Ternyata Amalan ini Kalahkan Pahala Shalat Tahajud dan Puasa, Syekh Ali Jaber Anjurkan walau Sederhana Segera Rutinkan
- Tangkapan Layar YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber
tvOnenews.com - Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengungkapkan pahala shalat Tahajud dan puasa masih dikalahkan dengan satu amalan ini.
Amalan ini, kata Syekh Ali Jaber, mengandung pahala besar, meskipun shalat Tahajud dan puasa juga kasih keistimewaan yang sama.
Namun begitu, Syekh Ali Jaber mengatakan pahala shalat Tahajud dan puasa pasti kalah dengan ukuran dari keistimewaan amalan sederhana dari rekomendasinya.
"Melebihi sepanjang hari berpuasa dan sepanjang malam qiyamul lail," ungkap Syekh Ali Jaber dalam suatu tausiyahnya dikutip dari kanal YouTube Kompilasi Tausiyah, Rabu (22/1/2025).
Perihal puasa menjadi amalan ibadah yang memiliki dua jenis, yakni wajib dan sunnah. Ada pun bersifat wajib terletak pada puasa Ramadhan.
- Kolase Baznas & iStockPhoto
Puasa secara umum adalah ibadah rangka menahan rasa lapar, bahkan beberapa agama mengharuskan umatnya tidak dianjurkan makan dan minum.
Hawa nafsu menjadi salah satu tujuan puasa agar ditahan sebagai ujian dalam ibadah ini. Hukum berpuasa adalah wajib saat umat Muslim dihadapi bulan suci Ramadhan.
Dalam agama Islam, puasa juga ada yang bersifat sunnah, tidak ada keharusan mengerjakan ibadah ini dan tak masalah apabila ditinggalkan.
Umat Muslim sudah seharusnya mengerjakan puasa atas perintah dari-Nya dimaktubkan dari Surat Al Baqarah Ayat 183, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqarah, 2:183)
Puasa juga berfungsi sebagai tantangan menghindari perilaku buruk dan segala hal yang mengandung kemaksiatan, penyebab ibadahnya batal.
Namun, puasa menahan lapar dan minum sebagai ibadah yang murni dilakukan dengan waktu tertentu, dimulai dari imsyak hingga adzan Maghrib.
Bagi orang mampu melewati ketentuan-ketentuan dalam puasa akan dapat imbalan pahala yang besar.
Soal shalat Tahajud, pahala ibadah sunnah ini telah teruji karena sangat istimewa, sebagaimana waktu pelaksanaannya terjadi di sepanjang sepertiga malam.
Shalat Tahajud memastikan derajat seseorang ditinggikan, bahkan amalan mengabulkan hajat secepat kilat diabadikan dalam Surat Al Isra Ayat 79, Allah SWT berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah shalat Tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al Isra, 17:79)
Meski begitu, Syekh Ali Jaber menyatakan satu amalan ini benar-benar kandungan pahalanya sangat istimewa.
Menurut ulama kelahiran asal Madinah itu, amalan ini sangat sederhana bahkan harus dilakukan oleh setiap mukmin.
Bagi orang mukmin yang masih memiliki orang tua, Syekh Ali Jaber menganjurkan amalan ini harus dilakukan secara rutin.
Amalan untuk orang tua mengandung kemuliaan, sebagaimana menerapkan perintah dari Allah SWT.
Amalan untuk orang tua menunjukkan etika bagi seorang anak dan mengikuti syariat dalam agama Islam.
Hal yang paling keramat adalah orang tua, kehadiran mereka bisa menjadi jembatan seorang anak untuk lahir ke dunia.
Orang tua berguna sebagai sosok membimbing anak-anak mereka guna diselamatkan baik di dunia dan di akhirat nanti.
Amalan ini, kata Syekh Ali Jaber, diambil dari kisah seorang pemuda saat mengikuti perang telah diabadikan dalam hadis riwayat.
Pemuda tersebut sangat antusias mengikuti Rasulullah SAW untuk melakukan perang.
Pemuda itu kebetulan menyita perhatian dari Rasulullah SAW dan langsung ditanya mengapa niat ingin perang.
Pemuda tersebut tidak menyangka Rasulullah SAW larang dia agar ikut perang dan memperintahkan jaga orang tua di rumah lebih baik.
Ibu dari pemuda ini juga sedang sakit dan hanya tinggal sendirian di dalam rumah.
Rasulullah SAW mengatakan amalan menjaga orang tua khususnya ibu yang tengah sakit di rumah, pahalanya lebih besar daripada jihad dalam peperangan.
Syekh Ali Jaber menyatakan anak berbakti dan memberikan kasih sayang kepada orang tua melampaui puasa dan Tahajud hingga jihad perang.
"Bahkan masih lebih baik lagi dari jihad fisabilillah bersama Rasul," tandasnya.
(hap)
Load more