News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nemu Uang di Jalan Sebaiknya untuk Sedekah ke Masjid atau Buat Pribadi? Ternyata Kata Buya Yahya yang Benar...

Bagaimana hukumnya dalam Islam jika menemukan uang di jalan, apakah sebaiknya digunakan untuk sedekah atau buat pribadi saja? Buya Yahya jelaskan kaidahnya.
Senin, 15 April 2024 - 12:46 WIB
Buya Yahya, hukum menemukan uang di jalan
Sumber :
  • youtube

tvOnenews.com - Apa yang harus dilakukan jika menemukan uang di jalan, sebaiknya untuk sedekah ke masjid atau boleh diambil.

Ketika sedang berada di jalan, ada banyak kemungkinan menemukan berbagai macam benda, termasuk uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulai dari pecahan kecil hingga yang besar nominalnya, uang bisa saja tercecer di jalanan.

Mungkin uang itu terjatuh atau tertiup angin sehingga berada di jalan.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan dengan uang tersebut?

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, berikut penjelasan Buya Yahya tentang hukum menemukan uang di jalan.

Berkaitan dengan masalah ini, Buya Yahya mengingatkan tentang prinsip dasar yang harus ditanamkan dalam diri seorang muslim.

"Yang pertama yang harus kita tanamkan di hati kita, di hati anak-anak kita, jangan biasa menginginkan sesuatu yang bukan milik kita," ujar Buya Yahya.

"Itu yang pertama dan utama," lanjutnya.

Jangan sampai mengajarkan kepada anak mengambil apa yang bukan haknya.

Walaupun barangnya seolah tidak ada yang punya, tapi sesungguhnya itu pasti ada pemiliknya, hanya saja belum diketahui siapa.

"Kita tidak ingin mendidik anak-anak kita tamak, oh ini enggak ada yang punya, biarpun enggak ada yang punya sebenarnya ada yang punya cuma kita enggak tahu siapa yang punya," kata Buya Yahya.

"Biarpun kecil jangan bilang enggak ada yang punya, enggak boleh, bukan milik kita, kita latih anak kita untuk itu," lanjutnya.

Jika kebiasaan mengambil barang yang bukan miliknya ini dibiarkan, maka semakin lama akan menjadi kejahatan yang besar.

"Sebab jadi perampok gede itu enggak langsung, belajar dari kecil, pencuri gede dari kecil dulu, nyuri kancing baju, berkembang akhirnya nyuri gedung," ujar Buya Yahya.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan jika menemukan uang di jalan?

"Kalau kita menemukan sesuatu, ada dua, sesuatu yang gede dan sesuatu yang kecil," kata Buya Yahya.

Jika menemukan sesuatu yang kecil, maka umumkanlah terlebih dahulu sebelum akhirnya menggunakan barang tersebut.

"Sesuatu yang kecil bisa saja kita umumkan sesaat lalu kita manfaatkan asalkan mengumumkannya yang mungkin orangnya ada di situ," terang Buya Yahya.

"Diumumkan beneran, siapa yang kehilangan pulpen ini, semuanya diperkirakan mendengar," lanjutnya.

Baru boleh menggunakan benda tersebut jika memang tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya, namun harus dipastikan cara mengumumkannya sudah tepat.

"Kalau sudah tidak ada yang mau bisa dipakai, ngumunkannya di kamar mandi ya enggak ada yang tahu, enggak boleh," ujar Buya Yahya.

Lain hal jika menemukan benda yang besar atau bernilai tinggi, seperti uang.

Menurut Buya Yahya, jika kasusnya adalah uang yang ditemukan maka harus diumumkan selama setahun terlebih dahulu.

"Kalau berat, sekiranya orang pasti mencarinya, (uang) jutaan dan sebagainya, maka sebagian ulama menjelaskan satu tahun diumumkan," jelas Buya Yahya. 

Buya Yahya menjelaskan lebih lanjut tata cara mengumumkan barang yang ditemukan.

"Setiap hari di minggu pertama, di tempat keramaian di depan masjid, bukan di dalam masjid, atau di pasar, keramaian di tempat itu," terang Buya Yahya.

"Setiap hari di minggu pertama, setiap minggu di bulan pertama, baru setelah itu sebulan sekali sampai berputar satu tahun sampai ketemu hari raya kan umum orang," lanjutnya.

Namun tidak perlu dijelaskan berapa nominal pasti uang tersebut atau rinciannya untuk menghindari adanya orang yang mengaku-ngaku.

"Jangan diterangkan sifatnya secara sempurna supaya tidak ada orang bohong datang," ujar Buya Yahya.

Jika ternyata pemiliknya tidak datang, maka boleh uang itu digunakan.

"Setelah mereka tidak ada yang datang, maka kita boleh memanfaatkan, bukan milik kita," ujar Buya Yahya.

Akan tetapi, jika kemudian pemiliknya akhirnya datang maka tetap harus mengembalikan uang tadi walaupun sudah habis digunakan.

"Kalau suatu ketika tiba-tiba orangnya datang sudah terlanjur habis, ganti kita, tetap berat," jelas Buya Yahya.

"Maka paling enak adalah jangan dimanfaatkan, jangan digunakan," lanjutnya.

Menurut Buya Yahya, yang lebih aman adalah langsung diserahkan ke pihak keamanan seperti polisi atau satpam sehingga terbebas dari beban tanggung jawab jika menemukan uang di jalan.

"Tapi untuk menyelamatkan, bisa saja anda ambil anda serahkan ke keamanan, apakah kepolisian atau siapa saja, anda terbebas dari beban," kata Buya Yahya.

"Nanti bisa dipercaya enggak, bukan urusanmu, yang penting jangan biasakan engkau menyimpan sesuatu yang bukan milikmu takut keburu mati diwaris anak, naudzubillah," lanjutnya.

Selain itu, boleh juga dipakai untuk sedekah ke masjid tapi tetap harus dikembalikan jika pemiliknya datang.

"Anda langsung sedekah ke masjid, tapi ketika pemiliknya datang maka tetap wajib dikembalikan," ujar Buya Yahya.

"Anda langsung berikan ke masjid, infaq, ada duit 200 terbang daripada masuk ke selokan enggak berguna, ambil saya masukan ke kotak amal bagus," lanjutnya.

Dengan cara ini, maka menurut Buya Yahya bisa dapat pahala sedekah.  

"Cuma catat, tanggal begini begini saya masukan kotak amal kalau suatu ketika yang punya itu nyari, anda ganti," kata Buya Yahya.

"Tapi biarpun ganti anda dapat pahala, sudah infaq," lanjutnya.

Wallahua'lam.

(far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT