MasyaAllah, Ini 7 Keistimewaan Ayat Kursi Penjelasan Ustadz Abdul Somad
- Freepik
tvOnenews.com — Ayat Kursi dikenal sebagai salah satu ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Keutamaannya tidak hanya diyakini sebagai pelindung diri, tetapi juga mengandung nilai tauhid dan ketundukan total kepada Allah SWT.
Hal ini pernah dijelaskan secara mendalam oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu kajiannya yang kembali viral di media sosial.
Dalam ceramah tersebut, UAS mengisahkan riwayat sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, yang pernah menangkap seseorang mencuri di Baitul Mal.
- Tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official
Orang itu kemudian mengajarkan sebuah amalan agar dijaga Allah hingga pagi hari.
Ketika Abu Hurairah melaporkan hal itu kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda bahwa sosok tersebut adalah setan.
Namun Rasulullah menegaskan, meski setan tidak pernah jujur, dalam hal ini ucapannya benar. Amalan yang dimaksud adalah membaca Ayat Kursi sebelum tidur.
“Kalau engkau baca ini di awal malam, maka Allah akan menjagamu sampai besok pagi,” demikian pesan yang disampaikan dalam kisah tersebut.
Ustadz Abdul Somad kemudian menjelaskan bahwa Ayat Kursi memiliki sejumlah kekuatan spiritual yang luar biasa, karena di dalamnya terkandung pengenalan paling lengkap tentang keagungan Allah SWT.
Pertama, Ayat Kursi mengajarkan tentang nama dan sifat Allah. Kalimat Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum menegaskan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan, Maha Hidup, dan Maha Mengatur seluruh kehidupan.
Menurut UAS, ayat ini menyadarkan manusia bahwa hidup sepenuhnya bergantung kepada Allah, bukan kepada makhluk atau sebab-sebab duniawi.
Kedua, Ayat Kursi menanamkan rasa takut yang benar, bukan takut kepada manusia atau pengawasan dunia seperti atasan atau kamera, melainkan takut berbuat dosa karena Allah tidak pernah lengah.
“Laa ta’khudzuhu sinatun wa laa naum,” Allah tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur.
Ketiga, ayat ini mengingatkan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi hanyalah milik Allah. Manusia sejatinya hanya memegang titipan sementara.
“Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh,” sehingga saat titipan itu diambil, manusia seharusnya tidak marah.
Keempat, Ayat Kursi menegaskan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mampu memberi pertolongan tanpa izin Allah.
“Man dzalladzii yasfa’u ‘indahu illa bi idznih.”
Dalam kondisi paling terdesak sekalipun, manusia diajak untuk bergantung sepenuhnya kepada Allah, bukan kepada sesama makhluk.
Kelima, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi, masa lalu maupun masa depan.
“Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum.”
Tidak ada satu pun peristiwa yang luput dari pengawasan-Nya.
Keenam, kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. Mengatur alam semesta bukanlah perkara berat bagi-Nya.
“Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh.”
Peredaran matahari, bulan, dan seluruh makhluk berjalan sesuai ketetapan Allah tanpa pernah meleset.
Ketujuh, Ayat Kursi ditutup dengan penegasan bahwa Allah Maha Tinggi dan Maha Agung.
“Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.”
Penutup ini, menurut UAS, membuat manusia menyadari betapa kecil dan lemahnya dirinya di hadapan kebesaran Allah SWT.
Ustadz Abdul Somad pun mengajak umat Islam untuk mengamalkan Ayat Kursi secara istiqamah, khususnya dibaca sebelum tidur, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah.
“Semoga Allah menurunkan pemeliharaan dan penjagaan-Nya kepada kita semua,” tutupnya.
Load more