Respons Pemprov Jabar soal Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM, Sebut Tindakannya Bersifat Korektif
- Dokumentasi SMK IDN Bogor
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akhirnya merespons soal pencabutan izin SMK IDN Bogor oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM (Kang Dedi Mulyadi).
Adapun, sebelumnya, polemik ini berawal pada November 2025 lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, polemik di SMK IDN Bogor bermula dari adanya perselisihan terkait status drop out (DO) seorang murid.
Murid tersebut di-DO karena diduga melakukan pelanggaran disiplin. Wali murid yang tidak terima soal DO itu melayangkan somasi dan gugatan perdata.
Di sisi lain, pihak sekolah tak tinggal diam. Pihak sekolah turut melawan dengan melayangkan laporan pidana.
Polemik pun berkembang hingga menyinggung soal legalitas sekolah tersebut. Setelah itu, muncul informasi SK Gubernur yang mencabut SMK IDN Bogor.
Setelah itu, sejumlah wali murid mendatangi Gedung Sate. Mereka mempertanyakan nasib pendidikan anak-anak mereka pascaizin operasional sekolah dicabut KDM.
Perwakilan Wali Murid Kelas XII Sri Malahayati mengaku resah karena murid kelas XII sedang bersiap menghadapi ujian kelulusan.
"Kami sangat kaget sekali dengan SK Gubernur yang turun tentang pembatalan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran. Saat ini sudah Maret dan dalam waktu dekat para siswa bakal mengikuti ujian," ujarnya, Selasa (10/3/2026) lalu.
Menurut dia, harus ada pihak yang menjamin hak pendidikan murid-murid tersebut.
Senada dengan Sri, Perwakilan Wali Murid Kelas XII Nurdyanti mendesak Pemprov Jabar untuk memberikan diskresi agar para murid, minimal kelas XII, bisa menyelesaikan pendidikan hingga mendapatkan ijazah resmi dari lembaga tersebut.
"Prioritas saat ini adalah nasib siswa. Berikan kesempatan bagi anak-anak kelas XII untuk menyelesaikan pendidikan sampai akhir tahun ajaran dan mendapatkan ijazah resmi," harapnya.
Respons Pemprov Jabar soal Polemik SMK IDN Bogor
- Taufik Hidayat/tvOnenews.com
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Purwanto akhirnya memberikan respons terkait polemik SMK IDN Bogor ini.
Dia menyebut tindakannya merupakan langkah korektif untuk menjamin kepastian hukum dan melindungi hak pendidikan peserta didik.
Load more