Sengaja Memejamkan Mata saat Shalat Agar Lebih Khusyuk, Bagaimana Hukumnya?
- Pexels/Michael Burrows
tvOnenews.com - Dalam menjalankan shalat, kekhusyukan sering kali menjadi tujuan utama setiap Muslim.Â
Berbagai cara pun dilakukan agar hati dan pikiran lebih fokus saat beribadah, termasuk dengan memejamkan mata.Â
Namun, muncul pertanyaan, apakah memejamkan mata saat shalat benar-benar dianjurkan dan bagaimana hukumnya dalam pandangan Islam?
Buya Yahya menjelaskan bahwa hal pertama yang harus dipahami sebelum membahas persoalan ini adalah makna khusyuk itu sendiri.Â
Menurutnya, khusyuk tidak berkaitan dengan kondisi mata, melainkan lebih kepada kondisi hati dan pikiran saat menjalankan shalat.

- Pexels/Eslam Mohammed Abdelmaksoud
Terkait hukum memejamkan mata saat shalat, Buya Yahya menyampaikan bahwa para ulama telah membahasnya secara jelas.Â
Pada dasarnya, memejamkan mata saat shalat dihukumi makruh, kecuali terdapat kebutuhan atau alasan tertentu yang lebih mendesak.
Dalam tuntunan shalat, seorang Muslim justru dianjurkan untuk mengarahkan pandangan ke tempat sujud.Â
Hal ini memiliki tujuan agar shalat lebih terjaga dari gangguan visual.
"Bahkan dalam shalat, kita disunnahkan melihat ke tempat sujud. Makanya tempat sujudnya jangan macam-macam gambarnya," ucap Buya Yahya.
"Kalau berada di depan Ka'bah, kita melihat Ka'bah itu sunnah," lanjutnya.

- tvOnenews - Gigih Wahyuningsih
Buya Yahya kemudian menegaskan bahwa inti dari khusyuk adalah keterlibatan hati dan pikiran dalam setiap bacaan shalat.Â
Seorang yang khusyuk akan berusaha memahami dan merenungi ayat-ayat serta doa yang dibacanya, bukan sekadar melafalkan secara lisan.
"Merenungi bacaan-bacaan yang Anda baca di dalam shalat, itu khusyuk," kata Buya Yahya.
Dengan demikian, khusyuk tidak ditentukan oleh mata yang terbuka atau tertutup.Â
Namun, dalam kondisi tertentu, seperti shalat di tempat yang ramai dengan banyak orang lalu lalang, memejamkan mata diperbolehkan untuk menjaga pandangan agar tidak terganggu.
"Memejamkan mata tidak haram, tapi makruh," tegas Buya Yahya.

- Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV
Ia kembali mengingatkan bahwa esensi khusyuk tetap berada pada pemahaman bacaan shalat secara mendalam hingga selesai.
"Khusyu itu memahami bacaan yang Anda baca. Maknanya, mentadabburi sampai selesai. Itu ada di dalam hati dan pikiran kita," ucapnya lagi.
Meski demikian, Buya Yahya memberikan kelonggaran bagi mereka yang benar-benar tidak bisa mencapai kekhusyukan kecuali dengan memejamkan mata.Â
Dalam kondisi seperti itu, memejamkan mata saat shalat diperkenankan.
Namun, jika kekhusyukan masih bisa diupayakan tanpa harus menutup mata, maka yang lebih utama adalah tetap melihat ke tempat sujud sebagaimana sunnah yang dianjurkan.

- Pexels/Mohammed Alim
Sebagai penutup, Buya Yahya juga mengingatkan adab lain dalam shalat, yakni memperhatikan pakaian yang dikenakan.Â
Ia menyarankan agar tidak memakai baju dengan tulisan atau gambar mencolok di bagian belakang karena dapat mengganggu konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.
Dengan memahami hakikat khusyuk dan tuntunan shalat secara benar, diharapkan ibadah yang dijalankan menjadi lebih berkualitas dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (gwn)
Load more