News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banyak yang Keliru, Sebenarnya Kredit Bank Mengandung Riba atau Tidak dalam Islam? Ulama ini Jawab Tegas kalau itu...

Kredit bank mengandung riba karena ada pemungutan bunga di dalamnya. Namun, ulama menekankan persoalan hukumnya dalam Islam agar tidak keliru. Simak di sini!
Minggu, 18 Mei 2025 - 20:45 WIB
Ilustrasi uang hasil dari kredit bank yang riba
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Riba dalam urusan kredit bank sering menjadi sorotan utama bagi umat Muslim, akibat adanya praktik pemungutan berupa bunga.

Pemungutan bunga dalam transaksi keuangan tidak sah dan dinilai tak layak, sehingga kredit bank selalu diartikan riba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam urusan kesepakatan pinjam-meminjam dari kredit bank, artinya pihak peminjam wajib membayar utang dengan tempo waktu yang sudah ditentukan bersama.

Agama Islam telah memberikan panduan soal hukum kredit bank apabila ada bunga sama saja diartikan riba.

tvonenews

Namun, pemahaman riba harus dipahami bersama agar tidak keliru, sehingga menimbulkan waswas bagi umat Islam yang ingin kredit bank.

Terkait hukum kredit bank, sudah banyak ulama membahas hal ini dengan pemahamannya masing-masing. Pada pembahasan kali ini akan menampilkan pendapat dari almarhum Syekh Ali Jaber.

Dinukil tvOnenews.com dari kanal YouTube Pintu Santri, Minggu (18/5/2025), Syekh Ali Jaber di semasa hidupnya pernah menjawab pertanyaan tentang riba dalam kredit bank.

"Boleh tidak saya ambil kredit rumah lewat bank syariah? Saya PNS dan sudah mau pensiun. Selama ini saya membiayai anak sekolah dan kuliah dari pinjaman bank," kata jemaahnya saat bertanya kepada Syekh Ali Jaber.

Dalam suatu ceramah itu, jemaah tersebut mengetahui praktik kredit rumahnya bersifat riba, sehingga ia berdoa kepada Allah SWT agar tidak berdosa dalam menghidupi keluarganya.

Almarhum Syekh Ali Jaber
Almarhum Syekh Ali Jaber
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Camp Sholawat

 

Dengan gaya bijaknya tapi begitu bermakna, Syekh Ali Jaber memberikan nasihat kepada jemaah tersebut agar tak menganggap sesuatu yang buruk akan berdosa.

"Bapak ibu, sebenarnya kita belum tahu makna kata hamba Allah, tapi kita terlalu mudah menyebut diri sebagai hamba Allah. Para Nabi dan Rasul memohon kepada Allah menjadi hamba Allah. Para Nabi dan Rasul membutikan kehambaannya kepada Allah. Kalau kata hamba Allah, bapak ibu, berati kita benar-benar sudah sami'na wa atho'na," jelas Syekh Ali Jaber.

Pada kesempatan tersebut, Syekh Ali Jaber mengingatkan agar seluruh umat Muslim harus bersyukur dan bersabar atas ujian di sepanjang hidupnya.

"Tapi mohon maaf kita belum bisa menjadi hamba Allah yang sebenar-benarnya. Karena kita membuktikan diri sebagai hamba Allah belum terwujud," pesan dia dengan bijak.

Persoalan riba, menurut Syekh Ali Jaber, praktik tersebut sulit terpisahkan di tengah kalangan umat Muslim di Indonesia.

"Dalam melengkapi kebutuhan sehari-hari tidak lepas dari riba, dan banyak yang belum menyadari sumber masalah dirii kita, sebab adanya riba," jelasnya.

Ketika mempunyai sesuatu berharga dari yang halal, seperti rumah, mobil, hingga usaha apapun, bagi Syekh Ali Jaber, pasti ada unsur ribanya meskipun ukurannya tak seberapa.

Melansir dari Quran Kemenag RI, dalil ayat Al-Quran yang menyentuh pembahasan riba terletak di Surat At-Thalaq Ayat 2-4.

Dalam ayat tersebut, umat Muslim diarahkan agar bertakwa atas rezeki yang dilimpahkan oleh Allah SWT.

Syekh Ali Jaber menegaskan dalam urusan kredit bank syariah tidak dipermasalahkan menurut para ulama, asalkan tetap ikut rambu-rambu yang halal pakai sistem syariah.

"Kalau ada keterlambatan dalam membayar atau melunasi tagihan, jika terkena denda, atau istilah lain, bunga, walaupun itu bank syariah, hukumnya tetap riba," paparnya.

Terkait bunga atas bentukan dari bank, Syekh Ali Jaber berspekulasi kalau itu hanya pengubahan nama riba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mungkin kita belum banyak tahu tentang hukum, sebab, alasan dan atau dalam kondisi lemah iman. Dengan taubatan nasuha, maka insya Allah akan diampuni," tukas dia.

(udn/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapolres Sukoharjo Hingga Kasat Reskrim Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Kapolres Sukoharjo Hingga Kasat Reskrim Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena hingga Kasat Reskrim, Iptu Agung Sedewo dinonaktifkan buntut penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran.
Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah merampungkan perbaikan 26 dari 34 ruas jalan yang menjadi target penanganan sepanjang 2026. Artinya, sekitar 76 persen
PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta di League Cup 2026, Ayam Kinantan Siap Beri Kejutan

PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta di League Cup 2026, Ayam Kinantan Siap Beri Kejutan

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa skuadnya tidak gentar menghadapi Persija Jakarta dalam pertandingan pembuka League Cup 2026/2027.
Tembus Pasar Internasional, UMKM Pertamina Unjuk Gigi di Kancah Global

Tembus Pasar Internasional, UMKM Pertamina Unjuk Gigi di Kancah Global

Lima UMKM binaan PT Pertamina (Persero) berhasil memanfaatkan forum internasional 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Bali, 16–28 Oktober lalu, untuk memperluas jangkauan pasar. 
Miris! 7 Fakta Kasus Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Kebayoran Lama, Tersangka Sempat Tutupi Lokasi Jasad

Miris! 7 Fakta Kasus Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Kebayoran Lama, Tersangka Sempat Tutupi Lokasi Jasad

Kasus pembunuhan bayi perempuan berusia 20 bulan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Berikut 7 fakta soal kasus tersebut.
Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Kasus tragis menimpa balita perempuan yang meregang nyawa akibat tindak kekerasan. Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama menetapkan dua tersangka, yakni pria AR dan wanita J, yang merupakan ibu kandung korban.

Trending

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT