GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menggapai Hakikat Haji Sebelum Pergi ke Tanah Suci

Haji adalah perjalanan spiritual menuju Baitullah (rumah Allah), bukan sekadar bepergian fisik ke suatu titik geografis di Tanah Suci Makkah. Karena itu tidak perlu sampai menghalalkan segala cara untuk bisa pergi ke sana
Senin, 17 Juni 2024 - 04:52 WIB
Umat Islam memadati Jabal Rahmah
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com- Haji adalah perjalanan spiritual menuju Baitullah (rumah Allah), bukan sekadar bepergian fisik ke suatu titik geografis di Tanah Suci Makkah. Karena itu tidak perlu sampai menghalalkan segala cara untuk bisa pergi ke sana, sebab Baitullah yang sesungguhnya ada di dalam qalbu. Karena haji merupakan penyempurnaan penghambaan diri kepada Sang Khalik, maka pastikan dalam melaksanakannya dengan kesadaran rohani yang telah menyala.

Ibadah Haji, rukun Islam kelima, tidak semua umat Islam mampu menunaikannya karena faktor jarak, biaya, dan birokrasi penyelenggaraan yang membuat seseorang harus mengikuti antrean hingga puluhan tahun. Modal punya uang saja, tak serta-merta bisa pergi ke Makkah untuk berhaji karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk kesehatan badan serta (apalagi) terbatasnya kuota.

Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbanyak di dunia. Berdasarkan laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) bertajuk The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2024, jumlah populasi Muslim di Indonesia mencapai 240,62 juta jiwa pada 2023. Angka itu setara 86,7 persen dari total populasi nasional yang berjumlah 277,53 juta jiwa.

Sementara kuota haji Indonesia tahun ini sejumlah 241.000 orang, terdiri atas 213.320 orang haji reguler dan 27.680 orang haji khusus. Ini merupakan kuota haji terbanyak dalam sejarah penyelenggaran ibadah haji Indonesia. Meski begitu, kuota tersebut masih terbilang kecil bila dibanding jumlah antrean yang mencapai 5,3 juta pendaftar.

Obsesi kaum Muslim untuk berhaji sangatlah tinggi, bahkan bukan saja dari kalangan berpunya yang berniat melaksanakannya. Di setiap musim haji, ada saja cerita mengharukan dari kaum papa yang gigih berjuang mengumpulkan uang receh bertahun-tahun demi bisa pergi ke Makkah.

Ada yang berjuang mati-matian untuk dapat menunaikan ibadah haji dengan segala keterbatasannya, namun adapula yang bisa naik haji berkali-kali karena kelimpahan ekonomi yang mungkin "menyerobot" antrean dan mengambil jatah kuota orang lain.

Mengingat masa tunggu jutaan orang yang mengharap dapat berangkat ibadah ke tanah suci, maka haji berkali-kali, meski tidak ada larangan dalam agama, bisa menjadi "dosa sosial besar" karena sikap egoisnya telah menghilangkan kesempatan orang lain untuk beribadah.

Ibadah, bila diniatkan untuk Allah semata, tentu tidak akan dilakukan dengan cara curang karena bisa menodai keutamaannya. Kecuali kepergian haji yang bertujuan meraih prestise atau sekadar berburu gelar. Padahal Nabi Muhammad SAW saja tidak pernah menggunakan gelar "haji", karena memang arti haji secara harfiah adalah pengunjung atau orang yang sengaja mengunjungi (Baitullah), sehingga sebutan itu hanya relevan selama jamaah berada di Makkah.

Konon, tanah suci hanya menerima tamu Allah yang datang dengan niat bersih tanpa embel-embel motivasi duniawi. Jika syarat itu tidak terpenuhi, bisa jadi seorang calon haji memperoleh "teguran" langsung dari Allah melalui berbagai isyarat atau perilaku aneh dan tidak lazim.

Setiap tahun, sekitar 1,8 juta orang Islam dari berbagai negara menunaikan ritual ibadah haji di Makkah al Mukarromah, sepulangnya mereka, khususnya jamaah dari Indonesia, menyandang gelar "haji", namun tidak otomatis setiap anggota jamaah memperolehnya dari Allah SWT alias mabrur.


Esensi haji

Bila anda termasuk orang yang belum sempat berangkat haji atas alasan kemampuan ekonomi atau giliran yang belum datang, jangan berkecil hati, apalagi patah arang, mengingat antrean yang begitu panjang.

Perjalanan haji ke tanah suci adalah ibadah ritual secara syari’ah, di mana kaum Muslim bertamu ke Baitullah dalam wujud fisik, yaitu Ka'bah. Agar dalam ritual itu memperoleh nilai dan esensi, seseorang haruslah hadir dengan kesadaran sepenuhnya, baik badan, pikiran, dan rohaninya saat itu. Tidak ada hal-hal duniawi, seperti pekerjaan, harta benda, kebun atau ternak yang ditinggalkan di rumah sempat terlintas di pikiran, hingga mengganggu kekhusyukan beribadah.

Alangkah ruginya jamaah yang sudah memperoleh kesempatan berangkat ke negeri para rasul itu, namun menyia-nyiakan waktu hanya karena tidak menghadirkan diri seutuhnya. Padahal, ada jutaan orang yang terus berdoa dalam masa tunggunya untuk dapat disegerakan pergi haji.

Bagi anda yang bersungguh-sungguh ingin berhaji, jangan hanya berfokus menunggu panggilan untuk diberangkatkan ke Makkah. Sebelum obsesi itu tercapai, anda pun malah bisa berhaji secara esensi. Kita bisa berhaji kapan saja, tanpa biaya, tanpa ke mana-mana, karena pada hakikatnya rumah Allah amatlah dekat.

Haji bukanlah perjalanan dari Jakarta (atau kota tempat kita tinggal) ke Makkah, melainkan perjalanan meniti ke dalam diri terdalam, sebab Baitullah yang sejati itu ada di dalam qalbu. Seperti Sabda Nabi SAW "Qolbu mukmin Baitullah", qalbu orang yang beriman itu adalah rumah Allah".

Hal ini diperkuat dengan beberapa ayat dalam Al Quran yang seolah menegaskan berkali-kali bahwa Allah itu dekat, bahkan sangat dekat.

Dalam Surat Al Baqarah ayat 186 disebutkan, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat…...".

Kemudian Surat Qaf ayat 16, "....dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya".

Karena qalbu merupakan bagian terdalam dari diri kita, maka untuk melakukan perjalanan ke sana harus terlebih dulu mampu "menembus" jasad (lapisan terluar dari diri), kemudian melalui jiwa baru sampai ke qalbu. Artinya, dalam beribadah tidak lagi sekadar aktivitas raga yang dilakukan pada tataran ritual. Lebih dari itu ibadah adalah pengabdian kepada Sang Pencipta, hingga mampu menggetarkan jiwanya karena kesadaran rohani yang menyala.

Selanjutnya berhaji secara hakiki dapat memetik hikmah dari serangkaian ritual, seperti thawaf, sa’i, hingga wukuf.

Thawaf yang diperagakan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dari samping kiri atau melawan arah jarum jam dan dimulai dari Hajar Aswad. Bila kita cermati, Hajar Aswad berbentuk menyerupai kemaluan wanita, mencium batu hitam itu merupakan simbol mencintai orang tua, untuk menyadarkan bahwa kita pernah berada dalam rahim ibu.

Rangkaian haji adalah napak tilas jejak ibu (Hajar Aswad), bapak (Maqam Ibrahim), anak (Ismail, dalam Sa'i). Ketiganya adalah potret rumah tangga harmonis yang mampu membangun "baiti jannati" (rumahku surgaku).

Lalu, mengapa thawaf dilakukan dengan melawan arah? Maknanya agar kita selalu ingat untuk kembali, karena intinya adalah kembali kepada-Nya. Mengenai pakaian ihram yang tidak berjahit, itu layaknya kain kafan yang kelak kita kenakan saat meninggalkan dunia fana ini.

Ketika kita kembali ke rumah kesejatian harus melepaskan semua identitas, termasuk pangkat, jabatan, dan status sosial. Pakaian ihram yang dipakai ketika memasuki Baitullah adalah simbol dari lepasnya semua identitas, bahwa manusia semua sama, seorang hamba. Thawaf dengan pakaian ihram menggambarkan kesederhanaan, kesetiaan, dan ketaatan seorang hamba kepada Yang Maha Kuasa.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews



Sementara Sa'i mengacu pada perjalanan Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, antara bukit Safa dan Marwah yang mencari air untuk putranya Isma'il AS. Pelajaran dari sa'i adalah tentang kegigihan dalam upaya, pantang menyerah seraya dibarengi dengan kepercayaan pada kuasa Tuhan.

Selanjutnya, sampailah pada puncak haji, yaitu wukuf di Padang Arafah. Wukuf berarti berdiam, hening, dan kosong, mengosongkan pikiran dan hanya menyisakan untuk Allah bersemayam di dalamnya.

Padang Arafah artinya tempat mengenal, yang bisa diartikan sebagai lokasi secara fisik dapat pula dipahami sebagai ilustrasi. Di dalam diri manusia terdapat qalbu, tempat terbaik untuk mengenal Tuhan.

Mengambil dan mengamalkan makna dari seluruh rangkaian ritual haji akan menjadikan kita manusia mulia. Jika tidak (mabrur), perjalanan haji ke tanah suci tanpa kesadaran rohani, bisa jadi tidak ada bedanya dengan wisata religi belaka.(ant/bwo)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Meski Diguyur Hujan, Warga Ramaikan Malam Takbiran di Bundaran HI

Meski Diguyur Hujan, Warga Ramaikan Malam Takbiran di Bundaran HI

Masyarakat berbondong-bondong memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk merayakan malam takbiran Lebaran pada Jumat (20/3/2026).
Viral! Video Para Bintang Timnas Indonesia Ucapkan Selamat Lebaran 2026, Resmi atau Bukan?

Viral! Video Para Bintang Timnas Indonesia Ucapkan Selamat Lebaran 2026, Resmi atau Bukan?

Dalam klip yang beredar, terlihat beberapa bintang Timnas Indonesia, seperti Sandy Walsh, Thom Haye, Shayne Pattynama, serta Jay Idzes. Ucapan selamat lebaran 2026
Satlantas Polres Bogor Dibantu Brimob Amankan Jalur Puncak Saat Lebaran

Satlantas Polres Bogor Dibantu Brimob Amankan Jalur Puncak Saat Lebaran

Satlantas Polres Bogor dibantu Korp Brimob dalam operasi ketupat untuk mengamankan Jalur Puncak.
Media Vietnam Tak Terima Timnas Indonesia Gantikan Iran, hingga Bek Como Kepincut Gacornya Jay Idzes

Media Vietnam Tak Terima Timnas Indonesia Gantikan Iran, hingga Bek Como Kepincut Gacornya Jay Idzes

Dinamika Timnas Indonesia kembali jadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Berikut rangkuman tiga artikel paling terpopulernya yang paling banyak dibaca.
Singgung Shin Tae-yong, Eks Pelatih Timnas Indonesia Kepo Pemain Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026

Singgung Shin Tae-yong, Eks Pelatih Timnas Indonesia Kepo Pemain Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026

Negara asal Ivan Kolev, Bulgaria akan menjadi peserta FIFA Series dengan Timnas Indonesia sebagai tuan rumah. Bersama Kepulauan Solomon dan St Kitts and Nevis, dua pertandingan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 dan 31 Maret 2026. 
Tradisi Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta, Ribuan Warga Rebutan Gunungan 'Ngalap' Berkah Lebaran

Tradisi Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta, Ribuan Warga Rebutan Gunungan 'Ngalap' Berkah Lebaran

Perayaan 1 Syawal di Keraton Yogyakarta kembali diramaikan dengan tradisi Grebeg Syawal yang menjadi magnet bagi ribuan warga. 

Trending

4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

PSSI dikabarkan akan menaturalisasi pemain setelah FIFA Series 2026, termasuk eks kapten Belanda U-17 dan pemain Eredivisie demi memperkuat Timnas Indonesia?
Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam menyoroti rumor Timnas Indonesia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, namun begini menurut regulasi FIFA. Simak selengkapnya.
Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

FIFA telah resmi menetapkan tanggal penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di edisi perdana. Turnamen tersebut nyatanya digelar hanya sebulan setelah Piala AFF 2026.
Bicara di Depan Publik Bulgaria, Ivan Kolev Bongkar Kekurangan Timnas Indonesia: Fasilitas di Sana Cukup Buruk

Bicara di Depan Publik Bulgaria, Ivan Kolev Bongkar Kekurangan Timnas Indonesia: Fasilitas di Sana Cukup Buruk

Ketika diwawancarai media Bulgaria, Ivan Kolev malah membongkar bagaimana kekurangan Timnas Indonesia di era kepelatihannya dalam periode 2001-2003 dan 2007.
Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?
Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Bung Harpa mengungkapkan bahwa saat ini pemain Timnas Indonesia di luar negeri diberikan pilihan jika ingin tampil di FIFA Series 2026, apa isi pilihannya?
Mengenal Hristiyan Petrov, Bek Bulgaria yang Bikin Miliano Jonathans Cedera Jelang FIFA Series 2026

Mengenal Hristiyan Petrov, Bek Bulgaria yang Bikin Miliano Jonathans Cedera Jelang FIFA Series 2026

Hristiyan Petrov jadi sorotan usai membuat Miliano Jonathans cedera ACL jelang FIFA Series 2026. Simak profil singkat saat bek Bulgaria itu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT