Tafsir Juz Amma: Surat Al-Lail, Penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja
- Antara
tvOnenews.com — Ustadz Dr. Firanda Andirja dalam kajian serial tafsir juz amma menjelaskan bahwa Surat Al-Lail merupakan surat Makkiyah, yakni surat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah.
"Surat ini diawali dengan beberapa sumpah Allah SWT yang memiliki makna mendalam dan menjadi penekanan atas pesan utama ayat-ayatnya," katanya dikutip tvOnenews.com dari kanal Youtube Firanda Andirja Official, Rabu (7/1/2026).
Allah SWT bersumpah dengan malam ketika menutupi cahaya, siang ketika terang benderang, serta penciptaan laki-laki dan perempuan.
Menurut Ustadz Firanda, rangkaian sumpah tersebut menegaskan bahwa kehidupan manusia penuh dengan perbedaan dan keragaman, sebagaimana perbedaan antara malam dan siang, serta antara laki-laki dan perempuan.
Dari sumpah-sumpah itu, Allah menegaskan bahwa usaha dan jalan hidup manusia juga beragam. Ada manusia yang menempuh jalan kebaikan dan ada pula yang memilih jalan keburukan.
Setiap manusia memiliki pilihan amal dan konsekuensi dari pilihan tersebut.
Dalam ayat-ayat selanjutnya, Allah memberikan contoh dua golongan manusia. Golongan pertama adalah orang yang gemar memberi, bertakwa, dan membenarkan janji Allah.
Memberi yang dimaksud bukan sekadar mengeluarkan harta, tetapi disertai dengan ketakwaan, keikhlasan, serta tanpa riya, kesombongan, atau mengungkit-ungkit pemberian.
Ustadz Firanda menekankan bahwa sedekah yang disertai ketakwaan akan mendatangkan keberkahan. Allah menjanjikan kemudahan hidup bagi orang-orang yang menempuh jalan ini, baik di dunia maupun di akhirat.
Kemudahan tersebut bisa berupa kelapangan rezeki, ketenangan hati, perlindungan dari musibah, hingga kemudahan saat menghadapi hisab kelak.
Sebaliknya, golongan kedua adalah orang yang kikir, merasa cukup dengan dunia, dan mendustakan janji Allah.
Mereka enggan berbagi karena tidak yakin akan balasan dari Allah. Menurut tafsir ini, sikap tersebut justru menyeret manusia ke jalan kesulitan dan kesengsaraan, meski secara lahiriah tampak bergelimang harta.
Ustadz Firanda menjelaskan bahwa harta yang dikumpulkan tanpa ketakwaan tidak akan bermanfaat ketika ajal tiba.
Di dunia, harta tidak mampu menjamin kebahagiaan sejati, dan di akhirat tidak bisa menolong pemiliknya dari azab Allah.
Load more