Kenapa Amal Ibadah Sudah Ditingkatkan Berujung Ditolak di Ramadhan? Habib Novel Alaydrus Ungkap Alasannya
- Tangkapan layar YouTube Novel Muhammad Alaydrus
Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik dan istimewa bagi umat Islam. Banyak orang mukmin meningkatkan amal ibadah hingga puasa wajib untuk memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT.
Banyak umat Muslim sampai meningkatkan amal ibadah dengan cara meramaikan masjid, shalat Tarawih, menjaga shalat lima waktu, tilawah Al-Quran, sedekah, hingga zakat selama di bulan Ramadhan.
Namun, muncul satu pertanyaan penting dari sebagian umat Muslim, "Kenapa semua amal ibadah ditingkatkan tetapi tertolak di bulan Ramadhan?". Habib Novel Alaydrus memahami hal itu sering terjadi, mengingat para ulama mengatakan, bulan Ramadhan sebagai waktu terbaik menghapus segala dosa terutama bagi mereka yang meningkatkan amal ibadahnya.
"Para ulama sudah menjelaskan dari judul Ramadhan ini yang masuk ke sana, InsyaAllah keluar habis dosanya dijamin masuk surga tentunya syarat dan ketentuan berlaku," ujar Habib Novel Alaydrus dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Vhajhar69, Minggu (25/1/2026).
Alasan Amal Ibadah Bisa Tertolak di Bulan Ramadhan

- Pexels/Michael Burrows
Habib Novel Alaydrus menjelaskan penyebab amal ibadah ditingkatkan namun ujung-ujungnya tidak diterima oleh Allah SWT. Ia memahami betul puasa hingga seluruh ibadahnya telah dijalankan sejak tanggal 1 Bulan Suci Ramadhan.
Ia mengambil peribahasa bahwa, hal itu ada yang salah pada sistem. Ia merincikan alasan amal ibadah berlangsung gugur di hadapan Allah SWT.
"Rahmat enggak dapat, Maghfirah, ampunan enggak dapat, pembebasan dari siksa api neraka enggak dapat, jaminan masuk surga enggak dapat, Lailatul Qadar tertolak oleh sistem. Ibaratnya, ATM-nya udah dimasukkan, jawabannya adalah ATM-nya tidak bisa dipakai karena PIN yang Anda masukkan salah, kalau diulangi tiga kali, ATM-nya diblokir," tuturnya.
Pendakwah ternama tersebut menegaskan hal itu tidak berlaku apabila telah melakukan perbuatan atau hal paling dilarang di bulan Ramadhan.
"Apakah itu? Hatinya menyimpan dendam dan bermusuhan kepada Muslim yang lain, maka dia diblokir dan tidak bisa mendapatkan pahala rahmat, ampunan pembebasan siksa api neraka, dan juga jaminan masuk surga dan terkhusus Lailatul Qadar selesai," ungkap Habib Novel Alaydrus.
Dilansir dari Almanhaj, hadis riwayat shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu menjelaskan bahayanya dendam dan iri hati sebagai penyebab amal ibadah ditolak oleh Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ اْلاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ.
Artinya: "Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan." (HR. Muslim).
Contoh Penyebab Dendam dan Iri Hati di Bulan Ramadhan

- iStockPhoto
Lebih lanjut, Habib Novel Alaydrus menjelaskan sejumlah kasus menyebabkan seseorang dendam dan iri hati. Salah satu contoh yang bahaya adalah utang.
"Dalam kehidupan ini ada perlakuan-perlakuan yang tidak menyenangkan dari manusia atau oknum-oknum manusia yang lain. Misal sahabat karib utang nggak bayar, setelah itu dia pergi saat ditagih nggak jawab, nomor telepon diganti, bahkan WhatsApp-mu diblokir," imbuhnya.
Ia sangat memahami tak sedikit orang yang mengutang namun tidak bayar. Ironisnya, banyak kasus setelah atau sebelum ditagih langsung menghilang dengan beberapa alasan.
Menurutnya, sikap seperti itu mengundang amarah bagi pemberi utang. Mereka merasa dizalimi atas sikap mereka yang sengaja tidak membayar utang.
Kata Habib Novel, justru rasa dendam dan iri hati yang semakin terpendam dalam diri membawa malapetaka. Bahkan sangat berbahaya jika dibawa sampai Bulan Suci Ramadhan.
"Ingat, kalau itu dipelihara, disimpan di dalam hati, didiamkan terus ada sampai Bulan Suci Ramadhan, hatinya marah, benci, dendam kepada Muslim yang seperti itu maka diblokir, enggak dapat rahmat, enggak dapat Maghfirah, enggak dapat bebas dari neraka," tegasnya.
Pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhoh, Surakarta, Jawa Tengah itu mengatakan, dendam yang disimpan dalam hati termasuk orang merugi.
"Sudah duit hilang, surganya juga hilang. Harusnya gimana? Sederhana aja, tetap ditagih tapi jangan dibenci. Santai aja gitu lho nggak usah dimusuhi," katanya.
(hap)
Load more