News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebelum Meninggal Dunia, Ustaz Yahya Waloni Bicara Jujur tentang Sosok Ustaz Adi Hidayat, Katanya UAH itu Pendakwah...

Jauh sebelum dikabarkan meninggal dunia, Ustaz Yahya Waloni pernah memberi kesaksian tentang sosok Ustaz Adi Hidayat (UAH) dinilai bukan pendakwah sembarangan.
Minggu, 8 Juni 2025 - 17:36 WIB
Ustaz Yahya Waloni pernah bicara tentang sosok Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Madani TV & Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Ustaz Yahya Waloni pernah memberi kesaksian tentang sosok Ustaz Adi Hidayat jauh sebelum dikabarkan meninggal dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ustaz Yahya Waloni dikabarkan meninggal dunia ketika mengisi khutbah shalat Jumat di Makassar, Jumat (6/6/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Yahya Waloni tiba-tiba terjatuh saat bagian khutbah kedua ketika berceramah di Masjid Darul Falah Minasa Upa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Akibat tak sadarkan diri, petugas masjid langsung membawa Ustaz Yahya Waloni ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bahagia.

Ustaz Yahya Waloni
Ustaz Yahya Waloni
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier

 

Sayangnya, nyawa Ustaz Yahya Waloni tidak tertolong sejak kejadian terjatuh di tengah-tengah sesi pelaksanaan khutbah Jumat.

Kabar duka Ustaz Yahya Waloni mencuri perhatian publik, terutama kembali mengingat gaya ceramah sang pendakwah dikenal sangat keras.

Selain berbicara tentang mualaf, Ustaz Yahya Waloni kerap menyoroti berbagai sosok tokoh ulama di Indonesia dalam suatu ceramahnya.

Salah satu ulama kondang yang menjadi bahan perbincangan Ustaz Yahya Waloni adalah Ustaz Adi Hidayat.

Menurut Ustaz Yahya Waloni, kecerdasan IQ Ustaz Adi Hidayat dan Gus Qoyyum di atas rata-rata.

"Ada satu kiai jago sekali, saya pernah nonton videonya. Yang paling hebat lagi, kiai itu dari Jawa dan sudah go internasional. Kiai Haji Gus apa gitu, ah dari apa sana itu, pokoknya Rembang," ungkap Ustaz Yahya Waloni dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Enerlight, Minggu (8/6/2025).

Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

 

Pendakwah kelahiran asal Manado itu menganggap IQ Ustaz Adi Hidayat bahkan bisa bersaing dengan keilmuan yang dimiliki Gus Qoyyum.

"Masih muda beliau. Kalau mau belajar, kaliber di atasnya kaliber itu," tuturnya.

Sebagai seorang mualaf, Ustaz Yahya Waloni harus mengakui kalau ingin belajar agama Islam bisa melihat dari gaya dakwah Ustaz Adi Hidayat.

Menurut penuturan Ustaz Yahya Waloni, cara dan bahasa dakwah agama Islam Ustaz Adi Hidayat juga disertakan dengan ilmu sains.

"Itu memang MasyaAllah, enggak tahu otak IQ-nya berapa ratus di atas. Sampai berapa kitab di luar kepala itu," jelasnya.

Ketika menyelaraskan dengan sains, UAH sapaan akrabnya, bahkan sering kali menumpahkan ilmu pengetahuannya menggunakan logika.

Mantan pendeta yang kini menjadi ustaz ternama itu tak bisa berkata-kata lagi terhadap level gaya dakwah Ustaz Adi Hidayatt.

"Seperti anak muda yang besar juga muda itu, Adi Hidayat. Itu sama level mereka," sebutnya.

Berkaca dari sosok Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Yahya terkesima dengan para pendakwah Islam memiliki kecerdasan yang luar biasa.

Ia berspekulasi kalau keilmuan para ulama dan kiai dari agama Islam bahkan sampai ditiru oleh orang kafir.

"Dan memang begitulah sejarahnya. Kafir enggak pernah menang dalam perdebatan argumen sains," tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa, jika ulama dan kiai diajak berdebat, tokoh umat agama lain sulit menandingi keilmuan logika mereka.

Ia berharap agar umat Muslim patut bahagia bisa memiliki sosok Ustaz Adi Hidayat dan Gus Qoyyum atas kecerdasannya dinilai di atas rata-rata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kafir itu tukang nyontek. Semua ilmu yang dia dapati, termasuk listrik begini, nyontek dari ilmu orang Islam," tukasnya.

(udn/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT