GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Video Tak Senonoh Guru dan Murid Gorontalo Viral, Buya Yahya Beri Penegasan Pentingnya Sex Education kepada Anak

Video syur melibatkan guru dan murid di Gorontalo viral berawal dari siswi seragam Pramuka rekam aksinya membuat Buya Yahya beri cara sex education untuk anak.
Jumat, 27 September 2024 - 15:38 WIB
Buya Yahya beri cara sex education orang tua kepada anak berkaca dari kasus video syur guru dan murid di Gorontalo viral
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV & VIVA

Jakarta, tvOnenews.com - Video tak senonoh melibatkan seorang guru dan murid perempuan di Gorontalo semakin viral menyita perhatian publik.

Kronologi kejadian guru dan murid di Gorontalo berawal dari video syur mereka melakukan aksi tidak senonoh viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi tidak senonoh melibatkan antara guru dan murid berinisial D dan P terjadi di sebuah ruangan sekolah di Gorontalo.

Video syur viral tersebut bermula dari aksi seorang siswi memakai seragam Pramuka menyimpan sebuah kamera handphone diletakkan di lemari.

Lemari tersebut berada di bagian pojok salah satu ruangan sekolah untuk memperlihatkan aksi guru dan murid tersebut di Gorontalo.


Ilustrasi seorang pria mendapat link video syur guru dan murid di Gorontalo. (Istimewa)

Kemudian, siswi berseragam Pramuka langsung keluar ruangan setelah menyimpan ponselnya yang sedang merekam video aksi tidak senonoh tersebut.

Tiba-tiba seorang siswi dan guru langsung memasuki ruangan sekolah tersebut secara bersamaan.

Siswi tersebut menyimpan bukunya di lantai dan menghampiri gurunya dalam ruangan tersebut.

Hal tersebut membuat mereka langsung melakukan aksi tidak senonoh tanpa menyadari ada sebuah ponsel yang sedang merekam perebuatannya.

Berdasarkan laporan yang diterima, seorang guru dan siswi tersebut telah memiliki hubungan dan diketahui oleh istri guru tersebut dari 2023.

Sebagai informasi tambahan, video syur tersebut menyebar dalam media sosial diduga berdurasi selama tujuh menit.

Dua menit berada dalam video tersebut memperlihatkan aksi seorang siswi mengenakan seragam Pramuka untuk merekam perbuatan asusila mereka.

Sementara, Penyidik Satuan Reskrim Polres Gorontalo telah menetapkan seorang guru berusia 57 tahun di Kabupaten Gorontalo menjadi tersangka.

Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Gorontalo Kompol Henny Muji Rahayu menyampaikan bahwa tersangka kasus kekerasan seksual telah ditahan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polres Gorontalo.

"Terkait siapa yang merekam serta menyebarluaskan video tersebut, sedang kami lakukan penyelidikan," ungkap Henny di Gorontalo dikutip tvOnenews.com, Jumat (27/9/2024).

Henny menjelaskan hasil pemeriksaannya bahwa aksi tidak senonoh tersebut ternyata sudah dijalani mereka sejak 2023.

Ia menuturkan siswi yang menjadi korban sempat risih. Namun, dia terkena gombalan maut gurunya sehingga menimbulkan perbuatan asusila.

"Pada saat itu, korban sempat merasa risih dan mencoba menolak hingga melakukan perlawanan terhadap oknum guru tersebut, namun karena bujuk rayu pria 57 tahun itu, akhirnya perbuatan tersebut terjadi berulang kali," paparnya.

Hal ini membuat Buya Yahya memberikan penjelasan pentingnya sex education yang diberikan para orang tua kepada anak berkaca dari kasus guru dan murid di Gorontalo.

Dikutip tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Buya Yahya, Jumat, Buya Yahya menjelaskan tentang sex education.

Dari kasus guru dan murid di Gorontalo, Buya Yahya mengatakan orang tua yang berniat memberikan ajaran kepada anak mereka tentang sex education sebaiknya berhati-hati.

Ia menyebutkan sex education tidak boleh salah langkah yang bisa menyebabkan anak akan melakukan perbuatan asusila.

"Ada ide untuk mengajari anak-anak pendidikan seks tetapi kurang tepat," ungkap Buya Yahya.

Ia mencontohkan cara orang tua memberikan sex education yang salah, seperti gambaran tindakan asusila dan sebagainya.

Menurutnya, hal tersebut akan memicu anak memunculkan keinginan dan penasaran terhadap perbuatan negatif tersebut.

"Jadi mendidik seks untuk anak-anak tidak harus mereka kita beri gambaran alat dan sebagainya, proses itu semuanya tetapi itu alami," jelasnya.

Pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon itu menuturkan bahwa sikap rasa malu menjadi bagian penting diajarkan kepada anak.

Cara tersebut berbanding terbalik terhadap cara mengajar sex education dari gambaran yang diberikan oleh para orang tua.

"Akan tapi pendidikan seks untuk anak-anak justru dibalik bukan di saat harus dibuka tetapi mengajarkan rasa malu," terangnya.

Lanjut, ia menyebutkan rasa malu yang diterapkan harus menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT.

Ia berpendapat bahwa rasa malu tersebut akan menumbuhkan agar menghindari larangan dari Allah SWT.

Ia menambahkan bahwa anak akan selalu terhindar dari perbuatan asusila buntut dari kasus guru dan murid di Gorontalo.

"Rasa malu dan rasa takut kepada Allah, ada suatu ketika tumbuh di hati seseorang itu rasa ingin dengan pasangan lawan jenis sampai ada hubungan intim," tuturnya.

"Tapi bukan dalam bahasa bukan mengajarkan hubungan seks, tapi hubungan seks berita hubungan laki dan perempuan tapi di balik pesan akhlak yang mulia," sambungnya.

tvonenews

Buya Yahya menjamin anak yang diajarkan akan ketakutan adanya adzab dari Allah SWT akan memicu mereka selalu berlindung dan terhindar dari perbuatan asusila.

Terutama anak tidak akan melakukan tindakan tak senonoh yang bukan muhrimnya atau dengan pasangan orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mungkin bisa tentang adzab orang yang melakukan kehinaan dan sebagainya," tandasnya.

(nsi/ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Berikut tiga berita terpopuler di tvOnenews.com yang sayang dilewatkan, mulai dari polemik LCC Kalbar hingga aksi gubernur Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda.
Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Dalam unggahan video terbaru di akun Instagramnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan seorang warga terkait program KWH gratis bagi jompo atau lansia
Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Media Korea Selatan soroti reaksi pelatih Red Sparks Ko Hee-jin setelah mantan anak asuhnya Megawati Hangestri berlabuh ke tim rival Suwon Hyundai Hillstate.
Hot News: SMAN 1 Sambas Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Klenik, hingga Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda

Hot News: SMAN 1 Sambas Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Klenik, hingga Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda

Polemik omba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalbar, pernyataan tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait cara pandang “klenik” terhadap situs sejarah Sunda, hingga kisah

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT