News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dapat Membatalkan Pahala Puasa, Umat Muslim Sebaiknya Jauhi 5 Hal Ini

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan pahala puasa seperti ghibah, berkata dusta, adu domba, memberikan sumpah palsu, serta memandang seseorang dengan syahwat
Kamis, 7 April 2022 - 14:38 WIB
Saat berpuasa hendaknya umat muslim menahan lisan dan mata agar tak melakukan hal-hal yang dilarang Allah
Sumber :
  • unsplash.com

Ketika seseorang beribadah maka tentu saja niat yang paling utama dalam hatinya adalah agar ibadahnya diterima dan diganjar pahala oleh Allah SWT. Hal ini juga sesuai dengan salah satu tujuan diciptakannya manusia yakni untuk beribadah kepada Allah. Tujuan ini termaktub dalam Al - Quran Surah Adz - Dzariyat ayat 56 yang berbunyi:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Namun demikian, tak semua ibadah berhak mendapat ganjaran pahala dari Allah. Ada beberapa sebab nilai ibadah jadi berkurang bahkan ditiadakan, salah satunya adalah ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu jenis ibadah mahdhah atau yang menurut bahasa bermakna 'murni' atau 'tak bercampur'. Ibadah mahdhah ini merupakan jenis ibadah yang penetapannya berdasarkan dalil syariat. Artinya jika tak sesuai syariat maka ibadah mahdhah ini dianggap kurang nilainya atau bahkan batal.

Dalam puasa Ramadhan sendiri diketahui ada beberapa hal yang dapat membatalkan pahala puasa antara lain berdusta, ghibah, adu domba, sumpah palsu, memandang seseorang dengan syahwat, serta berkata - kata yang kotor dan keji.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda:

خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبةُ
“Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu” (HR Ad-Dailami)

Berikut penjelasan tentang hal - hal yang dapat membatalkan pahala orang berpuasa.

1. Berdusta

Di dalam Islam, berbohong atau berdusta dinilai sebagai perbuatan yang tercela dan dilarang dilakukan bagi yang mengaku muslim. Perbuatan ini begitu dibenci oleh Allah sehingga dapat membatalkan pahala puasa.

Meski demikian berdasarkan sejumlah hadits dapat diketahui hukum berbohong saat berpuasa tidak membatalkan puasa namun tetap merusak pahala puasa.

Dari riwayat Imam Bukhari, Rasulullah bersabda, "Orang yang tidak menjauhi perkataan dusta dan mengamalkan dustanya, maka tak ada hajat bagi Allah untuk menilai puasanya meski ia bersusah payah seharian menjauhi makanan dan minuman."

2. Ghibah

Menahan lisan untuk tidak mengeluarkan kata - kata yang buruk dan menyakitkan adalah salah satu hikmah dan tujuan berpuasa. Salah satu kata - kata yang buruk itu jatuh ke dalam kategori ghibah.

Ghibah ini adalah dosa yang sering kali muncul tanpa disadari. Begitu ringan lidah mengeluarkan informasi yang sebenarnya merupakan aib orang lain. Padahal Allah telah melarang umat muslim untuk menyebarkan aib orang lain terutama sesama muslim.

Apabila kamu secara tak sengaja menggunjingkan orang lain saat berpuasa maka sangat dianjurkan untuk mengucapkan istighfar dan segera menghentikan perbuatan sia - sia tersebut agar pahala puasamu tetap utuh.

3. Adu Domba

Perilaku tercela lainnya yang harus dihindari dimanapun dan kapanpun adalah sikap adu domba. Sifat ini juga sangat dibenci oleh Allah dan dapat menciderai usahamu berpuasa seharian penuh.

Tidak seharusnya setiap keadaan yang tak disukai disampaikan ke orang lain, kecuali jika ditujukan untuk kemaslahatan kaum Muslim atau menolak kemaksiatan, seperti kesaksian di pengadilan.

Nabi Muhammad pernah mengecam sifat ini secara khusus dalam sabdanya yang berbunyi, "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang paling buruk perilakunya di antara kalian? Yaitu, orang yang berjalan di atas muka bumi seraya menghasut, yang merusak di antara orang-orang yang tadinya saling mencintai, dan hanya ingin membeberkan aib orang-orang yang tidak bersalah.'' (HR Ahmad bin Hanbal)."

Jika dalam kondisi tidak berpuasa saja sifat ini sangat dibenci oleh Rasulullah, tentu adu domba atau namimah ini juga harus dijauhi saat tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

4. Sumpah Palsu

Bahaya lidah selanjutnya yang dapat membatalkan pahala seseorang saat berpuasa di bulan Ramadhan adalah memberikan kesaksian palsu.

Sama halnya dengan sifat - sifat tercela lainnya, sumpah palsu juga merupakan sifat yang harus dijauhi. Memberikan sumpah palsu sejatinya adalah bibit dari sifat khianat.

Meskipun sumpah palsu ini sering dilontarkan dalam konteks candaan, namun alangkah baiknya jika candaan seperti ini dihindari saat sedang menjalani ibadah puasa.

Sesungguhnya pemberi sumpah palsu dan pengkhianat ini diharamkan Allah, serta dibenci Nabi Muhammad dan juga manusia pada umumnya karena sifatnya yang sangat merusak kepercayaan dan rasa hormat serta dapat berujung pada konflik.

5. Memandang Seseorang dengan Nafsu Syahwat

Salah satu tujuan umat muslim berpuasa adalah untuk mendisiplinkan diri untuk menghindari maksiat. Cara utamanya adalah dengan mengendalikan diri dari nafsu syahwat.

Bersyahwat kepada pasangan sah saja dilarang ketika berpuasa apalagi ketika memandang orang yang bukan dengan nafsu syahwat. Memandang orang lain seperti itu termasuk perbuatan yang diharamkan Allah.

Lalu ketika seseorang melakukan perbuatan ini saat berpuasa tentu puasanya tak akan diterima di sisi Allah karena ia telah melakukan apa yang diharamkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu alangkah baiknya sebagai umat muslim hendaklah menjaga lidah, mata, dan ujung kemaluannya terutama saat di bulan suci Ramadhan agar kita semua mendapatkan ganjaran pahala yang maksimal serta terlatih mengendalikan hawa nafsu.

Sangat dianjurkan untuk banyak - banyak beribadah dan berdzikir serta membaca Al - Quran di bulan Ramadhan untuk memudahkanmu mengontrol hawa nafsu dan meningkatkan pahala. (afr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sempat Tak Terkalahkan di Awal, Wakil Asia Kian Menipis Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Sempat Tak Terkalahkan di Awal, Wakil Asia Kian Menipis Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Dominasi yang sempat dipamerkan di awal kompetisi Piala Dunia 2026 mulai runtuh. Akibatnya, hanya segelintir tim-tim tangguh yang mampu bertahan di fase gugur.
Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Kekalahan Norwegia dari Prancis pada laga Grup I Piala Dunia 2026 memicu kritik terhadap sang pelatih. Erling Haaland akhirnya buka suara soal keputusan itu.
Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meminta seluruh partai politik di ibu kota untuk menanggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kesejahteraan masyarakat. 
5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.
Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Seorang wisatawan lanjut usia (lansia) asal Kota Serang nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer.
Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Sinergi antara penyelenggara negara dan warga negara menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT