GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memangnya Harus Mengumandangkan Adzan untuk Orang Meninggal Dunia Sebelum Dimakamkan? Ternyata Ustaz Adi Hidayat Bilang...

Ustaz Adi Hidayat menerangkan hukum tujuan adzan selalu dikumandangkan untuk orang meninggal dunia sebelum jenazah dimakamkan di kuburan. Mari simak di sini.
Selasa, 3 September 2024 - 22:14 WIB
Ustaz Adi Hidayat jelaskan hukum tujuan mengumandangkan adzan untuk orang meninggal dunia saat proses pemakaman
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & Tim tvOnenews

tvOnenews.com - Adzan memiliki tujuan utama sebagai informasi pengingat umat Muslim segera mengerjakan shalat fardhu'.

Adzan biasanya berkumandang saat muadzin mengajak umat Muslim untuk shalat Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain shalat, adzan juga berkumandang ditujukan kepada orang meninggal dunia sebelum dimakamkan ke dalam kubur.

Biasanya pihak mengumandangkan adzan untuk orang meninggal dunia berasal dari bagian keluarga baik anak laki-laki maupun sanak saudara.

Namun, masih banyak orang merasa bingung alasan adzan dikumandangkan untuk orang meninggal dunia atau jenazah sebelum proses pemakaman.


Ilustrasi proses mengumandangkan adzan sebelum jenazah orang meninggal dunia dimakamkan. (Dok. PC NU Sumenep)

Lantas, apa tujuan seseorang mengumandangkan adzan untuk orang meninggal dunia sebelum jenazah dimakamkan? Ustaz Adi Hidayat menjelaskan hukum kasus ini sebagai berikut.

Dilansir tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Kajian Islam, Selasa (3/9/2024), Ustaz Adi Hidayat membahas hukum orang meninggal dunia.

Ustaz Adi Hidayat menuturkan orang meninggal dunia sebagai tanda orang-orang sekitar baik dari keluarga hingga tetangga turut merasakan kabar duka cita.

Ustaz Adi Hidayat pun mendukung banyak orang kerap membantu terhadap tetangganya yang meninggal dunia sampai ke tahap pemakaman selesai.

Biasanya ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum jenazah dimakamkan ke dalam kuburan.

Ustaz Adi Hidayat mengambil contoh saat proses pemakaman selalu ada suara adzan.

Ia berpendapat keluarga maupun sanak saudara atau orang lain melantunkan adzan langsung diarahkan ke jenazah.

Terutama adzan akan berkumandang setelah jenazah telah diletakkan ke liang kubur.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu menerangkan hukum adzan sebenarnya tidak perlu kembali dikumandangkan setelah masuk ke alam kubur.

"Makanya kalau sudah masuk ke alam kubur sudah (tidak lagi)," ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Pendakwah asal Pandeglang, Banten itu mengambil acuan dari hadits mengenai hukum berkumandangnya adzan.

Ia mengatakan bahwa, hukum adzan dikumandangkan dalam hadits hanya ditujukan untuk kelahiran.

Menurutnya, setan akan terusir saat adzan dikumandangkan saat seorang bayi telah lahir ke dunia.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan setan akan pergi saat bayi baru lahir jika dikumandangkan adzan diambil dari kalimat yang tertera dalam hadits tersebut.

"Kalau lahir masih ada hadits untuk mengadzankan dan adzan di sini dipahami untuk mengusir setan," jelasnya.

"Kalimat-kalimatnya di dalam hadits disebutkan 'kalau adzan dikumandangkan setan lari'," tuturnya.

Pendakwah usia 39 tahun itu menyampaikan bahwa, setan tidak melanjutkan tugasnya untuk menggoda manusia yang telah meninggal dunia.

Ia menegaskan setelah seseorang meninggal dunia maka tidak akan mendapat gangguan dari setan dan tidak perlu kembali mengumandangkan adzan.

Ustaz Adi Hidayat juga menambahkan bahwa, orang telah meninggal dunia atau wafat tidak perlu mengerjakan shalat lagi.

"Kalau sudah wafat setan pun tidak menggoda lagi," katanya.

"Maka dari itu kalau sudah wafat masuk ke dalam alam kubur menurut kami yang terkuat tidak perlu di adzani lagi karena setan pun sudah tidak menggodai lagi," sambungnya.

Namun, Ustaz Adi Hidayat menegaskan berbagai pandangan masyarakat harus tetap dihormati terkait kegunaan adzan ditujukan untuk orang meninggal dunia.

tvonenews

Meski begitu, ia menekankan bahwa, pandangan terkait adzan khususnya ditujukan untuk jenazah harus berpacu pada hadits dan dalil.

"Tapi kita hormati pendapat-pendapat orang, cuma kita bisa timbang melalui dalil mana yang paling kuat itu yang diamalkan," tegasnya.

"Yang lain kita jelaskan, tapi kita tidak pernah diriwayatkan untuk memaksa orang, ingatkan, jangan paksa orang," lanjutnya.

"Kata Allah SWT tugas Nabi Muhammad SAW saja untuk mengingatkan bukan memkasakan, apalagi kita jadi jangan memaksa," tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(akg/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Tegaskan Anggaran APBN untuk Sapi Kurban Presiden Adalah Hal yang Lazim

DPR Tegaskan Anggaran APBN untuk Sapi Kurban Presiden Adalah Hal yang Lazim

Penyaluran 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 Hijriah ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
International Industrial Week (IIW) 2026 akan Digelar di Jakarta, 1.800 Perusahaan Bakal Pamer Teknologi Industri

International Industrial Week (IIW) 2026 akan Digelar di Jakarta, 1.800 Perusahaan Bakal Pamer Teknologi Industri

IIW Indonesia 2026 yang akan segera digelar bakal menghadirkan lebih dari 1.800 perusahaan global yang menampilkan teknologi serta terobosan industri terkini.
DPP Partai Golkar Kurban 47 Sapi dan 4 Ekor Kambing, Daging Didistribusikan ke Pesantren-Masyarakat Jakarta Utara

DPP Partai Golkar Kurban 47 Sapi dan 4 Ekor Kambing, Daging Didistribusikan ke Pesantren-Masyarakat Jakarta Utara

DPP Partai Golkar melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan kambing saat Hari Raya Idul Adha 1447 H, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (27/5).
Pemprov DKI Jakarta Kurban 210 Ekor Sapi dan 10 Kambing pada Idul Adha Tahun Ini

Pemprov DKI Jakarta Kurban 210 Ekor Sapi dan 10 Kambing pada Idul Adha Tahun Ini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan kurban berupa 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing pada Hari Raya Iduladha 2026.
Momentum Idul Adha, AMPI Perkuat Kepedulian Sosial Generasi Muda

Momentum Idul Adha, AMPI Perkuat Kepedulian Sosial Generasi Muda

Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk berbagai antar seksama terkhusus bagi mereka yang membutuhkan.
Biaya Umrah dan Haji Melonjak Imbas Konflik Dunia, Begini Strategi Biro Perjalanan

Biaya Umrah dan Haji Melonjak Imbas Konflik Dunia, Begini Strategi Biro Perjalanan

Ketegangan konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kini berdampak luas hingga ke sektor perjalanan ibadah. 

Trending

Daftar Pemain Proliga di Timnas Voli Putri Indonesia: Gresik Phonska dan Jakarta Popsivo Polwan Kirim Wakil Terbanyak

Daftar Pemain Proliga di Timnas Voli Putri Indonesia: Gresik Phonska dan Jakarta Popsivo Polwan Kirim Wakil Terbanyak

Daftar pemain Proliga 2026 yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan (TC) jelang membela Timnas Voli Putri Indonesia di berbagai turnamen bergengsi. Salah satunya ada Mediol Yoku hingga Chelsa Berliana.
Jelang Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Emil Audero Dapat Sanjungan Selangit dari Serie A

Jelang Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Emil Audero Dapat Sanjungan Selangit dari Serie A

Dua pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Emil Audero, mendapatkan sanjungan selangit dari Serie A. Hal ini disampaikan sebelum FIFA Matchday Juni 2026.
3 Pemain Resmi Dicoret dari Timnas Voli Indonesia, Termasuk Megawati Hangestri

3 Pemain Resmi Dicoret dari Timnas Voli Indonesia, Termasuk Megawati Hangestri

Terdapat tiga pemain yang dicoret dari skuad Timnas Voli Indonesia putra maupun putri. Salah satunya ada Megawati Hangestri.
3 Pelatih yang Layak Menggantikan Mauricio Souza di Persija Jakarta, 2 Nama Pernah Sukses Bersama Timnas Indonesia

3 Pelatih yang Layak Menggantikan Mauricio Souza di Persija Jakarta, 2 Nama Pernah Sukses Bersama Timnas Indonesia

Persija Jakarta mulai mencari pelatih baru setelah berpisah dengan Mauricio Souza. Tiga kandidat top ini dinilai cocok bawa Macan Kemayoran juara musim depan.
Belum ke Korea, Megawati Hangestri Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Sepanjang Masa Versi Volleybox

Belum ke Korea, Megawati Hangestri Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Sepanjang Masa Versi Volleybox

Hampir sejajar dengan idolanya Kim Yeon-koung, Megawati Hangestri kini masuk daftar pemain voli putri paling populer sepanjang masa menurut situs Volleybox.
Update Bursa Transfer Persib Bandung: Federico Barba Out usai Bawa Juara, Striker Persija Jakarta dan Mariano Peralta In?

Update Bursa Transfer Persib Bandung: Federico Barba Out usai Bawa Juara, Striker Persija Jakarta dan Mariano Peralta In?

Bursa transfer Persib Bandung memanas, sejumlah pemain asing berpotensi keluar dan deretan nama baru dikaitkan dengan Maung Bandung jelang musim 2026/2027.
Tradisi Unik di Lumajang, Kambing Kurban Dirias dan Diarak Keliling Kampung Ala Karnaval

Tradisi Unik di Lumajang, Kambing Kurban Dirias dan Diarak Keliling Kampung Ala Karnaval

Warga di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, punya cara unik merayakan Hari Raya Iduladha.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT