News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Miris, Angka Pernikahan Menurun Tapi Nikah Siri Melonjak, Alissa Wahid Nilai Itu Karena…

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Alissa Wahid mengungkapkan turunnya angka pernikahan yang dibarengi dengan melonjaknya nikah siri.
Jumat, 24 Januari 2025 - 15:58 WIB
Miris, Angka Pernikahan Menurun Tapi Nikah Siri Melonjak, Alissa Wahid Nilai Itu Karena…
Sumber :
  • Ilustrasi/Freepik

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Alissa Wahid mengungkapkan turunnya angka pernikahan yang dibarengi dengan melonjaknya nikah siri.

“Dalam dua tahun ini angka pernikahan menurun tapi angka nikah siri melonjak,” ujar Alissa kepada awak media yang ada di Kantor PBNU pada Jumat (24/1/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut putri sulung Gus Dur ini, hal ini karena tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih alergi akan pendidikan seksual.

Padahal pendidikan seksual, menurutnya, bermanfaat jika diajarkan kepada anak-anak, karena bukanlah mengajarkan anak soal seksualitas. Akan tetapi menekankan kepada anak soal kesehatan reproduksi dan mencegah kekerasan seksual.

"Jadi orang Indonesia yang dewasanya alergi pendidikan seks. Dianggap pendidikan seks itu mengajarkan seksual, padahal bukan," ujar Alissa.

Alissa berpendapat, pendidikan seksual kepada anak penting dilakukan agar mereka mengerti konsekuensi serta konsep menghargai diri.

Alissa lalu mencontohkan, ketika anak sudah mengalami aqil baligh, maka organ reproduksinya sudah berfungsi dan ia harus paham bahwa itu harus dijaga dengan hati-hati.

"Kamu punya fungsi reproduksi dan harus hati-hati. Tapi karena secara umum ditolak, sehingga anak-anak tidak siap," ujar Alissa.

Namun kurangnya pemahaman pendidikan reproduksi ini membuat anak yang berada pada lingkungan tidak sehat, sangat rentan menjadi korban. 

Alissa menilai, jika anak belum memahami dan mengendalikan diri untuk mengambil keputusan bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Akibatnya ketika berdua bersama teman-temannya dengan gaya yang seperti itu, sehingga menyebabkan kehamilan yang tidak direncanakan, kehamilan remaja," tandas Alissa.

Menurut kakak Yenny Wahid itu, masih tabunya pendidikan seksual inilah yang berdampak pada tingginya angka perkawinan anak maupun nikah siri. 

Perkawinan anak ini kerap diidentikkan menikah siri lebih baik daripada berzina.

"Dianggap menikah urusannya mencegah zina, padahal pernikahan itu membangun keluarga bukan mencegah zina,” jelas Alissa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mencegah zina ya jangan berzina, titik. Bukan dengan menikah cepat-cepat walaupun tidak siap," lanjutnya.

Hal ini karena sebagian masyarakat berpendapat, kepercayaan diri, pergaulan bebas, tekanan sosial, serta keterbatasan ekonomi keluarga menjadi alasan untuk bahwa pernikahan adalah solusi terbaik.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT