Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Perbuatan Maksiat yang Tak Disadari terus Berlanjut di Bulan Ramadhan
- iStockPhoto
Nyatanya, realitas di lapangan tidak semuanya melakukan hal tersebut. Banyak sekali berbuat maksiat tersembunyi, mulai dari lisan, mata, maupun hati masih dipelihara di Bulan Suci Ramadhan.
Padahal sejumlah bagian perbuatan maksiat tersembunyi itu justru mengurangi keberkahan bulan Ramadhan.
Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 183, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:183).
Ayat ini menegaskan tujuan utama puasa. Dalam tafsirnyya, umat Muslim mendapat perintah untuk meraih takwa.
Melalui hadis riwayat dari Abu Hurairah RA, puasa tidak sekadar menahan rasa lapar dan haus saja, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah justru mengamalkannya, maka Allah Ta’ala tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari Nomor 1903, Abu Dawud Nomor 2362, dan Ahmad Nomor 10562)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Apa saja jenis maksiat yang sering kali tidak disadari di bulan Ramadhan? Pertama adalah maksiat lisan yang menyasar kepada ghibah, celaan, atau fitnah.
Hal ini menunjukkan adanya dosa besar yang dapat menghapus segala pahala puasa. Lisan yang tidak terjaga adalah maksiat paling sering terjadi tanpa sadar selama di bulan Ramadhan.
Maksiat kedua berupa maksiat mata dan telinga. Dalam era digital, konten tidak senonoh, provokatif hingga konten negatif merebak di media sosial.
Load more