Berapa Rakaat Shalat Tahajud yang Paling Utama? Ternyata Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
- Pexels/Michael Burrows
tvOnenews.com - Shalat tahajud dikenal sebagai ibadah malam yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Dikerjakan di sepertiga malam terakhir, tahajud menjadi ruang istimewa bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, sekaligus memperkuat spiritualitas.
Namun, di tengah semangat menunaikannya, tak sedikit Muslim yang bertanya-tanya: sebenarnya berapa rakaat shalat tahajud yang paling diutamakan?
Pertanyaan ini kerap muncul karena adanya perbedaan praktik di tengah masyarakat.
Ada yang mengerjakan dua rakaat, sebagian lain memilih delapan, sebelas, bahkan lebih.
Menjawab kebingungan tersebut, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan yang merujuk langsung pada hadits serta teladan Rasulullah SAW.

- Pexels/Michael Burrows
Ragam Rakaat Tahajud yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa dalam hadits-hadits shahih, Rasulullah SAW pernah menunaikan shalat tahajud dengan jumlah rakaat yang beragam.
Tidak terpaku pada satu angka tertentu, Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan tahajud dua rakaat, tujuh rakaat, sebelas rakaat, hingga tiga belas rakaat.
Perbedaan jumlah rakaat ini bukan tanpa alasan. Menurut Ustaz Adi Hidayat, setiap jumlah rakaat memiliki keutamaannya masing-masing, yang sangat berkaitan dengan kondisi dan kemampuan seseorang saat menunaikannya.
"Dari sini Anda harus melihat keutamaan yang dimaksudkan dari berbagai banyaknya rakaat ini, tergantung pada keadaan kita atau kemampuan dalam menunaikannya," ujar Ustaz Adi Hidayat.

- Pexels/Michael Burrows
Jumlah Rakaat Paling Utama Disesuaikan dengan Kemampuan
Dari penjelasan tersebut, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa tidak ada satu jumlah rakaat tahajud yang bersifat mutlak paling utama untuk semua orang.
Keutamaan shalat tahajud justru terletak pada konsistensi dan kesungguhan, bukan semata-mata pada banyaknya rakaat.
"Kadang-kadang kita mampu 11 rakaat. Bahkan Nabi pernah 13 rakaat. 2 rakaat, 2 rakaat kemudian ditutup dengan witir 1 rakaat," ucap Ustadz Adi Hidayat.
Ia juga mengisahkan praktik Rasulullah SAW saat berada di rumah Sayyidah Aisyah RA, yang menunjukkan susunan rakaat tahajud dengan cara berbeda namun tetap penuh makna.
"Beliau juga pernah 11 rakaat ketika di tempat Sayyidah Aisyah. Beliau sholat 4 rakaat, 4 rakaat, dan 3 rakaat," tambahnya.
Load more