News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penting Sebelum Ramadhan 2026, dr Zaidul Akbar Ingatkan Persiapan Fisik dan Makanan Ini di Rumah

Penting sebelum Ramadhan 2026 datang! dr Zaidul Akbar ingatkan persiapan fisik dan makanan ini di rumah.
Selasa, 3 Februari 2026 - 23:33 WIB
Potret dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/dr. Zaidul Akbar Official

tvOnenews.com - Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti oleh umat Islam. Bulan yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan limpahan pahala yang nilainya tak terhingga. 

Namun, Ramadhan bukanlah bulan yang datang untuk disambut secara mendadak tanpa persiapan. Ia adalah tamu agung yang seharusnya disambut dengan kesiapan iman, fisik, dan mental.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjelang datangnya Ramadhan 2026, ada hal-hal yang harus dipersiapkan. Persiapan jelang Ramadhan pernah dijelaskan oleh dr Zaidul Akbar.

Dalam salah satu tayangan video di kanal YouTube resminya, dr Zaidul Akbar mengingatkan bahwa bulan suci Ramadhan sejatinya adalah bulan ibadah, bukan bulan pesta makanan. 

Karena itu, persiapan menuju Ramadhan harus dimulai jauh-jauh hari agar tubuh, hati, dan amal kita benar-benar siap memaksimalkan ibadah.

Poster Ramadhan 2026/ 1447 H
Poster Ramadhan 2026/ 1447 H
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Ramadhan, Bulan dengan Pahala Tak Terbatas

Dalam penjelasannya, dr Zaidul Akbar menekankan keistimewaan Ramadhan yang tidak dimiliki bulan lainnya. Ia mengingatkan bahwa pahala puasa Ramadhan tidak dapat dihitung dengan standar pahala biasa.

“Kalau kita bicara kebaikan dalam Islam, minimal 10 balasan pahala dari Allah sampai 700 kali lipat. Tapi Ramadhan atau puasa Ramadhan adalah di mana kita tidak tahu berapa banyak pahala yang Allah siapkan membalasnya,” ujar dr Zaidul Akbar.

Ramadhan juga menjadi bulan diturunkannya Al-Quran, bulan penuh shalat malam, dan bulan yang Allah khususkan untuk melimpahkan rahmat serta ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

Ramadhan Bukan Bulan Memperbanyak Makan

Salah satu pesan penting yang ditekankan dr Zaidul Akbar adalah meluruskan cara pandang terhadap Ramadhan. 

Menurutnya, Ramadhan sering kali justru berubah menjadi bulan yang penuh dengan makanan berlebihan.

“Ramadhan adalah bulan ibadah, bulan kita memperbanyak ibadah. Bukan bulan memperbanyak makan, bukan bulan memperbanyak kumpul-kumpul yang akhirnya makanan berlimpah dan berlebihan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pola seperti ini justru dapat menyebabkan seseorang lalai dari shalat wajib, shalat sunnah, dan ibadah lainnya. 

Padahal, Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebaliknya.

dr Zaidul Akbar
dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/drzaidulakbarofficial

Belajar Empati dan Kesederhanaan

dr Zaidul Akbar juga mengajak umat Islam untuk menumbuhkan empati. Ia mengingatkan kondisi saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia yang hidup dalam keterbatasan.

“Saat ini ada saudara-saudara kita di Suriah, di Palestina, dan di berbagai tempat lain yang kesulitan makan dan hidup dalam kekurangan,” ujarnya.

Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi bulan kesederhanaan, bukan kemewahan. 

Bulan untuk menahan diri, memperbanyak syukur, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Persiapan Sebelum Ramadhan: Puasa Sunnah dan Pola Hidup Sehat

Menurut dr Zaidul Akbar, para ulama dan orang-orang saleh sejak dahulu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan beberapa bulan sebelumnya. 

Meski iman kita belum tentu sekuat mereka, setidaknya kita bisa meniru sebagian ikhtiar mereka.

“Sebelum Ramadhan, kita bisa mulai memperbanyak puasa sunnah, khususnya di satu sampai dua bulan sebelum Ramadhan,” jelasnya.

Selain itu, tubuh juga perlu disiapkan agar tidak ‘kaget’ saat berpuasa penuh selama Ramadhan. Banyak orang mengalami pusing, lemas, atau gangguan pencernaan di awal Ramadhan karena pola makan yang tidak sehat sebelumnya.

“Itu bisa kita cegah dengan membiasakan makanan sehat sebelum Ramadhan,” kata dr Zaidul Akbar.

Ilustrasi sahur qadha puasa Ramadhan
Ilustrasi sahur qadha puasa Ramadhan
Sumber :
  • iStockPhoto

Biasakan Makanan Sehat dan Sunnah Nabi

Dalam persiapan fisik, dr Zaidul Akbar menekankan pentingnya kembali kepada makanan alami dan sunnah Rasulullah SAW.

Ia menganjurkan agar setiap rumah membiasakan menyediakan kurma.

“Nabi SAW menyampaikan bahwa rumah yang di dalamnya ada kurma, rumah itu tidak akan kelaparan,” ujarnya.

Selain kurma, madu juga menjadi makanan yang sangat dianjurkan.

“Mulailah mengonsumsi madu, karena di dalamnya ada asam amino, enzim, vitamin, mineral, dan berbagai kandungan penting lainnya,” jelas dr Zaidul Akbar.

Tak kalah penting, ia mengingatkan untuk memperbanyak sayur dan buah.

“Sayuran itu tanda kebesaran Allah, dan jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan daging,” katanya.

Dengan membiasakan pola makan sehat sebelum Ramadhan, tubuh akan lebih mudah beradaptasi, sehingga ibadah bisa dijalani dengan ringan dan fokus.

Ilustrasi amalan sedekah
Ilustrasi amalan sedekah
Sumber :
  • iStockPhoto

Ramadhan dan Sedekah Tanpa Henti

Selain ibadah pribadi, Ramadhan juga merupakan bulan kepedulian sosial. dr Zaidul Akbar mencontohkan Rasulullah SAW yang semakin dermawan di bulan Ramadhan.

“Nabi SAW di bulan Ramadhan menjadi lebih lembut dari angin yang berhembus, dan sedekahnya sangat luar biasa,” tuturnya.

Ia pun berpesan agar tidak ada satu hari pun di bulan Ramadhan yang terlewat tanpa sedekah, sekecil apa pun bentuknya.

“Jangan pernah satu hari terlewatkan untuk bersedekah, termasuk memberi makan orang berbuka puasa,” pesannya.

Sedekah tidak selalu harus besar. Bertukar kurma, berbagi air minum dengan keluarga, atau membantu buka puasa di masjid pun bernilai pahala besar.

Persiapan menyambut Ramadhan bukan hanya soal jadwal ibadah, tetapi juga kesiapan hati, pola hidup, dan kepedulian sosial. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang diingatkan dr Zaidul Akbar, Ramadhan adalah bulan untuk memperbanyak ibadah, menata ulang gaya hidup, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Semoga Allah sampaikan kita pada Ramadhan, memudahkan kita untuk beramal ibadah, dan menjauhkan kita dari segala bala dan musibah,” tutup dr Zaidul Akbar. (gwn)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Timnas futsal Indonesia mencetak sejarah baru di ajang Piala Asia Futsal 2026 setelah berhasil melangkah ke babak semifinal.
Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Jeffrey Epstein belakangan ini jadi sorotan dunia setelah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis arsip sebanyak 3 juta halaman dengan nama Epstein File
Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan adik Denada, Enrico Tambunam kepada pihak Ressa untuk mengungkap sosok ayah biologis dibalas pedas oleh kuasa hukumnya, Ronald Armada.
Resmi! Fenerbahce Amankan N’Golo Kante, Presiden Turki Turut Disorot

Resmi! Fenerbahce Amankan N’Golo Kante, Presiden Turki Turut Disorot

Fenerbahce akhirnya merampungkan proses perekrutan gelandang bintang N’Golo Kante dari klub Liga Arab Saudi, Al Ittihad.
4 Alasan Mengapa Allah Terkadang Menunda Apa yang Kita Minta

4 Alasan Mengapa Allah Terkadang Menunda Apa yang Kita Minta

Sering berdoa tapi belum juga dikabulkan? Inilah 4 alasan mengapa Allah SWT terkadang menunda apa yang kita minta.
Jarang Tampil di Super League, Odivan Koerich Resmi Tinggalkan Arema FC

Jarang Tampil di Super League, Odivan Koerich Resmi Tinggalkan Arema FC

Manajemen Arema FC resmi memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan salah satu pemain asingnya Odivan Koerich.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Polisi sampaikan perkembangan terbaru kasus kematian tragis siswa SD berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) usai nekat gantung diri.
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Timnas Futsal Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan di level internasional. Berdasarkan FIFA World Ranking Futsal, Indonesia kini menempati peringkat ke
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT