News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenag Bela Maxime Bouttier dan Luna Maya Imbas Jeda Ijab Kabul Geger: Bukan Ukuran Akad Nikah Tidak Sah!

Penghulu Ahli Madya Kementerian Agama (Kemenag), Anwar Sa'adi mengulas hukum tarikan napas saat prosesi ijab kabul akad nikah Maxime Bouttier dan Luna Maya.
Senin, 12 Mei 2025 - 01:21 WIB
Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier
Sumber :
  • Instagram @lunamaya

Imam Nawawi memandang kondisi menelan ludah atau menarik napas masih sesuatu hal wajar dan sangat sulit dihindari dalam prosesi akad nikah, khususnya saat ijab kabul.

Meski demikian, Anwar menegaskan, apabila jeda terlampau lama, wali nikah dapat menuntut haknya menarik pernyataan atas ucapan dalam ijab kabul yang menyebabkan akad nikah gagal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini hanya persoalan khilafiah. Meskipun umumnya dilakukan dalam satu tarikan napas, kalau terbata-bata, memang disarankan diulang," tegas Anwar.

Sementara, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sukawati, Gianyar, Akhmad Adi Wijaya Kelana Putra selaku penghulu memimpin akad nikah Bouttier dan Luna Maya turut berbicara atas kontroversi ini.

Akhmad kembali melihat tayangan ulang prosesi akad nikah melalui akun YouTube kedua selebritis tersebut memang terlihat Bouttier tengah menarik napas selama beberapa detik.

Sebagai penghulu pernikahan tersebut, Akhmad menjamin keabsahan akad nikah Maxime Bouttier dan Luna Maya masih tergolong sesuai syariat agama Islam tentang pernikahan.

"Yang tidak sah adalah jeda atau pemisah yang dianggap lama secara umum," ujar Akhmad.

Sebelumnya, Sirojuddin terang-terangan membuat konten menyinggung Maxime Bouttier menjeda sekian detik saat ijab kabul.

Melalui akun media sosial pribadinya, Sirojuddin menuturkan sesuatu yang menjadi pemisah dalam ijab kabul, sangat rentan menyebabkan Bouttier gagal menikahi Luna Maya.

"Seharusnya setelah ijab langsung kabul jangan nunggu mic. Langsung nyambut terhadap ijabnya tersebut. Kalau ada pemisah yang lama, maka nanti akadnya tidak sah dan pernikahannya tidak sah," kata Sirojuddin.

Senada dengan Anwar Sa'adi yang mengutip kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi jika melihat dari jeda ijab kabul Bouttier berjarak selama 3 detik.

"Kalau melihat dalam ilmu syariat berarti akad nya tidak sah," tegas pria tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sirojuddin juga menyoroti saksi yang dipilih seharusnya menguasai ilmu pernikahan berlandaskan dengan ajaran agama Islam, bukan persoalan rekan sejawat maupun banyak harta.

"Untuk saksi ini seharusnya orang yang paham dengan ilmu syariat, bukan hanya orang yang mempunyai nama, atau mempunyai harta yang banyak, atau orang yang dia itu berpengaruh. Jadi, jangan yang seperti ini yang diutamakan, tapi yang paham dalam ilmu syariat," pungkas Sirojuddin.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT