Malam Nisfu Syaban 2026 Tinggal Hitungan Jam, Ini Amalan yang Perlu Dikerjakan Kata Habib Novel Alaydrus
- Pexels
Jakarta, tvOnenews.com - Malam Nisfu Syaban merupakan malam istimewa dalam agama Islam. Letaknya berada di pertengahan, tepatnya tanggal 15 bulan Syaban.
Merujuk dari kalender Hijriah 1447 H dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin, 2 Februari 2026 malam hari. Hal ini mengingat hitungan malam Nisfu Syaban setelah matahari terbenam.
Diketahui, malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam penuh ampunan dan rahmat Allah SWT. Maka dari itu, banyak umat Muslim mempertebal amalan dan ibadah di momentum istimewa ini.
Namun, ada banyak sekali dalil dan hadis riwayat mengenai anjuran amalan dikerjakan di malam Nisfu Syaban. Habib Novel Alaydrus membagikan amalan yang tepat agar tidak menuai perdebatan.
"Saya ingin mengingatkan, jangan sampai malam Nisfu Syaban tidak membaca doa," kata Habib Novel Alaydrus dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, doa lebih manjur untuk menjadi amalan di malam Nisfu Syaban. Ia memahami ada beragam versi terkait amal ibadah di momentum tersebut, seperti shalat sunnah, dzikir, membaca Yasin 3 kali, dan sebagainya.
Kenapa Doa Jadi Amalan di Malam Nisfu Syaban?

- Istimewa
Habib Novel Alaydrus menjelaskan alasan harus berdoa di malam istimewa ini. Hal tersebut berkaitan dengan pemaparan hadis riwayat mengenai keutamaan malam Nisfu Syaban.
Dilansir dari laman BAZNAS, hadis riwayat dari Abu Musa Al-Asy'ari menjelaskan keistimewaan malam Nisfu Syaban, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah)
Hadis riwayat ini memiliki tafsir betapa dahsyatnya keistimewaan malam Nisfu Syaban. Melalui hadis tersebut, umat Islam mendapat anjuran memperbanyak amalan dan ibadah.
Habib Novel Alaydrus tidak mempermasalahkan jika ada yang mengerjakan versi amalan masing-masing. Paling penting, kata dia, harus mengandung doa agar memperoleh keutamaannya.
"Terserah mau doa pakai jurus model apapun, mau pakai jurus a, b, c, d, e," tegas dia.
Ia mencontohkan bagi orang mukmin yang mengutamakan shalat sunnah. Di momen ini, sebaiknya tetap menyelipkan doa agar mendapat hajat yang afdhol.
"Ada yang pakai shalat sunnah, ada yang tidak pakai shalat sunnah. Yang penting doa," jelasnya.
Ia menjelaskan terkait anjuran membaca Surat Yasin yang berangkat dari ijtihad ulama. Jika menggetarkannya, maka segala hajat terkabul di malam Nisfu Syaban.
Mengacu dari kitab fiqih Mazhab Imam Syafi'i, Asna al-Mathalib, hal. 234, karya Syekh al-Islam Zakariyya al-Anshari, Syaikh Muhammad bin Darwisy pernah menerangkan waktu membaca Surat Yasin di malam Nisfu Syaban, terletak setelah Maghrib.
"Adapun pembacaan Surat Yasin pada malam Nisfu Syaban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al-Buni dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk." (Syaikh Muhammad bin Darwisy)
Ia tidak mempermasalahkan jika ada yang mengutamakan bacaan Yasin sebanyak 3 kali dengan berharap hajat dikabulkan oleh Allah SWT. Hanya saja, kata dia, tetap harus mengandung doa.
"Ada yang pakai Yasin, ada yang tidak pakai Yasin. Nggak apa-apa, yang penting membaca doa di malam Nisfu Syaban," terangnya.
Keistimewaan Malam Nisfu Syaban Menurut Habib Novel Alaydrus

- Tangkapan layar YouTube Novel Muhammad Alaydrus
Habib Novel Alaydrus menjelaskan kenapa keistimewaan malam Nisfu Syaban selalu didambakan umat Muslim. Selain diperkuat dengan hadis riwayat, kedudukan malam ini setara dengan malam Lailatul Qadar.
"Kemuliaan malam Nisfu Syaban itu juga tidak kalah hebat lho. Ibaratnya sama dengan kemuliaan malam Lailatul Qadar. Bedanya kalau malam Lailatul Qadar, itu disembunyikan. Kalau malam Nisfu Syaban, itu ditunjukkan," paparnya.
Perbedaan dua malam ini terletak pada waktu. Malam Nisfu Syaban telah memiliki jadwal dan tanggal yang jelas, sementara malam Lailatul Qadar masih bersifat rahasia.
Ulama ternama dari Surakarta itu berharap umat Muslim segera memanfaatkan malam Nisfu Syaban. Caranya sangat mudah, yakni memakmurkan tempat ibadah dan acara-acara yang menyemarakkan malam tersebut.
"Datangi langgar, syuro, masjid, pesantren, Majelis Taklim yang mengadakan, itu datangi yang di situ mengadakan acara malam Nisfu Syaban. Segera makmurkan," pesannya.
Terkait perbedaan pendapat mengenai dalil dan hadis, Habib Novel Alaydrus menyarankan agar tidak diperdebatkan terus-menerus. Paling penting memanfaatkan malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak amalan.
"Agama ini bukan untuk ribut, agama ini menjadikan hati kita memperoleh ketenangan. Kita bisa mendapatkan kebaikan hingga kita bisa ke surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta'ala," ucapnya dalam penutup ceramahnya.
(hap)
Load more