD Demokrat Jatim, AHY Minta Kader Mulai Panasi Mesin Pemilu 2029

Emil Dardak Kembali Terpilih Jadi Ketua DPD Demokrat Jatim, AHY Minta Kader Mulai Panasi Mesin Pemilu 2029

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta para kader partai Demokrat, khususnya di Jawa Timur agar mulai memanasi mesin Pemilu 2029
Ada Peran Pemain Naturalisasi Indonesia yang Buat Top Skor Liga Swedia Mantap Gabung Persija

Ada Peran Pemain Naturalisasi Indonesia yang Buat Top Skor Liga Swedia Mantap Gabung Persija

Penyerang anyar Persija, Alex Thomas Jeremejeff, ungkap alasan dirinya gabung Macan Kemayoran. Ternyata ada peran pemain naturalisasi Indonesia, Cyrus Margono,

Trending

Nikita Mirzani Menang Banding Lawan Reza Gladys, Ini 7 Fakta yang Terungkap!

Nikita Mirzani Menang Banding Lawan Reza Gladys, Ini 7 Fakta yang Terungkap!

Setelah sebelumnya kalah di tingkat pertama, Nikita Mirzani kini mendapatkan hasil berbeda dalam proses banding perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH).
Febrie Adriansyah Bantah Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian

Febrie Adriansyah Bantah Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian

Hakim praperadilan mengatakan ada bukti berita acara pemeriksaan atau potongan keterangan dari Tan Kian terkait pemberian uang kepada seseorang bernama Ferry.  
Kabar Duka, Pembalap Malaysia Farres Putra Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Malaysian Cub Prix 2026

Kabar Duka, Pembalap Malaysia Farres Putra Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Malaysian Cub Prix 2026

Dunia motorsport Malaysia tengah berduka setelah pembalap muda Farres Putra Mohd Fadhill meninggal dunia akibat kecelakaan dalam ajang Malaysian Cub Prix 2026.
Jadwal Final AVC Women's Continental 2026: Ada Timnas Voli Putri China Vs Thailand Berebut Gelar Juara

Jadwal Final AVC Women's Continental 2026: Ada Timnas Voli Putri China Vs Thailand Berebut Gelar Juara

Jadwal final AVC Women's Continental 2026, di mana ada sejumlah laga seru. Salah satunya Timnas Voli Putri China akan berhadapan dengan Thailand di perebutan gelar juara.
Kata-kata Shin Tae-yong Usai Persija Jakarta Libas Brisbane Roar Empat Gol Tanpa Balas

Kata-kata Shin Tae-yong Usai Persija Jakarta Libas Brisbane Roar Empat Gol Tanpa Balas

Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena diraih dalam malam peluncuran tim dan jersey anyar Persija. Jakarta International Stadium (JIS) menjadi panggung bagi pasukan Shin Tae-yong untuk memperlihatkan hasil persiapan mereka menuju musim baru.
Ingin Kawinkan Juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup, Kim Sang-sik Resmi Lepas Skuad Vietnam di Asian Games

Ingin Kawinkan Juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup, Kim Sang-sik Resmi Lepas Skuad Vietnam di Asian Games

Juru taktik asal Korea Selatan itu memilih fokus menangani timnas senior yang akan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Kim Sang-sik ingin mengawinkan gelar juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. 
Belum Terlambat untuk Tinggi dan Bergizi: Kisah Akhtar Melawan Stunting di Lereng Puncak Bogor

Belum Terlambat untuk Tinggi dan Bergizi: Kisah Akhtar Melawan Stunting di Lereng Puncak Bogor

Program Japfa for Kids hadir membantu mengatasi stunting & masalah gizi di SDN 01 Megamendung lewat sebutir telur setiap hari & 4 pilar gizi seimbang. Akhtar ..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT