News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Awas Lalai, Kapan Sih Batas Waktu Terakhir Bayar Utang Puasa Ramadhan? UAS Beri Penjelasan Lengkapnya

Ustaz Abdul Somad (UAS) membagikan batas waktu terakhir membayar utang puasa Ramadhan yang belum di-qadha sebelumnya, terutama setelah memasuki bulan Syaban.
Selasa, 3 Februari 2026 - 22:48 WIB
Ilustrasi sahur qadha puasa Ramadhan
Sumber :
  • iStockPhoto

Jakarta, tvOnenews.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim. Banyak yang diuji seberapa jauh menjalani kewajiban ibadah puasa selama Bulan Suci Ramadhan.

Tak sedikit dari mereka gagal menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Beberapa contoh di antaranya, wanita haid, sakit, berhubungan intim di siang hari, muntah dengan sengaja, keluar air mani, gila atau hilang akal, serta murtad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 184, umat Muslim yang terhalang ibadah puasa wajib digantikan setelah Ramadhan selesai. Di balik kemudahan ini, banyak yang belum sadar melunasi utang puasa Ramadhan karena lupa, menunda hingga lalai.

Istilah membayar utang puasa adalah qadha puasa. Agar terhindar dari kelalaian, kapan waktu terakhir bayar utang puasa Ramadhan? Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, batas mengqadha puasa sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.

"Sampai kapan batas mengqadha shaum (puasa Ramadhan)? Sampai Ramadhan tahun ini," kata UAS sambil membaca pertanyaan dari jemaahnya dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Q&A Ustadz, Selasa (3/2/2026).

UAS memahami keresahan ketidaktahuan batas waktu terakhir mengqadha puasa sering muncul menjelang memasuki Ramadhan. Biasanya kekhawatiran terjadi setelah memasuki bulan Syaban.

UAS menjelaskan, walaupun ada kelalaian dan penundaan sedari bulan Ramadhan tahun lalu, langkah tersebut menjadi bentuk kesadaran betapa pentingnya membayar utang puasa sebelumnya.

"Ini puasa Ramadhan tahun lalu, ini 29 hari lagi puasa, maka puasa yang ini di-qadha kapan? Ini kesempatan emas ganti puasa sekarang," ucap UAS.

Anjuran Bayar Utang Puasa Ramadhan di Hari Senin Bulan Syaban

Ilustrasi niat puasa
Ilustrasi niat puasa
Sumber :
  • Pixabay

Ia menjelaskan, hukum membayar utang puasa di hari Senin pada bulan Syaban memiliki keuntungan besar. Pasalnya, ada tiga keutamaan saat mengqadha shaum di momentum ini.

"Siapa yang mengganti bulan Syaban di hari Senin, otomatis mendapat tiga. Pertama, puasa qadha lunas satu hari, puasa sunnah Syaban dapat, puasa hari Senin dapat," jelasnya.

Kemudahan umat Muslim boleh membatalkan puasa dengan alasan tertentu wajib diganti di hari lain. Hal ini telah menjadi penjelasan dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 185, Allah SWT berfirman:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: "Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah, 2:185).

Keistimewaan bulan Syaban sebagai momentum terbaik bagi Rasulullah SAW memperbanyak ibadah puasa. Merujuk dari NU Online, penjelasan ini berangkat dari hadis riwayat Aisyah RA, begini bunyinya:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya: Aisyah berkata, "Rasulullah SAW biasa mengerjakan puasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah tidak berpuasa, dan beliau biasa tidak berpuasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Akan tetapi aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadlan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada puasa di bulan Syaban." (HR Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956).

Hadis riwayat menjelaskan tentang dasar hukum Puasa Senin Kamis dari Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

"Amal-amal itu diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka ketika amalanku diperlihatkan, aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi).

UAS menjelaskan bahwa, utang puasa yang dibayar di hari Senin pada bulan Syaban, menjadi salah satu upaya mengikuti dan meneladani sunnah Rasulullah SAW.

Tiga puasa di hari Senin di bulan Syaban, menjadi persiapan fisik dan spiritual menyongsong Bulan Suci Ramadhan. Pahala dari ibadah ini juga berlipat ganda karena bulan Syaban sebagai waktu terbaik diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT.

UAS mengatakan, kebingungan yang sering terjadi dalam penggabungan tiga puasa ini terletak pada niat. Untuk urusan membaca niat, cukup satu saja tetapi sudah otomatis mendapat semua pahalanya.

"Niatnya satu aja, 'saya niat puasa qadha'. Itu otomatis dapat tiga. Jadi, nggak perlu niatnya tiga sekaligus," terangnya.

Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Lupa Qadha Puasa Ramadhan

Ustaz Abdul Somad (UAS)
Ustaz Abdul Somad (UAS)
Sumber :
  • Tangkapan Layar/YouTube Ustaz Abdul Somad Official

UAS menyinggung orang yang lalai membayar utang puasa dari tahun sebelumnya. Ia mengatakan, kewajiban qadha setelah Ramadhan tahun ini masih berlaku.

"Maka dia dapat qadha setelah Ramadhan plus fidyah," lanjutnya.

Kewajiban membayar fidyah telah tertuang dalam Surat Al-Baqarah Ayat 184, Allah SWT berfirman:

وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah, 2:184).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(fidyah) bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam," tukas UAS.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Kroasia Vs Ghana

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Kroasia Vs Ghana

Kroasia kontra Ghana pada matchday 3 Grup L Piala Dunia 2026 digelar Minggu pagi (28/6/2026) pukul 04.00 WiB diprediksi akan berjalana ketat.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama Vs Inggris

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama Vs Inggris

Inggris sudah memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski demikian, The Three Lions masih memburu kemenangan untuk menjaga peluang finis sebagai juara grup.
PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Juru bicaranya, Seno Bagaskoro, mempertanyakan solusi yang akan dilakukan oleh mantan Presiden ke-7, Jokowi
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 29 Juni 2026: Libra Panen Uang Kaget

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 29 Juni 2026: Libra Panen Uang Kaget

Memasuki 29 Juni 2026, energi positif diperkirakan mengiringi perjalanan finansial beberapa zodiak. Berikut enam zodiak yang paling bercuan deras di hari itu.
Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT