Memang Boleh Kerjakan Shalat Isya Lebih dari Jam 12 Malam? Ustaz Adi Hidayat Tegaskan Batas Akhir Waktu yang Dianjurkan...
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Shalat Isya memiliki keutamaan agar dosa seorang Muslim dihapus oleh Allah SWT.
Shalat Isya juga mempunyai manfaat seseorang bisa mendapat pahala sebanyak 27 derajat.
Shalat Isya menjadi salah satu ibadah fardhu terakhir dalam satu hari dilakukan setelah waktu Maghrib.
Bagi seseorang mendapat keutamaan pahala yang besar, shalat Isya sebaiknya dilakukan di awal waktu setelah azan dikumandangkan muadzin.
Namun, masih banyak yang sengaja menunda shalat Isya dilakukan pada tengah malam sekitar jam 12 malam hingga akhir waktu.
![]()
Ilustrasi waktu pelaksanaan shalat Isya lebih dari jam 12 malam. (Pixabay)
Lantas, bolehkah seorang Musli mengerjakan shalat Isya lewat dari jam 12 malam atau akhir waktu sebelum Subuh? Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan hal ini.
Seperti apa Ustaz Adi Hidayat menjelaskan pelaksanaan shalat Isya jika dikerjakan tengah malam? Mari simak penjelasannya di sini agar tidak salah tafsir!
Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menerangkan batas waktu shalat Isya.
UAH mengatakan bahwa, waktu pelaksanaan shalat Isya sudah diatur dan mutlak dijelaskan dalam Al Quran.
Sesuai dalil dalam Al Quran melalui Surah An-Nisa ayat 103 yang menjelaskan ketentuan waktu shalat fardhu, Allah SWT berfirman:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin." (QS. An-Nisa, 4:103)
Fa izaa qadaitumus-salaata fazkurullaaha qiyamaw wa qu‘uudaw wa ‘alaa junuubikum, fa izatma'nantum fa aqiimus-salaah, innas-salaata kaanat ‘alal-mu'miniina kitaabam mauquutaa.
Ia menjelaskan waktu shalat Isya sebagai tanda bahwa sudah penghujung malam hari atau bentuk ibadah terakhir dalam satu hari.
Maka dari itu ia menyampaikan bahwa, batas akhir waktu shalat Isya saat fajar mulai terbit atau batas akhir malam hari.
"Jadi, kalau fajar muncul, lail (malam) habis," ungkapnya.
Jika berpacu pendapat UAH bahwa, batas akhir waktu saat terbitnya fajar maka ibadah fardhu terakhir itu boleh dilakukan di atas jam 12 malam.
UAH menyarankan bagi seseorang yang menunaikan Isya di atas jam 12 malam sebaiknya disambung dengan shalat tahajud.
Pasalnya, banyak yang sengaja meniatkan shalat Isya pada pertengahan malam setelah tidur dari waktu Isya.
Setelah itu mereka langsung menyambungkan ibadahnya dengan tahajud setelah mengerjakan Isya.
Tujuannya agar tidak meninggalkan shalat tahajud setiap harinya dengan cara sengaja ibadah Isya di pertengahan malam atau akhir batas waktu.
"Kalau Anda biasa tahajud, takut ketinggalan tahajud, boleh shalat isyanya diakhirkan," jelasnya.
UAH pun mendukung cara tersebut jika memang benar-benar selalu mengamalkan tahajud supaya pahalanya berkali lipat dan bisa memperoleh derasnya aliran rezeki.
"Jika Anda ingin menunaikan tahajud dan terbiasa tahajud, maka boleh mengakhirkan shalat Isya tapi dalam batas-batas yang ditoleransi. Tidak terlampaui ke Subuh," tandasnya.
Hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik RA mengenai Rasulullah SAW pernah mengakhiri shalat Isya langsung melakukan amalan tahajud, Rasulullah SAW bersabda:
أَخَّرَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - صَلاَةَ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ ، ثُمَّ صَلَّى
Artinya: "Nabi Muhammad SAW mengakhirkan shalat Isya sampai pertengahan malam, kemudian beliau shalat (tahajud)." (HR Bukhari)
Meski begitu, ia mengingatkan seseorang jangan menunda waktu shalat Isya di akhir waktu.
Sebagai umat Muslim lebih baik melaksanakan shalat Isya tepat waktu agar mendapat keutamaannya dibandingkan akhir waktu sifatnya makruh.
Terutama bagi yang mengerjakan shalat Isya setelah azan dan berjamaah di masjid akan mendapat keutamaan sebanyak 27 kali lipat pahalanya.
Abdullah bin Umar RA meriwayatkan bahwa, umat Muslim yang melaksanakan shalat berjamaah akan mendapat pahala berkali lipat, Rasulullah SAW bersabda:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Artinya: "Derajat shalat berjamaah dua puluh tujuh kali lebih utama daripada shalat sendirian." (HR Bukhari)
Kesimpulannya bahwa, seorang Muslim boleh mengerjakan shalat Isya di atas jam 12 malam atau pertengahan malam agar diharapkan bisa disambungkan dengan tahajud supaya mendapat keutamaan yang banyak.
Jika tafsir di atas belum mendapatkan jawaban Anda, sebaiknya konsultasi dan mendengar kajian dari berbagai ulama, kyai, ustaz, dan tokoh agama.
Supaya Anda bisa mendapat tafsir pelaksanaan shalat Isya dilakukan pada tengah malam dari berbagai perspektif lain.
Wallahu A'lam Bishawab.
(gwn/hap)
Load more