Bolehkah Istri Menolak Tinggal Serumah dengan Mertua? Begini Penjelasan Ustadz Raehanul Bahraen
- Pexels/ANTONI SHKRABA production
tvOnenews.com - Dalam rumah tangga, persoalan tempat tinggal sering kali menjadi ujian tersendiri, khususnya ketika berkaitan dengan tinggal serumah bersama orang tua atau mertua.
Tidak sedikit pasangan yang menghadapi gesekan akibat perbedaan kebiasaan, cara pandang, hingga pengelolaan rumah tangga.
Islam sendiri memberikan panduan yang jelas terkait hak dan kewajiban suami-istri dalam hal ini.
Ustadz Raehanul Bahraen menjelaskan bahwa para suami hendaknya benar-benar memperhatikan hak istri.
Salah satu hak yang sangat mendasar adalah tempat tinggal yang aman dan nyaman.
“Di antara hak istri yang wajib ditunaikan oleh suami adalah menyediakan tempat tinggal yang aman bagi istrinya,” ujar Ustadz Raehanul Bahraen.

- Pexels/ANTONI SHKRABA production
Ia menegaskan bahwa suami tidak dibenarkan menempatkan istrinya dalam kondisi yang membuatnya tertekan secara perasaan.
“Dan tidak boleh bagi suami menempatkan bersama istrinya orang lain yang kira-kira akan membahayakan atau tidak disenangi oleh istri keberadaannya, walaupun itu dari keluarga suami semisal ibunya, adiknya, bapaknya, dan sebagainya,” ujarnya.
Lalu, bagaimana jika istri menolak tinggal serumah dengan mertua? Ustadz Raehanul Bahraen mengutip fatwa ulama besar, Shalih al-Fawzan, yang memberikan penegasan penting bagi para suami.
“Selama istri Anda tidak ingin tinggal di rumah orang tua Anda, maka Anda para suami tidak bisa memaksa,” katanya.
Menurutnya, suami tetap memiliki kewajiban berbakti kepada orang tua, namun tidak dengan mengorbankan hak utama istri.
“Tempatkanlah istri di rumah sendiri dan tetap berbakti kepada orang tua, menghubungi dan berbuat baik kepada orang tua semampu Anda,” kata Ustaz Raehanul.

- Pexels.com / César O'neill
Ustadz Raehanul Bahraen juga menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat memahami psikologi manusia, terutama hubungan antara istri dan mertua perempuan.
Ia mencontohkan bagaimana persoalan sepele bisa berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
“Bisa jadi terjadi ketidakcocokan, perbedaan pemikiran mulai dari dapur, pengaturan rumah bahkan kebijakan dalam rumah tangga,” ujar Ustadz Raehanul.
Load more