News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Badan Bekas Kerokan Akibat Masuk Angin, Haruskah Menunda Mandi Junub? Buya Yahya Menjawab Tegas soal Hukumnya

Soal hukum fiqih menunda mandi junub hanya perkara badan masih punya bekas kerokan untuk buang masuk angin, Buya Yahya membahas tuntas hal ini. Apa jawabannya?
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:02 WIB
Ilustrasi badan bekas kerokan dan proses mandi junub
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Mandi junub secara umum merupakan kegiatan menyucikan diri dari hadas besar.

Seorang Muslim yang mandi junub dipastikan tubuhnya sedang mengandung kotoran wajib disucikan dalam syariat agama Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu penyebab mandi junub seusai keluarnya air mani. Contohnya karena faktor hubungan suami-istri.

Apabila seorang mukmin tidak mandi junub, maka segala ibadah yang dikerjakan akan sia-sia.

Terkait hal ini, ada sebagian orang berspekulasi terkait penundaan mandi junub hanya perkara badan masih punya bekas kerokan.

Bagian badan yang dikerok biasanya karena masuk angin, sehingga muncul bekas warna merah karena kerokan dianggap penyebab tertundanya mandi junub.

Sontak, apakah benar harus menunda mandi junub selama bekas kerokan masih terlihat di badan? Buya Yahya menjawab hukum fiqih dari pemahaman ini usai ditanya seorang jemaahnya.

"Saya mau bertanya, suatu waktu saya pernah sakit masuk angin, lalu dikerok sekitar jam 3 pagi. Kemudian, saya kembali tidur," ungkap seorang jemaah kepada Buya Yahya dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (10/8/2025).

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube

 

Jemaah tersebut kemudian membagikan pengalamannya saat bangun tidur, ia baru menyadari telah mimpi basah dan air maninya pun keluar.

Ia pun bertanya-tanya apakah mandi junub diharuskan sebelum melaksanakan ibadah wajib shalat Subuh di pagi hari.

"Atau cukup tayamum saja? Karena orang tua saya mengatakan bahwa setelah dikerok tidak boleh mandi karena bisa terkena serangan jantung atau angin duduk," jelas jemaah tersebut.

Buya Yahya langsung mengapresiasi terhadap pertanyaan tersebut yang menanyakan soal hukum fiqih tentang mandi junub usai badan dikerok.

Buya Yahya sangat mendukung keinginan jemaahnya segera bergegas mandi junub demi memenuhi pelaksanaan shalat Subuh.

Namun, untuk perkara mandi junub setelah badan dikerok bisa menyebabkan penyakit, yakni lebih cenderung pada pemahaman kesehatan.

"Cuma pertanyaan yang Anda tanyakan bukan bagian saya. Tanyakan ke dokter apakah betul kerokan kalau mandi berbahaya," saran Buya Yahya.

Buya Yahya bertanya-tanya soal pemahaman mandi junub harus ditunda karena perkara badan masih membekas adanya kerokan.

Ia memahami hal tersebut didasari dengan adanya pengalaman seseorang yang terkena penyakit akibat mandi setelah badan dikerok.

Walau begitu, hal ini bukan menjadi bagian pemahaman tentang hukum fiqih mandi junub, melainkan berurusan dengan medis.

Lantas, bagaimana nasib kewajiban mengerjakan shalat Subuh? Buya Yahya mengatakan seorang mukmin bisa melaksanakan ibadahnya.

Hanya saja Buya Yahya berpendapat apabila tubuh tidak bisa terkena air wudhu guna menghindari penyakit, bisa menggunakan opsi lainnya. 

"Anda boleh bertayamum," tegas pengasuh LPD Al-Bahjah tersebut.

Ia mengatakan, opsi tayamum untuk menggantikan air wudhu merupakan bagian syariat terbaik diajarkan oleh agama Islam.

Bagi Buya Yahya, syariat agama Islam tidak bertele-tele dan memudahkan umat Muslim bisa mengerjakan ibadah dalam kondisi terdesak.

Kalau urusan wudhu dan mandi junub, menurut Buya Yahya, hal ini tidak menjadi masalah.

"Cuma kalau kami bicara setahu kami, boleh. Saya pernah tanya ke dokter nggak apa-apa," terangnya.

Ia pun berharap agar umat Muslim selalu diberikan kesehatan, meskipun tak membantah mandi di dini hari bisa menyebabkan penyakit angin duduk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pokoknya siapa pun patuhlah kepada ahlinya. Mentang-mentang ustaz mau fatwa semuanya nggak bisa. Kalau kata dokter iya maka patuhi, kalau kata dokter itu membahayakan harus percaya," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Zodiak Harian, 10 April 2026: Aries Jangan Panik, Gemini Hindari Distraksi

Ramalan Zodiak Harian, 10 April 2026: Aries Jangan Panik, Gemini Hindari Distraksi

Ramalan zodiak Jumat 10 April 2026 untuk semua zodiak. Ini adaah saat untuk kamu menyeimbangkan ambisi, emosi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Ramalan Nasib 5 Weton Paling Berjaya di 11 April 2026, Minggu Wage Siap-siap Dapat Kejutan Finansial

Ramalan Nasib 5 Weton Paling Berjaya di 11 April 2026, Minggu Wage Siap-siap Dapat Kejutan Finansial

Keberuntungan tidak datang begitu saja, berikut lima weton yang diramalkan akan mendapatkan sorotan positif dan limpahan rezeki pada 11 April 2026.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Didatangi Tim Peneliti, Sebut Sunda Bukan Sekadar Suku Tapi Sumber Pengetahuan

Dedi Mulyadi Didatangi Tim Peneliti, Sebut Sunda Bukan Sekadar Suku Tapi Sumber Pengetahuan

Dedi Mulyadi didatangi tim peneliti bahas Sunda bukan sekadar suku, tapi sumber pengetahuan, ideologi, dan kearifan lokal untuk generasi mendatang.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi diminta evaluasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, buntut kasus ibu nyaris kehilangan bayi akibat keteledoran petugas rumah sakit.
Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Masyarakat Kota Malang, Jawa Timur, diimbau untuk tetap tenang dalam menghadapi fenomena hujan es yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (9/4/2026) siang. 
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok 11 April 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Peluang finansial dan strategi tepat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT