GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tidak Niat Puasa Ramadhan dan Sahur karena Lupa dan Tidur Kebablasan, Sah Gak Sih? Buya Yahya Bilang Hukumnya...

Buya Yahya menguraikan persoalan hukum tidak membaca niat puasa Ramadhan dan sahur sebelum adzan Subuh akibat lupa dan tidur sampai pagi hari dari empat mazhab.
Selasa, 4 Maret 2025 - 22:43 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Niat puasa dan sahur berfungsi sebagai kebutuhan memenuhi kesempurnaan ibadah puasanya selama Ramadhan. Setidaknya dua bagian ini menjadi bagian yang tidak ditinggalkan oleh umat Muslim.

Niat puasa Ramadhan mendapat posisi yang penting dan hukumnya wajib, apabila tidak membacanya maka tidak bisa berpuasa dan hukumnya tidak sah. Ada pun sahur hanya bersifat sunnah tetapi dibutuhkan untuk pembekalan energi tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika mengacu pada pandangan Mazhab Imam Syafi'i, niat puasa Ramadhan terhitung pada waktu malam hari. Pengamalannya bermula dari waktu Maghrib hingga sebelum masuknya waktu Subuh.

Terkadang seseorang lupa membaca niat puasa saat malam hari akibat tidak sahur dan tidur kebablasan, kemudian mengikuti landasan Mazhab Syafi'i, maka ibadah puasanya tidak sah karena sudah melewati ketentuan waktunya.

Persoalan hukum tidak membaca niat puasa Ramadhan dan sahur, Buya Yahya mengambil uraian dalam beberapa hal, termasuk dari perbandingan beberapa mazhab agar seseorang tak merasa was-was.

Lantas, apa hukum tidak membaca niat puasa Ramadhan di malam hari? Simak pemaparan Buya Yahya di bawah ini!

Hukum Tidak Membaca Niat Puasa Ramadhan

Ilustrasi membaca niat puasa Ramadhan
Ilustrasi membaca niat puasa Ramadhan
Sumber :
  • Unsplash

 

Berdasarkan hadis riwayat dari Hafshah-Ummul Mukminin menerangkan waktu membaca niat puasa, Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Subuh, maka tidak ada puasa untuknya." (HR. An Nasa'i, Ibnu Majah, Abu Dawud)

Hadis riwayat ini mengarahkan sebagai patokan kapan waktu niat puasa. Buya menyebutkan, dalam pemahaman Mazhab Imam Syafi'i, Maliki dan Hambali telah sepakat, ibadah puasa tidak sah jika berbicara hukum tak membaca niatnya.

Namun, kata Buya Yahya, ada keringanan hukum membaca niat puasa di pagi hari, semisal karena faktor benar-benar lupa dan tidur kebablasan di pagi hari bisa mengikuti Mazhab Imam Abu Hanifah.

"Syekh Malibari dalam kitab Fathul Muin-nya mengisyaratkan, barang siapa di pagi harinya dia lupa belum niat, dia ingin berpuasa hendaknya niat mengikuti Mazhab Abu Hanifah," ucap Buya Yahya dikutip tvOnenews.com dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (4/3/2025).

Menurut Buya Yahya, orang yang tidak memahami fikihnya jangan selalu ditakut-takuti puasanya tidak sah. Keringanan membaca niat puasa di pagi hari, setidaknya memberikan kemudahan agar bisa berpuasa.

Niat Puasa di Pagi Hari untuk Darurat

Ilustrasi membaca niat puasa Ramadhan
Ilustrasi membaca niat puasa Ramadhan
Sumber :
  • Freepik

 

"Namun ingat, kalau ikut mazhab seperti ini tidak boleh main-main. Malam harinya sudah berencana, saya niat besok aja ikut Abu Hanifah. Itu sama saja Anda main-main," tegas Buya Yahya.

Pengasuh LPD Al Bahjah itu menyayangkan, keringanan dari Mazhab Abu Hanifah sering dibuat main-main. Padahal hukumnya memberikan penegasan hanya untuk keadaan darurat.

Kadang-kadang ada orang sengaja makan dan minum walaupun malamnya lupa niat dan memutuskan ikut Mazhab Hanifah. Cara seperti itu tidak dibenarkan oleh agama Islam.

"Ini adalah kasus darurat di saat seseorang dalam keadaan lupa, maka di pagi harinya boleh niat dengan catatan dia belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa," tuturnya.

Tetapi, mereka yang makan dan minum secara sengaja menunjukkan telah melalaikan ibadah puasanya. Buya Yahya menegaskan, cara seperti ini harus imsak dan qadha puasa setelah Ramadhan selesai.

Harus Imsak dan Qadha Puasa Ramadhan

Ilustrasi mengamalkan niat puasa Ramadhan
Ilustrasi mengamalkan niat puasa Ramadhan
Sumber :
  • Pixabay

 

"Wajib imsak dan tidak boleh makan dan minum. Dia seperti orang yang berpuasa. Cuma nanti dia wajib mengqadha," tukasnya.

Merujuk dari laman NU Online Jabar, Imam Ibnu Abidin mengutarakan qadha puasa adalah wajib. Sebab, kebutuhan puasa tidak terpenuhi dalam urusan syaratnya akibat tak niat.

Kemudian, tidak ada kewajiban kafaratnya karena kondisinya sudah tidak ada puasanya. Orang yang terang-terangan berkafarat, sama saja sudah menghancurkan puasanya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesimpulan: Hukum Niat Puasa Ramadhan setelah Subuh masih boleh jika mengikuti Mazhab Imam Abu Hanifah, namun berlaku dalam kondisi darurat seperti tidur kebablasan dan lupa tidak secara sengaja.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan Dwi Sasetyaningtyas Alumnus Penerima LPDP Sebut 'Anak Jangan WNI' yang Membuatnya Viral Dihujat Netizen

Alasan Dwi Sasetyaningtyas Alumnus Penerima LPDP Sebut 'Anak Jangan WNI' yang Membuatnya Viral Dihujat Netizen

Nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumnus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. 
Tanpa Megatron, Red Sparks Terjun Bebas? 11 Kekalahan Beruntun, Ko Hee-jin Ambruk di Dasar Klasemen V-League 2025-2026

Tanpa Megatron, Red Sparks Terjun Bebas? 11 Kekalahan Beruntun, Ko Hee-jin Ambruk di Dasar Klasemen V-League 2025-2026

Kepergian Megawati setelah leg kelima final musim lalu seakan meninggalkan lubang besar yang belum tertutup di tubuh Red Sparks. Skuad Ko Hee-jin kini justru
Peruri Serahkan Ambulans untuk Kodim 0604/Karawang di Hari Pertama Ramadan 2026

Peruri Serahkan Ambulans untuk Kodim 0604/Karawang di Hari Pertama Ramadan 2026

Peruri menyerahkan satu unit ambulans kepada Kodim 0604/Karawang, Kamis (19/2/2026), di Makodim 0604/Karawang, Jalan Siliwangi, Nagasari, Karawang Barat. 
Ketua BEM UGM Ngaku Diteror, Natalius Pigai: Orang yang Menantang MBG Tak Punya Hari Nurani

Ketua BEM UGM Ngaku Diteror, Natalius Pigai: Orang yang Menantang MBG Tak Punya Hari Nurani

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai angkat bicara ihwal dugaan teror terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) usai mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) dan sejumlah program pemerintah.
Erick Thohir Tanggapi Tudingan Media Malaysia Jadi Dalang Sanksi FIFA 7 Pemain Naturalisasi Harimau Malaya

Erick Thohir Tanggapi Tudingan Media Malaysia Jadi Dalang Sanksi FIFA 7 Pemain Naturalisasi Harimau Malaya

Erick Thohir membantah tuduhan media Malaysia soal laporan ke FIFA yang memicu sanksi. Ia menegaskan hubungan Asia Tenggara harus dijaga demi kemajuan sepak bola bersama.
Novel Populer 'Samuel' Akan Jadi Serial di WeTV, Dibintangi Saskia Chadwick Hingga Fadi Alaydrus

Novel Populer 'Samuel' Akan Jadi Serial di WeTV, Dibintangi Saskia Chadwick Hingga Fadi Alaydrus

Novel populer berjudul Samuel akan kembali menyapa penggemar dalam sebuah serial yang diproduksi oleh WeTV dan MD Entertainment.

Trending

Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Buka Pintu ke Timnas Indonesia, Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Buka Pintu ke Timnas Indonesia, Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Nama Laurin Ulrich tengah dikaitkan dengan Timnas Indonesia setelah performanya terus menanjak di kompetisi Jerman. Gelandang berdarah Surabaya itu masuk radar?
Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Panggil Penyerang Baru, Pemain Naturalisasi Pindah ke Super League, hingga FIFA Restui Striker Keturunan Depok

Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Panggil Penyerang Baru, Pemain Naturalisasi Pindah ke Super League, hingga FIFA Restui Striker Keturunan Depok

Kabar seputar Timnas Indonesia jadi salah satu yang mendapat sorotan. Berikut tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia pilihan redaksi tvOnenews.com.
Sudah Resmi Jalani Proses Naturalisasi, Penyerang Ini Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Berduet dengan Ole Romeny di FIFA Series 2026?

Sudah Resmi Jalani Proses Naturalisasi, Penyerang Ini Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Berduet dengan Ole Romeny di FIFA Series 2026?

Striker naturalisasi baru berpeluang dipanggil John Herdman untuk FIFA Series 2026. Duet lini depan Timnas Indonesia diprediksi makin tajam dan jadi ancaman.
Sempat Kena PHP Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert, Jairo Riedewald Kini Menggila di Inggris, John Herdman Tertarik?

Sempat Kena PHP Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert, Jairo Riedewald Kini Menggila di Inggris, John Herdman Tertarik?

Gagal dinaturalisasi Timnas Indonesia era Patrick Kluivert bahkan kariernya ikut drop, kini Jairo Riedewald menggila di Inggris. Apakah John Herdman tertarik?
Update Daftar 3 Pemain yang Resmi Jalani Proses Naturalisasi, John Herdman Berpotensi Pangggil ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Update Daftar 3 Pemain yang Resmi Jalani Proses Naturalisasi, John Herdman Berpotensi Pangggil ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Tiga pemain naturalisasi berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Kehadiran mereka diprediksi memperkuat skuad Garuda.
Update Pemain yang Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Kapten Skuad Garuda Era Shin Tae-yong Tersingkir

Update Pemain yang Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Kapten Skuad Garuda Era Shin Tae-yong Tersingkir

Empat pemain Timnas Indonesia dipastikan absen di FIFA Series 2026 akibat sanksi FIFA dan cedera. John Herdman harus merombak skuad jelang laga penting Maret.
Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Gacor Belgia Berdarah Jogja Ini Buka Pintu ke Timnas Indonesia

Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Gacor Belgia Berdarah Jogja Ini Buka Pintu ke Timnas Indonesia

Timnas Indonesia tengah dikaitkan dengan talenta muda yang sedang berkembang di Eropa. John Herdman pantau sosok Robin Mirisola, striker keturunan gacor Belgia?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT