Padahal Imam Tegas Baca Qunut saat Shalat Subuh Berjamaah, tapi Ada Makmum Tidak Ikut Qunut, Sahkah Shalatnya? Ustaz Adi Hidayat Jawab Tegas, Ternyata...
- Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Perbedaan membaca doa qunut dalam shalat subuh sudah menjadi hal yang familiar bagi umat Islam.
Ada yang shalat subuhnya membaca doa qunut, dan ada yang percaya tidak membaca doa qunut dalam shalat subuh.
Perbedaan tersebut dikarenakan bedanya mazhab yang diikuti. Mazhab Ahmad bin Hanbal menyebutkan doa qunut hanya dilakukan pada momen nazilah, yaitu ketika umat muslim dilanda musibah.
![]()
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang hukum shalat subuh dengan qunut dan tanpa qunut. Sumber: Adi Hidayat Official
Sedangkan bagi kalangan bermazhab Syafi’i, seperti yang kebanyakan diamalkan di Indonesia, membaca doa qunut dalam shalat Subuh termasuk sunnah ab’adl.
Doa qunut dalam shalat subuh sendiri dibaca sambil berdiri tegak setelah rukuk pada rakaat terakhir shalat.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, perbedaan membaca doa qunut dalam shalat subuh itu memang berbeda-beda kesimpulan. Ada yang mempraktekkan, dan ada yang tidak.
Meski berbeda, namun tidak ada yang menyebutkan bahwa membaca doa qunut termasuk bid'ah.
"Tentang qunut, Nabi mengajarkan qunut, ada yang mempraktekkan dan ada yang tidak. Beda kesimpulan," kata Ustaz Adi Hidayat.
Di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW juga berbeda-beda, sebagian sahabat ada yang melihat Nabi SAW shalat menggunakan qunut dan ada yang tidak.
"Sebagian sahabat tidak qunut, Annas tidak qunut, tapi Ibnu Umar qunut, dua-duanya sahabat. Turun ke bawahnya, ada yang mempraktekkan dan ada yang tidak," kata Ustaz Adi Hidayat.
"Imam Abu Hanifah tidak qunut, Imam Malik qunut, qunutnya sebelum rukuk. Imam Syafi'i qunut, qunutnya ba'da rukuk. Imam Ahmad bin Hambal ambil tengah-tengah, qunut nazilah saja. Tidak ada yang mengatakan yang qunut bid'ah," sambungnya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, banyak orang sekarang yang mengatakan bahwa qunut itu bid'ah dan sesat, padahal dirinya bukan dari kalangan sahabat Rasulullah SAW.
Dan mengenai shalat berjamaah, makmum diharuskan mengikuti gerakan yang dilakukan oleh imam. Jika ada orang yang tidak mengikuti gerakan imam, maka ia menyalahi kaidah shalat.
"Kata Nabi SAW, dijadikan imam untuk diikuti. Imam rukuk, Anda rukuk. Imam sujud, Anda sujud. Jangan imam rukuk, Anda sujud," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Apabila imam membaca doa qunut, maka makmum juga harus mengikuti imam, yaitu mengaminkan setiap doa qunut yang dibacakan oleh imam.
"Imam qunut, Anda ikut qunut di belakang, karena imamnya qunut. Qunutnya imam beda dengan makmum. Imam katakan Allahummah dini fiiman hadaid, makmum katakan Aamiin. Dia mengatakan doanya, Anda mengaminkannya," kata Ustaz Adi Hidayat.
Sementara untuk masalah mengangkat tangan atau tidak, itu perbedaan yang boleh diyakini masing-masing orang.
"Masalah Anda mengangkat tangan atau tidak, itu perbedaan lain. Tapi Anda ikuti. Jangan sampai imam qunut, Anda tidak," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Begitu juga sebaliknya, apabila imam tidak menggunakan qunut, maka makmum juga tidak qunut.
"Kalau imam tidak qunut pun, makmum juga tidak qunut. Jangan terlampaui shaleh. Imam sudah salam, ini sujud syahwi. Ngapain?" kata Ustaz Adi Hidayat.
"Jadi kalau Anda bermakmum di belakang imam yang tidak qunut, Anda nggak usah qunut. Jangan qunut sendirian," tambahnya.
Ustaz Adi Hidayat menghimbau untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa sahabat mengamalkan apa yang disaksikan langsung dari Nabi Muhammad SAW.
"Sahabat itu akan mengamalkan apa yang disaksikan langsung dari Nabi jika Anda menyaksikan. Perkara sahabat menyampaikan berbeda, itu dihormati oleh mereka. Tapi mereka tetap akan mengamalkan apa yang dilihatnya," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Dalam kasus perbedaan qunut ini pun, jika ada yang menyebut bid'ah, hal itu bukan bid'ah yang maksudnya menilai bahwa perbuatan itu menyimpang dari ketentuan agama.
Maksud hadits yang menyebutkan tersebut adalah sahabat tidak pernah melihat itu langsung selama shalat di belakang Nabi.
"Karena mereka shalat di belakang, saat Nabi tidak qunut. Tapi ada yang melihat shalat di tempat lain dan qunut," ujar Ustaz Adi Hidayat.
(Gwn)
Load more