News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hadiri Kongres Keluarga Maslahat NU, Menag Nasaruddin Umar Didampingi Sekjen Kemenag

Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar menyempatkan untuk hadir dalam acara Kongres Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (NU) ditemani oleh Sekjen Kemenag.
Jumat, 31 Januari 2025 - 16:44 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (sebelah kiri) saat hadiri Kongres Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta
Sumber :
  • Humas Kemenag RI

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar menyempatkan untuk datang dalam acara Kongres Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai Menag RI, Nasaruddin Umar tidak sendiri, ditemani oleh Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Umar juga didampingi Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat menghadiri Kongres Keluarga Maslahat NU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alissa Wahid sebagai Penanggung Jawab mengungkapkan tujuan Kongres Keluarga Maslahat NU. Konsolidasi internal NU menjadi acuan pembahasan acara tersebut.

Namun, Alissa Wahid mengatakan bahwa layanan untuk seluruh keluarga di Indonesia agar semakin diperkuat juga menjadi tujuan kongres tersebut.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kanan)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kanan)
Sumber :
  • Humas Kemenag RI

 

Alissa Wahid menjelaskan kurang lebih 80 mitra terlibat menjadi perhatian penting dalam kongres keluarga ini. Mereka terdiri dari organisasi masyarakat sipil, lembaga-lembaga, bahkan di lingkungan kementerian.

"Kami tidak ingin bekerja sendirian. NU tidak mungkin mengurus keluarga Indonesia sendirian. Oleh karena itu, kami menggandeng mitra untuk mendalami berbagai isu penting," ungkap Alissa Wahid di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Ia menegaskan bahwa 1,5 juta keluarga telah dijangkau sebagai proses pencapaian dari program Gerakan Keluarga Maslahat NU (GKMNU).

Pencapaian GKMNU lainnya meliputi bimbingan perkawinan menciptakan 5.000 calon pengantin dan program kesehatan memberikan pelayanan untuk 30 ribu bayi dan balita.

Ada pun pihak-pihak menghadiri Kongres Keluarga Maslahat NU, antara lain Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

tvonenews

Sementara, Menko PMK Pratikno turut memberikan pendapat dalam sesi sambutannya mengatakan GKMNU banyak yang sesuai dengan program yang diprioritaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Banyak isu yang selaras dengan program ini, seperti stunting dan perundungan," kata Pratikno.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pratikno berharap pembinaan dan perlindungan terhadap keluarga menjadi upaya pemerintah dan GKMNU bisa bersinergi, menghadapi tantangan seiringnya perkembangan zaman.

"Jika 50 persen warga Indonesia yang merupakan bagian dari nahdliyin berdaya, maka Indonesia akan berdaya," tandasnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Timnas futsal Indonesia mencetak sejarah baru di ajang Piala Asia Futsal 2026 setelah berhasil melangkah ke babak semifinal.
Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Jeffrey Epstein belakangan ini jadi sorotan dunia setelah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis arsip sebanyak 3 juta halaman dengan nama Epstein File
Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan adik Denada, Enrico Tambunam kepada pihak Ressa untuk mengungkap sosok ayah biologis dibalas pedas oleh kuasa hukumnya, Ronald Armada.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT