Meski Lagi Musim Hujan, Jangan Salah Menentukan Waktu Shalat Dhuha Paling Mulia, Kata Syekh Ali Jaber Cara Hitungnya...
- Tangkapan layar YouTube
tvOnenews.com - Shalat Dhuha mempunyai waktu ketika matahari sudah meninggi dan mendekati zawal biasa dikenal Dzuhur.
Meski sunnah muakad, waktu shalat Dhuha menjadi momen terbaik bagi umat Muslim memperoleh banyak keutamaan.
Hal ini mengingat pelaksanaan shalat Dhuha dikerjakan pada waku pagi hari.
Biasanya ada beberapa daerah mengalami musim hujan dan cuaca selalu mendung membuat waktu shalat Dhuha tidak ditentukan saat naiknya matahari.
Almarhum Syekh Ali Jaber pernah membagikan cara menentukan atau menghitung waktu terbaik mengerjakan shalat Dhuha ketika musim hujan dan cuaca mendung.
![]()
Ilustrasi sujud saat sholat Dhuha setelah matahari menyinari bumi. (Freepik)
Almarhum Syekh Ali Jaber menyampaikan hal tersebut agar seseorang mendapatkan keutamaan melalui penentuan waktu terbaik shalat Dhuha.
Lantas, bagaimana cara menentukan waktu terbaik pelaksanaan shalat Dhuha agar bisa mendapat keutamaan dahsyat ketika musim hujan?
Dikutip tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber, Rabu (21/8/2024), Almarhum Syekh Ali Jaber pernah menghitung waktu shalat Dhuha.
Almarhum Syekh Ali Jaber pernah menjelaskan kalau shalat Dhuha dikerjakan setelah matahari terbit hingga sebelum adzan Dzuhur tiba.
Almarhum Syekh Ali Jaber menyampaikan hitungan ini agar seorang Muslim terhindar dari waktu larangan mengerjakan shalat Dhuha.
Ia mengatakan waktu tersebut meski masih berada di pelaksanaan shalat Dhuha tetapi dilarang untuk mengerjakan sunnah pagi hari tersebut.
Almarhum mantan Imam Besar Masjidil Haram itu menuturkan waktu larangan tersebut ketika matahari sedang terbit.
Menurutnya, matahari yang lagi terbit harus dihindari umat Muslim menunaikan shalat Dhuha.
Ia berasumsi bahwa, shalat Dhuha hanya sia-sia dan tidak memberikan keutamaan terhadap orang tersebut.
"Matahari memang sudah terbit, tapi saat persis terbitnya matahari, tidak boleh shalat," ujar Almarhum Syekh Ali Jaber.
Ia mengatakan larangan tersebut juga berlaku ketika musim hujan dan cuaca sedang mendung-mendungnya sebelum menjatuhkan air dari langit.
Ia menyebutkan waktu terbaik dari penentuan sunnah Dhuha setelah 15-20 menit matahari terbit ke langit.
Ia menuturkan puluhan menit setelah matahari terbit sebagai tanda seseorang mengerjakan shalat Dhuha di awal waktu.
"Harusnya habis terbit matahari, kira-kira 15-20 menit, baru Anda boleh shalat," jelasnya.
Kemudian, almarhum mantan Imam Besar Masjid Nabawi sejak 13 tahun itu juga menuturkan cara menentukan waktu shalat Dhuha saat musim hujan dari jadwal adzan Subuh.
Ia mengatakan adzan Subuh sebagai acuan menentukan waktu terbaik sunnah Dhuha sekaligus mengetahui jadwal matahari terbit.
Ia memaparkan waktu terbaiknya ketika dua jam setelah adzan Subuh berkumandang sekaligus bukti terbitnya fajar shodiq.
"Kalau Anda supaya tidak salah hitung, dari pas adzan, hitung dua jam," tuturnya.
Ia merincikan jika suatu daerah memiliki waktu adzan Subuh pada pukul 04.01 maka shalat Dhuha dimulai pada pukul 06.01 pagi hari.
Ia mengingatkan apabila sebelum memasuki jadwal shalat Dhuha tepat pukul 06.01 maka dilarang dan sebaiknya menunggu agar meraih keutamaan dahsyat.
"Kalau Anda hitung dua jam berarti Anda boleh shalat (dhuha)," pungkasnya.
Wallahu A'lam Bishawab.
(hap)
Load more