Ayat Al-Quran tentang Gerhana Bulan: Surah Al-Qiyamah Ayat 6-9, Fussilat Ayat 43 dan Yasin Ayat 40
- Freepik
tvOnenews.com - Fenomena Gerhana Bulan Total atau Blood Moon akan dapat disaksikan di Indonesia pada 7ā8 September 2025.Ā
Peristiwa langka ini terjadi ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, sehingga cahaya Matahari yang dibiaskan atmosfer membuat Bulan tampak memerah di langit malam.
Dalam Islam, gerhana bulan bukanlah sekadar fenomena astronomi, tetapi menjadi tanda kebesaran Allah SWT.Ā
- Pexels/Diana
Ā
Al-Quran sendiri menyebutkan peristiwa hilangnya cahaya bulan sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, yang juga menjadi pengingat bagi manusia akan datangnya hari kiamat.
Di antaranya QS. Al-Qiyymah ayat 6ā9, QS. Fussilat ayat 53, dan QS. Yasin ayat 40.Ā
QS. Al-Qiyamah ayat 6-9
ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ°Ł ŁŲ©ŁŪ
Artinya: Dia bertanya, āKapankah hari Kiamat itu?ā (QS. Al-Qiyamah [75]:6)
ŁŁŲ§ŁŲ°ŁŲ§ ŲØŁŲ±ŁŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŲµŁŲ±ŁŪ
Artinya: Apabila mata terbelalak (ketakutan), (QS. Al-Qiyamah [75]:7)
ŁŁŲ®ŁŲ³ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁ ŁŲ±ŁŪ
Artinya: bulan pun telah hilang cahayanya, (QS. Al-Qiyamah [75]:8)
ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹Ł Ų§ŁŲ“ŁŁŁ ŁŲ³Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŁŁ ŁŲ±ŁŪ
Artinya: serta matahari dan bulan dikumpulkan, (QS. Al-Qiyamah [75]:9)
- Unsplash/Lexi T
Ā
QS. Fussilat ayat 53
Ų³ŁŁŁŲ±ŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§Ł°ŁŁ°ŲŖŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ§Ł°ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŁ Ł ŲŁŲŖŁŁ°Ł ŁŁŲŖŁŲØŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŁŁŁŪ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŲ±ŁŲØŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ°Ł ŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ”Ł Ų“ŁŁŁŁŁŲÆŁĀ
Artinya: Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa (Al-Quran) itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fussilat [41]:53)
Q.S. Yasin ayat 40
ŁŁŲ§ Ų§ŁŲ“ŁŁŁ ŁŲ³Ł ŁŁŁŁŪ¢ŲØŁŲŗŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁ ŲŖŁŲÆŁŲ±ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁ ŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ų³ŁŲ§ŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŪŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŲ³ŁŲØŁŲŁŁŁŁŁ
Artinya: Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yasin: 40)
Ayat ini memberikan penjelasan ilmiah sekaligus spiritual.Ā
Secara astronomi, gerhana terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.Ā
Jika Bumi menghalangi cahaya Matahari menuju Bulan, maka terjadilah gerhana bulan.Ā
Sebaliknya, jika Bulan menghalangi cahaya Matahari ke Bumi, terjadilah gerhana matahari.Ā
Sumber: Quran Kemenag
Load more