Tak Diduga Pemain Bola Ini Sempat Nggak Tahu Indonesia Hingga Takut Disunat, Akhirnya Putuskan Mualaf karena ...
- dok tangkapan layar YouTube
Jakarta, tvOnenews.com- Pemain sepakbola ini cukup populer di kalangan Pecinta sepakbola. Sebab ia pernah menceritakan perjalanan karirnya selama bermain di Indonesia.
Sebab pemain naturalisasi ini, pada awalnya sempat tak tahu soal Indonesia hingga berujung mualaf. Sehingga menarik untuk disimak dari perjalanan karir spiritualnya.
Berdasarkan informasi yang dirangkum tvOnenews.com pada Sabtu (1/2/2025), pemain bola ini adalah Silvio Escobar. Ternyata ada kisah lucu saat dalam proses mualaf.
- dok tangkapan layar YouTube
Tak disangka si pemain yang dulunya kurang paham soal negara Indonesia itu berujung putuskan mualaf.
Silvio Escobar pemain naturalisasi yang semangat untuk berkarir di Indonesia. Meskipun ia tak tahu negara toleran ini.
Berjalannya waktu, pemain bola Indonesia ini pun tertarik pada agama Islam. Hal ini pun tanpa ia sadari.
Meskipun Silvio Escobar sempat merasa takut untuk khitanan atau disunat. Sebab ia memahami itu sebagai hal yang menakutkan.
Fakta selanjutnya, Pemain naturalisasi ini berasal dari Paraguay. Ia terlahir dari keluarga besar Katolik.
Tentunya ini bukan hal mudah untuk memutuskan pindah keyakinan.
Akhirnya, Silvio Escobar memiliki niat memutuskan menjadi pemain bola mualaf di Indonesia. Tak disangka juga niatnya itu berlandaskan usai mengenal kultur dan kehidupan sosial Indonesia.
Sekitar tahun 2014, Silvio Escobar tidak langsung jadi mualaf. Sebab ia di awalnya merasa sangat sunat.
Dalam pandangannya, sunat itu menakutkan karena ada bagian tubuhnya yang akan dipotong.
"Tapi mungkin karena bahasa saya juga kurang bagus, mungkin saya salah paham, karena harus potong. Takut saya, jadi tahun 2014 tidak jadi," kata Silvio Escobar.
Alhamdulillah, pada 2015 di Jakarta, Silvio Escobar setelah mendapatkan informasi jelas dari seorang rekan lebih dulu jadi mualaf, kalah dipotong hanya kulitnya.
"Jumat pagi saya bangun, saya sendiri jalan untuk sunat," kata pemain yang kini membela Dejan FC tersebut.
Pemain akrab disapa Escobar ini pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 2014 dengan bergabung bersama Persepam Madura.
Aneh tapi nyata ia bisa langsung main berangkat tanpa tahu ke negara mana. Silvio Escobar mengaku sama sekali tidak memiliki bayangan tentang seperti apa Indonesia.
"Itu sebenarnya sedikit lucu ya. Saya datang dan teken kontrak bersama tim Liga 2 di Paraguay. Habis teken kontrak, saya balik ke rumah," katanya menjelaskan.
"Sebelum sampai rumah, bosnya (klub itu) telepon lagi. Terus dia tawarin saya ke Indonesia," kenang Silvio Escobar di YouTube Sportcast 77.
Tanpa berpikir panjang, setelah mendengar kabar baik tanpa lama langsung Escobar menerima tawaran itu.
Dalam ceritanya, ia belum mengetahui tim mana yang akan dibelanya. Sungguh membuatnya terheran.
"Tidak dikasih tahu klubnya apa. Terus beli tiket dan tiga hari lagi berangkat. Padahal saya tidak tahu Indonesia di mana," terang Escobar.
Setelah di Indonesia, Silvio Escobar mencari tahu tentang Indonesia. Mencari informasi dari temannya yang sudah berkarir di Indonesia.
"Kemudian saya cari informasi, ada teman yang main di Indonesia Alfredo Cano. Dia bilang 'jangan ke sini, situasi tidak bagus. Mereka ambil kamu disuruh main tarkam'," kata Escobar menirukan Cano.
Setelah lama berkarir di sini dan mencari tahu, pemain naturalisasi ini jatuh cinta dengan Indonesia.
- Madura United
Ia mengaku terhipnotis dekeramahan masyarakat, dan kultur sepakbola membuatnya betah tinggal di sini.
Diketahui, setelah melalui berbagai proses, Escobar resmi menjadi WNI pada tahun 2020. Ia pun membuktikan cintanya dengan mengajukan diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Bahkan di Indonesia saat pertama kali, Escobar juga mengenal tarkam. Dia sempat beberapa kali main tarkam dan mendapatkan penghasilan.
"Tarkam pertama kali dibayar Rp 1,5 juta sekali pertandingan. Main pertama kali di Tangerang dan seru. Cuma di Indonesia ada tarkam, di luar negeri gak ada," ungkapnya.(Klw)
Load more