Picu Perdebatan di Tengah Masyarakat, Buya Yahya Tegaskan Hukum Shalat Tarawih antara 20 atau 8 Rakaat
- dok.tangkapan layar youtube Buya Yahya
Jakarta, tvOnenews.com- Bulan suci ramadhan 2025, sudah berjalan selama 5 hari. Dalam bulan penuh berkah, umat muslim dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan sunnah.
Amalan sunnah itu, seperti Shalat Tarawih yang dikerjakan setiap usai shalat Isya. Namun, jumlah rakaat untuk shalat tarawih bisa berbeda -beda.
Hal inilah yang bisa picu perdebatan di tengah masyarakat. Lalu, apakah boleh shalat tarawih 8 rakaat?.

- dok.tangkapan layar youtube Buya Yahya
Pandangan Buya Yahya soal Jumlah Shalat Tarawih
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan kalau di tengah masyarakat ada jumlah shalat 8 atau 20 rakaat. Namun, mana yang benar?
Buya Yahya mengatakan tarawih yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, belum ditemukan secara jelas dalam berbagai riwayat hadits.
"Namun, perlu diingat bahwa baik jumlah rakat 20 , 36 ataupun 8 rakaat ini bukanlah jumlah yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini diakui oleh para ulama," jelas Buya Yahya dalam website Al Bahjah, Rabu (5/3/2025).
Jumlah Rakaat Tarawih Berdasarkan Hadits atau Anjuran Siapa?
Sehubungan dengan ini, Buya Yahya menegaskan bahwa dalam sejarah, nabi Muhammad SAW tidak mengatur secara pasti bilangan rakaat dalam shalat tarawih.
"Beliau melakukan shalat tarawih dengan berbagai variasi bilangan rakaat, mulai dari 8, 11, 13, hingga 20 rakaat," kata Buya.
Dengan begitu, baik shalat tarawih 8 rakaat maupun 20 rakaat sama-sama merupakan bentuk pelaksanaan sunnah nabi.
Buya menganjurkan bukan dari jumlah bilangan rakaatnya untuk melakukan shalat tarawih.
Melainkan dari sisi melaksanakan qiyamul lail dalam malam-malam Ramadhan.
Ia melihat bahwa sahabat lainnya melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang berbeda-beda.
"Sehingga ia memilih jumlah rakaat 20 agar umat Islam bisa bersatu dalam melaksanakan Shalat Tarawih," jelas Pendakwah Indonesia itu. (klw)
waallahualam
Load more