Kok Anak Susah Menghafal Al-Quran? Walau Sudah Berusaha Menurut Ustaz Adi Hidayat Metode Terbaiknya Pakai Cara...
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Rajin mengamalkan Ayat Suci Al-Quran belum tentu mampu memahami isi dan tafsirnya.
Kebanyakan orang tua membimbing anak agar rajin menggetarkan Ayat Suci Al-Quran, sehingga mereka mampu membaca dengan baik.
Walaupun bacaannya sudah sempurna, tetapi masih banyak anak belum memahami arti dan konteks dari ayat Al-Quran yang diamalkan mereka.
Sebagai orang tua, harus memberikan metode terbaik bagaimana cara membuat anak tidak kesusahan menghafal Al-Quran.
Terkait anak yang malas menghafal Ayat Suci Al-Quran, metode dari Ustaz Adi Hidayat kali ini sangat penting diterapkan para orang tua.

- iStockPhoto
Â
Mengenai metode agar anak menghafal Al-Quran, mari simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat di bawah ini!
Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Adi Hidayat Official, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan langkah pertama adalah niat.
"Jadi, kalau mau menghafal Al-Quran, niatkan dengan benar. Apa cirinya orang berniat itu? Cirinya ada dua," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ciri-ciri yang pertama adalah bagaimana bisa memposisikan hafalan Al-Quran menjadi prioritas agenda di dalam kehidupan.
"Misal ada kegiatan menghafal Quran ada 100 pembimbing laki-laki perempuan Muslim menemani bahkan metode online, ada tiga metodenya," contoh Ustaz Adi Hidayat.
UAH sapaan populernya, membeberkan metode penghafalan yang efektif disertai niat ada tiga cara, yakni setoran langsung, telepon atau voice note.
"Dan nanti yang voice note ini ataupun juga mengirimkan hafalan kita untuk dinilai itu akan ditanya Anda sehari punya waktu berapa dengan Quran? 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam," bebernya.
Melalui acuan durasi untuk menghafal Al-Quran, nanti perhitungannya akan direkap minimal setiap bulan atau setiap tahun.
"Kalau Anda 5 menit hafal Quran dalam durasi sekian tahun, tapi nanti alokasi yang telah Anda siapkan itu ada konsistensi siap enggak dihubungi jam sekian yang kosong," tuturnya.
Ketika menggunakan metode niat pasti akan serius mengutamakan agenda penghafalan Al-Quran yang sudah dibentuk.
"Paksain diri kita untuk hadir di situ. Itu latihan pertama sampai mendapatkan kenikmatan mengulang, kalau sudah nikmat itu lintas waktu, lintas keadaan," jelasnya.
Alih-alih cara tersebut ampuh kepada anak, jika tidak ada sokongan penuh dari orang tua maka segala usahanya hanya sia-sia.
Ustaz Adi Hidayat mencontohkan ada anak berusaha menghafal Al-Quran, tetapi tidak dapat dukungan dari orang tua.
"Kalau ingin menjadi penghafal Quran, maka orang tua berusaha untuk berinteraksi dengan Quran dulu walaupun hanya sekadar baca," pesannya.
Pendakwah karismatik itu mengambil kisah Muadz, anak laki-laki dari Mesir terlahir buta tetapi menjadi Hafidz Quran.
Keterbatasan fisik tidak menghalangi ia tetap menghafal Al-Quran, hal ini tak lepas dari peran dukungan sang ayah.
"Anaknya penghafal Al-Quran, beliau modifikasi motornya supaya dashboardnya itu bisa disimpan catatan menghafal lalu dibawa anaknya dibonceng 20 kilometer untuk belajar Quran," terangnya.
Meskipun sang ayah tidak pernah sempurna membaca Al-Quran, cara tersebut menuntun semangat Muafz menjadi Hafidz.
"Allah mudahkan dia mendapatkan Quran dengan hafalannya dan keterbatasan pandangannya dengan kesungguhan orang tuanya. Itulah memantik kemudahan yang didapatkan oleh anak," tegasnya.
Ia hanya berpesan metode tersebut tidak boleh ada unsur paksaan, apalagi kalau menggunakan cara sesuai keinginan orang tua.
(hap)
Load more