Kisah Wak Haji Ragnar Oratmangoen Kagum dengan Suara Adzan di Jakarta sejak Perkuat Timnas Indonesia
- Instagram/@0ratmangoen
- AFC
Â
Ia juga beruntung bisa membela Timnas Indonesia di tengah-tengah pemain mayoritas berstatus sebagai Muslim.
Ia tidak merasa keberatan dan terbatas untuk selalu memenuhi kewajiban ibadahnya.
Bahwasanya saat Ragnar memperkuat Fortuna Sittard sama sekali tidak memenuhi kebutuhan ibadah puasanya karena bergabung dalam skuad bukan mayoritas Muslim.
"Ini sangat spesial, saya dengar banyak pemain di tim yang muslim dan ini jadi pengalaman yang baru," katanya.
Pengalaman pertama kali terbang ke Indonesia, Ragnar enggan malu berbagi kisahnya sebagai sosok mualaf di mana baru memeluk agama Islam pada usia 15 tahun.
"Saya tidak terlahir sebagai Muslim, saya dibesarkan dalam keluarga Kristen," jelasnya.
"Mereka membuat saya belajar lebih tentang Tuhan dan bagaimana religi membantumu dalam hidup dan itu yang membuat saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim," tandasnya.
(gwn/hap)
Load more