Kisah Inspirasi Pria di Ponorogo, Amalkan Sholawat dan Al Fatihah Setiap Habiskan Waktu dengan Berkebun
- ANTARA/Masuki M. Astro
Kang Tejo kembali mengakui ada kedamaian ketika memperlakukan baik terhahdap tanaman-tanaman.
Sebab, ia meyakini cara penyikapan dirinya terhadap tanaman dikaitkan dengan unsur spiritual. Hal ini menjadi pemantik sholawat dan Al Fatihah selalu bergetar saat berkebun.
Sebelum fokus menikmati kegiatan berkebun, sejatinya Kang Tejo adalah seorang tokoh ternama di Ponorogo, Jawa Timur.
Semua warga di Ponorogo tidak heran terhadap Kang Tejo yang menjalani kariernya sebagai doktor, dosen, sastrawan terkenal.
Tidak sekadar dosen, Kang Tejo pernah berstatus rektor. Kiprahnya saat itu memimpin salah satu perguruan tinggi swasta berbasis di Kota Reog.
Kemudian, Kang Tejo menjadi penulis di mana karyanya telah menciptakan puluhan buku. Bahkan menyandang sebagai pegiat literasi.
Meski demikian, Kang Tejo sama sekali mendamba-dambakan seluruh profesinya walaupun ia mengetahui jabatan tersebut, membantu kehidupannya.
Bagi dia, memberikan kebahagiaan adalah tujuan hidup sebenarnya daripada jabatan yang sesungguhnya hanya bersifat fana.
"Apalah arti gelar dan jabatan itu? Semua hanya sampiran yang nanti akan tidak bermakna apa-apa jika diri kita pribadi tidak bermakna bagi orang banyak," katanya.
Terkini, berkebun menjadi aktivitas rutinnya tanpa henti. Ia bahkan sempat merasa sangat beruntung saat Indonesia digempur pandemi COVID-19.
Sejak COVID-19 melanda pada awal 2020, area tanah kosong di sebelah halaman rumahnya memunculkan inspirasi Kang Tejo untuk bikin perkebunan.
Tanaman singkong menjadi target utama Kang Tejo saat baru memanfaatkan tanah kosongnya. Hal ini menjadi titik awal sholawat dan Al Fatihah sebagai amalan sehari-harinya.
(ant/hap)
Load more