GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cara Menghadapi Musibah dengan Hati Tenang, Buya Yahya Bilang Ujian Datang Bukan untuk Menghancurkan

Buya Yahya ajarkan cara menghadapi musibah dengan hati tenang. Ujian bukan untuk menghancurkan, tapi tanda cinta Allah dan jalan mengangkat derajat hamba-Nya
Rabu, 10 Desember 2025 - 23:16 WIB
Ilustrasi Dampak Bencana Banjir Karena Pembabatan Hutan
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Dalam setiap perjalanan hidup, tidak ada manusia yang terlepas dari ujian dan musibah.

Entah berupa kehilangan, sakit, bencana, ataupun cobaan lainnya, semua hadir sebagai bagian dari ketetapan Allah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap ketika musibah itu datang? Buya Yahya memberikan penjelasan menyejukkan tentang cara menghadapi musibah agar hati tetap tenang dan tidak kehilangan arah.

Menurut Buya Yahya, cara pandang seseorang terhadap musibah sangat menentukan bagaimana ia menjalani ujian tersebut.

"Kalau musibah itu menimpa kepada anda, faidahnya sederhana. Bahwasanya kalau ada seorang hamba diuji oleh Allah, itu tanda Allah cinta. Karena Allah akan mengangkat derajatnya. Tandanya dia kuat menghadapi ujian,” ujar Buya Yahya dalam sebuah ceramahnya.

Beliau mengingatkan, musibah bukanlah bentuk hukuman atau tanda kebencian dari Allah, melainkan cara Allah menguji keimanan seorang hamba.

Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia. Justru, melalui ujian itu, derajat seseorang akan diangkat di sisi-Nya.

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube

Buya Yahya juga menekankan pentingnya menghadapi musibah dengan husnuzan atau prasangka baik kepada Allah.

“Kapan Allah menguji, husnuzan yang harus kita hadirkan. Bahwasanya Allah akan mengangkat derajatku, derajat keluargaku, derajat anakku, dan sebagainya. Maka lewati musibah itu dengan menyerah kepada Allah, tanpa protes,” jelasnya.

Menurutnya, musibah memiliki beberapa makna bagi orang beriman. Pertama, sebagai penghapus dosa, karena setiap rasa sakit atau penderitaan yang dialami dengan sabar akan menggugurkan kesalahan.

Kedua, sebagai pengangkat derajat, sebab Allah ingin hamba-Nya naik ke level keimanan yang lebih tinggi.

Ketiga, musibah bisa menjadi tabungan pahala di akhirat bagi orang yang bersabar dan tidak mengeluh.

Namun, Buya Yahya juga menegaskan bahwa cara menilai musibah pada diri sendiri dan orang lain harus berbeda.

Jika musibah menimpa diri sendiri, maka boleh menganggapnya sebagai bentuk pengampunan dosa dan introspeksi diri.

"Kalau Anda mendapatkan ujian, sakit, atau musibah, boleh bilang: ini karena dosaku. Ya Allah, syukur kepadamu, telah Kau beri sakit agar Kau ampuni aku,” ucapnya.

Tetapi jika musibah menimpa orang lain, seorang muslim harus beradab dalam berucap. Tidak pantas menuding orang lain berdosa hingga ditimpa bencana.

“Kalau nunjuk ke orang, adab dong. Bahasanya: semoga Allah mengangkat derajatmu, semoga Allah memuliakanmu. Jangan bilang, ‘Itu karena dosanya banyak.’ Itu enggak punya adab,” tegas Buya Yahya.

Beliau mencontohkan fenomena ketika ada daerah yang dilanda bencana, sebagian orang dengan mudah menuding bahwa itu akibat maksiat.

Padahal, tidak ada satu pun manusia yang tahu rahasia takdir Allah.

“Kenapa kita katakan Aceh diangkat derajat mereka oleh Allah, bukan karena banyak dosa. Termasuk orang yang mati tenggelam, itu disebut mati syahid dalam hadis Nabi,” ungkapnya.

Buya Yahya mengingatkan umat Islam untuk tidak sombong dalam menilai musibah orang lain.

“Kadang kita merasa paling suci, lalu bilang Jogja kena gempa karena banyak maksiat. Padahal kalau urusannya dosa, mungkin yang ngomong itu duluan yang kena. Jadi tolong, cara pandang yang santun, sopan, dan penuh kasih,” nasihatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa setiap musibah harus dihadapi dengan hati yang tenang dan ikhlas.

Bagi orang beriman, ujian bukanlah penghancur, melainkan jalan menuju peningkatan iman dan kedekatan dengan Allah SWT. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Gandeng Bank Indonesia, Fokus Bangun Ekonomi Jabar Berbasis Ekologi

Dedi Mulyadi Gandeng Bank Indonesia, Fokus Bangun Ekonomi Jabar Berbasis Ekologi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam. 
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Berikut ini profil singkat dari Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai melayangkan protes terhadap keputusan juri di LCC Empat Pilar MPR RI.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 

Trending

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Berikut ini profil singkat dari Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai melayangkan protes terhadap keputusan juri di LCC Empat Pilar MPR RI.
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Timnas Indonesia U-17 menjadi pesakitan di Grup B Piala Asia U-17 setelah kalah dari Jepang di laga terakhir babak penyisihan Grup. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT