Teks Khutbah Jumat Singkat: Mengenalkan Puasa Ramadhan dan Tarawih pada Anak Sejak Dini Ada Manfaatnya
- Pexels/ Gül Işık
Jakarta, tvOnenews.com- Orang tua diwajibkan dalam agama Islam untuk mengenalkan dan mengajarkan anak nilai agama. Pada teks khutbah Jumat singkat kali ini akan membahas seputar itu.
Dalam khutbah Jumat kali ini, mengingatkan kita sebentar lagi menyambut bulan suci Ramadhan 2026.
Assalamualaikum, Bismillahirrahmanirrahim
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dengan ini, senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Ramadhan bukan hanya menjadi ladang ibadah bagi orang dewasa.

- Pexels/ Gül Işık
Namunjuga kesempatan emas untuk mengenalkan ibadah kepada anak-anak sejak dini, khususnya ibadah puasa dan shalat tarawih.
Sebagaimana rasa tanggung jawab yang tinggi orang tua untuk mengajarkan anak, disampaikan dalam Qur'an:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (QS As-Shaffat [37] ayat 102).
Maka dari itu, mengenalkan puasa dan tarawih kepada anak tentu dilakukan secara bertahap dan penuh kasih sayang. Pasalnya, anak-anak tidak dibebani seperti orang dewasa, tetapi diajak belajar dan dibiasakan sesuai usianya.
Maka orang tua wajib dekat dan memantau perkembangan anak saat belajar puasa ramadhan. Kemudian juga, diajak tarawih beberapa rakaat. Semua itu adalah proses pendidikan yang sangat bernilai.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang membentuknya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist ini menunjukkan bahwa orang tua dan keluarga memiliki peran besar dalam menanamkan kebiasaan ibadah pada anak-anak. Bila mereka sudah terbiasa melihat orang tuanya berpuasa dan pergi ke masjid untuk tarawih, maka ibadah itu akan tumbuh menjadi kebutuhan, bukan paksaan.
Ajarkan anak puasa ramadhan sejak dini, melatihnya untuk bersabar, menahan diri, dan belajar disiplin. Sementara mengenalkan shalat tarawih menumbuhkan kecintaan pada masjid, kebersamaan, serta semangat beribadah di bulan Ramadhan.(klw)
wallahualam
Load more