Meski Tanamkan Toleransi, Shin Tae-yong Sayangkan Sikap Pemain Timnas Indonesia yang Keterlaluan Penyebab Ditekuk Jepang
- Kolase Tim tvOnenews & AFC
Kemudian, ada juga yang menganggap kualitasnya telah tinggi sebagai pesepak bola profesional hingga bermain untuk Garuda.
- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
Â
"Banyak pemain yang melupakan teknik dasar demi trik yang dianggap keren," tuturnya.
"Hanya dengan teknik dasar saja mereka sebenarnya sudah bisa menjadi pesepak bola yang baik," lanjut dia menambahkan.
Menurut pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu, sikap dan perilaku juga menjadi faktor penting sebagai upaya menanamkan kedisiplinan.
Sebagai pelatih berasal dari Korea Selatan, Shin Tae-yong tentu menekan sikap disiplin menjadi nomor satu. Ini merupakan budaya dari negaranya agar menjaga kualitas permainan anak asuhnya.
"Meski pemain bola itu atlet, tetapi perlu memiliki sikap yang baik seperti membantu persoalan sosial di Indonesia," tegas coach Shin.
Ketegasan ini menunjukkan Shin Tae-yong tidak memfungsikan pernyataannya yang benar-benar menjaga toleransi beragama.
Ia pernah mengutarakan kepada media Korea Selatan, Sportalkorea terkait tujuannya ingin memajukan sepak bola Tanah Air, terkhusus bawa Timnas Indonesia masuk Piala Dunia.
Coach Shin menyampaikan keinginannya untuk mencari-cari tentang budaya dan agama. Masyarakat Indonesia tidak lepas menerapkan kedua hal ini dalam kehidupannya.
"Saat saya baru datang, saya berusaha untuk memahami budaya Islam," kata coach Shin dikutip, Sabtu.
Soal kebutuhan mengetahui budaya dan agama Islam, coach Shin upaya mengundang seseorang yang benar-benar memahami kedua hal ini.
Ia pun mengakui pembelajaran budaya dan agama Islam bisa mengatur waktu ibadah para penggawanya.
"Ada seorang dokter beragama Islam di Jakarta. Saya pun mengundangnya untuk mendengar budaya Islam selama sekitar tiga jam," tuturnya.
"Saya berjanji kepada pelatih dan atlet lokal agar menghormati waktu beribadah mereka," tambah dia.
Suami dari Cha Yyoung-ju itu telah memahami para pemain yang beragama Muslim, khususnya salah satu keturunannya, Ragnar Oratmangoen harus wajib melaksanakan ibadah shalat Jumat.
"Dengan ini, saya jadi berkompromi di mana ada yang mengatakan ibadah itu bisa dilakukan pada waktu tertentu," jelasnya.
Load more