Utamakan Mana Shalat Hajat Dulu atau Tahajud? Ustaz Abdul Somad Rincikan Aturannya, Begini Urutan yang Paling Benar
- Kolase tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official & Tim tvOnenews
tvOnenews.com - Shalat hajat dan tahajud menjadi ibadah sunnah yang memiliki waktu pelaksanaannya pada sepertiga malam.
Shalat hajat dan tahajud memiliki keutamaan untuk seorang Muslim menyampaikan permintaannya langsung dikabulkan oleh Allah SWT.
Biasanya seorang Muslim mempunyai permintaan pada waktu sepertiga malam dipastikan melalui shalat hajat dan tahajud.
Namun, kebanyakan belum mengetahui urutan shalat sunnah malam yang harus dilakukan, seperti mendahulukan shalat hajat atau tahajud.
Orang yang ingin mengetahui urutan pendahuluan shalat hajat dan tahajud agar bisa mendapat keinginannya secara sempurna.
![]()
Ilustrasi sujud saat mengerjakan shalat hajat dan tahajud di waktu sepertiga malam. (Istockphoto)
Lantas, lebih pilih mengutamakan shalat hajat atau tahajud dulu? Ustaz Abdul Somad menjelaskan rincian urutannya secara detail.
Dikutip tvOnenews.com melalui kanal YouTube Umar Bin Abdul Azis, Minggu (18/8/2024), Ustaz Abdul Somad menjelaskan anjuran untuk mengamalkan shalat sunnah malam.
Mulanya Ustaz Abdul Somad mendapat sebuah pertanyaan dari jemaahnya yang merasa bingung ingin mengerjakan shalat taubat dan tahajud di pertengahan malam.
Ustaz Abdul Somad pun merespons dan menjelaskan secara detail bahwasanya setiap mengerjakan shalat sunnah mempunyai ketentuan dan aturannya masing-masing.
Penceramah itu menerangkan shalat Dhuha sebagai bentuk ibadah sunnah dikerjakan pada waktu pagi hari.
Penceramah asal Sumatera itu menuturkan shalat tahajud dan Witir sebagai bentuk langganan sunnah malam dikerjakan umat Muslim pada malam hari.
Kemudian, Ustaz Abdul Somad menyampaikan shalat kusuf dikerjakan saat munculnya gerhana matahari.
Adapun shalat istisqa menjadi ibadah sunnah dilakukan umat Muslim saat meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan di waktu musim panas.
Ia merincikan shalat Dhuha sebagai ibadah sunnah yang sudah mempunyai waktu khususnya pada waktu pagi hingga siang hari dan tidak dikerjakan di malam hari.
Adapun shalat awwabin menjadi ibadah sunnah dilakukan pada pagi dan malam hari terletak di waktu Dhuha dan antara Maghrib-Isya.
Ia pun menyatakan pertanyaan tersebut merupakan ilmu baru dan menjadi pembahasan paling menarik.
Menurutnya, shalat tahajud lebih didahulukan sebelum mengerjakan sunnah hajat di waktu sepertiga malam.
Ia menegaskan seorang Muslim tidak boleh sampai salah dalam mengurutkan saat mengerjakan shalat sunnah malam.
Ustaz Abdul Somad menyarankan agar seorang Muslim mandi lebih dahulu sebelum mengerjakan shalat sunnah hajat dan tahajud.
Ia menganjurkan mandi sebagai bentuk kesucian sebelum melaksanakan shalat sunnah malam.
"Mantap itu mulai nanti malam ketika bangun langsung mandi, bagus mandi malam itu," ungkap Ustaz Abdul Somad.
Meski begitu, pendakwah usia 47 tahun itu mengingatkan agar seseorang tidak boleh terkena penyakit hanya demi mengutamakan mandi.
Ia kembali menyarankan seseorang mandi dilakukan pada sepertiga malam sampai Subuh sebagaimana pada waktu shalat hajat dan tahajud.
"Katanya mandi malam rematik? Dari habis Maghrib ke jam satu itu bisa rematik, tapi dari jam satu ke Subuh bagus terapi mandi malam, segar, sehat," jelasnya.
Kemudian, Ustaz Abdul Somad menyampaikan aturan kedua harus menggunakan wangi-wangian sebagai bentuk kesucian diri hendak shalat.
Ia menyebutkan wangi-wangian sangat disukai oleh malaikat dan ketika shalat akan didekati mereka.
"Tujuannya karena malaikat pemberi rahmat suka mendekat kepada orang yang harum-harum, dia langsung turun mendekatinya," imbuhnya.
Lanjut, penceramah itu pun merincikan ibadah sunnah malam yang harus dikerjakan lebih awal, yakni shalat sunnah wudhu.
"Jadi kalau bangun malam, yang pertama kali dilaksanakan adalah shalat sunnah wudhu," katanya.
Ustaz Abdul Somad menyebutkan shalat taubat dikerjakan setelah sunnah wudhu agar permintaan ampunannya didengar oleh Allah SWT.
Ia melanjutkan setelah seseorang mengerjakan shalat taubat bisa disusul dengan tahajud.
Ia menganjurkan seseorang menyampaikan segala hajatnya di waktu melaksanakan tahajud.
Ia pun menyampaikan setelah seseorang menunaikan tahajud langsung bisa mengerjakan shalat hajat.
"Diibaratkan jika punya hajat kepada orang yang berkedudukan tinggi seperti bupati atau gubernur, tentu tidak langsung menampakkan hajat. Tunjukkan dulu oleh-oleh," terangnya.
Ia menyebutkan shalat hajat cukup dikerjakan dua rakaat setelah mengerjakan tahajud.
"Maka, ketika meminta hajat kepada Allah SWT juga demikian. Shalat tahajud dulu, kemudian shalat hajat 2 rakaat," paparnya.
Ustaz Abdul Somad berpesan agar shalat Witir tidak dijadikan penutup setelah mengerjakan sunnah hajat.
Ia menganjurkan shalat Witir harus dikerjakan setelah ibadah Isya terutama dilakukan di dalam masjid.
"Jangan witir lagi! Kalian harus sudah witir saat Isya di masjid dan tidak boleh dua kali witir dalam semalam," tandasnya.
Wallahu A'lam Bishawab.
(hap)
Load more