Kapan Lailatul Qadar? Ini 17 Pendapat Ulama Mengenai Prediksi Jatuhnya Malam Seribu Bulan Itu
- pixabay
Malam Lailatul Qadar dikatakan jatuh pada tanggal ganjil pada sepuluh akhir bulan Ramadhan.
Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas.
Pendapat Ketiga Belas
Pendapat berikutnya menyatakan bahwa Malam Lailatul Qadar jatuh pada malam "الأشفاع".
Imam Al-Hasan berkata,
“Pada malam ke-24 matahari terangkat ke atas selama dua puluh tahun, kemudian aku melihatnya terbit berwarna putih tanpa disertai sinar yang mencorong yaitu sinar yang banyak.”
Pendapat Keempat Belas
Pendapat keempat belas menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-26.
Pendapat ini didasarkan sebagian hadis.
Pendapat Kelima Belas
Malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-15.
Hal itu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Al-Arabi di sebagian kitabnya.
Pendapat Keenam Belas
Malam Lailatul Qadar dikatakan jatuh pada malam ke-15 di bulan Sya’ban.
Hal ini sebagaimana yang diceritakan oleh "سند بن عنان" orang yang mengemukakan pendapat ini berdalih dengan firman Allah surah Ad-Dukhan ayat 4.
Berikut bunyi ayat itu.
“Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”.
Pendapat Ketujuh Belas
Pendapat yang terakhir mengatakan ketika malam Lailatul Qadar jatuh pada hari di tahun ini, maka ia pun akan jatuh lagi di bulan yang selanjutnya.
Pendapat ini dinisbatkan kepada Abdullah bin Mas’ūd.
Itulah 17 pendapat mengenai prediksi jatuhnya malam Lailatul Qadar.
Dalam kitab yang berjudul Jana Al-Jannatain Fi Syarafi Al-Lailatain, Syaikh Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad ibn Marzuq at-Tilmasani yang wafat tahun 781 H, memaparkan bahwa banyaknya perbedaan pendapat mengenai penentuan jatuhnya malam Lailatul Qadar karena banyaknya hadis mengenai itu.
Wallahu’alam
(Tulisan ini yang dilansir dari tulisan santri Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Maulana Faqih)
Load more